Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Anak Keras Kepala? Coba Cara Ini Saja Moms

MY STORY  |  PARENTING  |  01 Oct '19


Sebagai orang tua kita mempunyai tanggung jawab untuk membahagiakan anak, namun di sisi lain kita juga diharuskan untuk mendidik anak agar tidak salah jalan dan menghindari resiko-resiko yang akan terjadi jika mereka dewasa kelak. Salah satu sifat yang harus jadi perhatian kita  adalah sifat keras kepala, di mana terkadang beberapa anak terpengaruh karena lingkungan sekitar atau mencontoh perilaku orang terdekatnya sehingga menjadikan mereka keras kepala.

Menghadapi anak yang keras kepala pastinya bukan hal yang tidak mudah untuk setiap orang tua. Moms pernah tidak mengalaminya? Misalnya saja, anak malas mandi, enggan makan, atau tidak mau tidur siang. Disuruh ke sana larinya ke sini. Tidak sedikit orang tua yang meluapkan emosinya dengan marah-marah dan menyerah dengan sikap keras kepala si kecil.

Lantas bagaimana cara menyikapi anak yang keras kepala? Apa kita mesti marah-marah? Apa iya dengan marah-marah, anak kita akan mendengarkan apa yang orang tuanya katakan? Saya mau share tentang pengalaman saya menyikapi anak yang keras kepala.

Tips menghadapi anak yang keras kepala

1. Cari tahu penyebab si anak menjadi keras kepala

Sebelum menarik kesimpulan, kita harus tahu dulu penyebab kenapa anak keras kepala. Bisa saja anak keras kepala karena meniru sifat orang tuanya. Untuk itu, sebagai orang tua kita harus berhati-hati dalam bersikap di depan anak karena anak itu ibarat kertas putih tanpa tulisan. Kita orang tua yang harus mendidiknya agar terbiasa melakukan hal-hal yang baik dan bentuk penyaluran sifatnya pun ke hal-hal yang baik pula. Untuk mencari tahu penyebabnya itulah dibutuhkan komunikasi dengan si anak. Kita harus berkomunikasi yang baik dengan anak, konsepnya adalah jika kita ingin anak mendengarkan apa yang kita mau atau katakan maka kita juga harus mendengarkan kemauan anak. Mendengarkan belum tentu menuruti semua kemauan anak ya moms, tapi kita harus tetap memilah-milah yang terbaik untuk anak kita.

2. Jangan memaksakan kehendak kepada anak

Terkadang kita sering memaksakan anak untuk menuruti semua kemauan kita sebagai orang tuanya yang notabenenya tahu yang terbaik untuk anak. Anak yang keras kepala jika dipaksa maka dipastikan dia akan memberontak dan enggan mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang di sekitarnya. Misalnya, kita biasa memaksakan kepada anak untuk memakai baju yang menurut kita bagus ternyata anak tidak suka. Ujung-ujungnya dia tidak akan memakai bajunya. Tidak ada salahnya membiarkan anak memilih baju yang disukainya. Jika memang baju itu tidak sesuai, bisa kok moms kita bicarakan dengan anak secara lembut dan baik-baik. Si anak pasti akan luluh. Sekeras apapun si anak, dia akan luluh jika dia merasa diperhatikan.

3. Ajarkan anak tentang konsep salah dan benar

Mengajarkan anak tentang hal yang salah dan benar itu kewajiban orang tua. Pelajaran itu harus sejak dini agar anak terbiasa dan tahu jika mereka dewasa nanti. Terkadang kita sering mendengar orang tua mengatakan “nggak apa-apa, dia masih kecil” “dia belum mengerti”. Menurut saya itu kurang tepat moms, kita harus tegas mengatakan kalau hal yang dilakukan anak itu salah dan benar. Jangan terlalu dimudahkan dan dianggap biasa karena itu bisa saja berakibat fatal pada perkembangan anak nantinya. Mengajarkan secara halus kepada anak jika sifat keras kepala itu kurang tepat sangat perlu.

4. Memberikan pilihan terhadap kemauan anak

Pada dasarnya, anak-anak mempunyai pemikiran sendiri dan merasa benar tentang apa yang dilakukannya. Misalnya, kita menyuruh anak untuk berhenti bermain dan segera tidur, jawaban yang mungkin akan kita dengar adalah kata “tidak”. Untuk menghadapi anak keras kepala kita bisa menggunakan cara dengan memberikannya pilihan. Saat menginginkan si kecil tidur, berikan si kecil pilihan misalnya “tidur yuk nak” Ibu bacain dongeng yang seru lho” atau “Tidur yuk katanya besok mau ke sekolah cepat untuk ketemu sama ibu guru dan temannya”. Alhamdulillah cara ini paling sering saya gunakan jika Ghaitsa pasang aksi keras kepalanya. Memberikan pilihan membuat si anak jadi berpikir dan menuruti perkataan kita.

5. Tetap berusaha tenang di depan anak

Hmmmm, agak susah sih moms apalagi jika kita sudah membujuk anak berkali-kali. Sudah diberitahu tapi jawaban anak selalu sama. Tapi di sinilah orang tua diuji kesabarannya. Jika kita menanggapinya dengan emosi, tentu si anak semakin menjadi-jadi jika kemauannya tidak tersalurkan. Tetap bersikap tenang dan tidak bosan mengulangi hal yang sama sebanyak mungkin. Lama kelamaan, si kecil akan menyerah dan mengikuti kemauan kita.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

6164 Nurulynayah Soenaryo

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Uang Sekolah Makin Mahal, Gimana Cara Mempersiapkannya?

Memberikan pendidikan terbaik bagi si Kecil merupakan salah satu kewajiban utama Moms & Dads.

It’s Okay to Not Be Okay

Dalam mengasuh anak, tentu Moms mengharapkan si Kecil tumbuh menjadi pribadi dengan kondisi fisik

Tips Praktis Memompa ASI di Kantor

Hai Moms, Meskipun pandemi virus corona belum berakhir, tapi banyak dari kita yang sudah

Tips Menghindari Toxic Parenting

Hai Moms, Siapa disini yang minggu lalu nonton Babyo Channel Ngobrol Bareng Babyo dengan topik

Ketika Dads Sibuk dengan Hobinya

Setiap hari Jumat, sekarang Babyo Connect memiliki "Apa Kata Moms?" yang akan membahas topik yang terasa tabu Moms bahas, atau uneg-uneg yang [...]

Anak Umur 2 Tahun Belum Bisa Ngomong, Wajarkah?

“Anaknya 2 tahun? Sudah bisa ngomong belum? Oh, speech delay? Sama donk seperti anak saya. Gpp nanti usia 3 tahun juga bisa sendiri.”

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebagai Working Mom

Menjadi seorang working Mom tentunya memiliki tantangan tersendiri. Yuk simak tips dari Mom Inayah berikut ini.

Hal yg Bisa Dilakukan untuk Mengisi Kegiatan si Kecil di Rumah Selama Pandemi

Moms, yuk simak aktvitas yang bisa dilakukan di rumah bersama si Kecil berikut ini.

Fiersa is Turning One

Merayakan ulang tahun pertama pastinya adalah moment yang tidak bisa dilewatkan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Caraku Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Pandemi

Rumah tangga yang harmonis pasti sudah menjadi dambaan pasutri. Simak tips berikut ini yuk Moms and Dads!

Caraku Mengatur Keuangan Keluarga di Kondisi Pandemi

Di tengah-tengah pandemi ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Simak tips berhemat berikut ini yuk!

Punya Anak Perempuan Lebih Boros?

Hayo siapa yang punya anak perempuan dan merasa boros karena beli barang-barang lucu atau baju untuk Si Kecil? Sebenarnya boros tidaknya [...]

Cerita Sibling Goals di Usia Berdekatan

Bagaimana ya caranya agar kakak adik rukun? Yuk, simak cerita berikut ini.

Mengajarkan Kemandirian Sejak Dini Penting Gak Sih Moms?

Mengajarkan si Kecil untuk mandiri sedari dini memiliki banyak manfaat loh Moms. Yuk, simak berikut ini.

Ide Kreatif Bermain Saat Mati Lampu

Mati lampu memang menjadi kondisi yang kurang nyaman. Namun, Moms bisa memanfaatkan kondisi ini untuk barmain dengan si Kecil.

Suamiku Ayah ASI! Yuk Tanamkan Positif Mind!

Hai para istri, yuk belajar cara merayu suami agar mau untuk menjadi ayah ASI berikut ini!

Pengalaman Lebaran Pertama Tanpa Keluarga

Meskipun jauh dari sanak saudara, Lebaran sudah seharusnya menjadi momen yang dirayakan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Setahun Bersama Babyologist

Moms, yuk simak pengalaman Mom Dinar setahun bersama Babyo berikut ini.

Menjadi Istri dan Teman Bagi Suami di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada ekonomi keluarga. Yuk belajar jadi Istri yang baik dan teman bagi suami kita.

Semakin Harmonis Di Masa Pandemi

Moms and Dads, yuk simak tips untuk semakin harmonis selama masa pandemi ini.