Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Anak Jatuh Salah Siapa?

MY STORY  |  PARENTING  |  24 Apr '18


Dear Moms, 

Ketika memiliki buah hati, saya merasakan bahwa dunia kita seketika hanya terfokus untuknya. Segala yang kita lakukan tercurah padanya. Penjagaan ketat dilakukan sebisa mungkin demi melindungi dirinya.

Namun, apa yang terjadi ketika kita lengah kemudian Si Kecil terjatuh? Beragam perasaan berkecamuk dalam pikiran kita. Belum lagi kekhawatiran mendengar komentar tak bermanfaat dan tak benar dari orang sekitar mengenai pengawasan kita saat menjaga anak.

Saya mengalaminya ketika Zikri berusia 6 bulan, masa di mana ia tengah aktif mengguling-gulingkan badannya namun belum mengerti arti kewaspadaan terhadap tempat tinggi, maka ketika saya tinggal, terjadilah. Ia jatuh pada ketinggian kasur sekitar 70 cm dengan posisi terlentang. Jelas saya tidak melihat apa yang kena lantai terlebih dahulu, seketika saya langsung menggendong Zikri yang menangis histeris.

Pada posisi seperti ini, siapa yang salah?

Mom pasti berkali-kali menyalahkan diri sendiri, lalai karena meninggalkan anak tanpa pengawasan. Namun, tentu tak ada yang menginginkan kejadian seperti ini. Tentu semua hal terjadi karena maksud tertentu. 

Berhentilah menyalahkan diri sendiri, jadikan pembelajaran seraya terus meningkatkan pengawasan dalam menjaga anak. Jika Si Kecil telah aktif berguling-guling maka tentu kita tidak meninggalkannya di tempat yang tinggi. Lain cerita jika anak kita sudah beranjak balita.

Kekhawatiran kita yang berlebihan hingga ingin menjaganya dengan ketat seringkali membuat kita menjadi ketakutan anak terjatuh dan melarangnya pergi kesana kemari. Namun, hal itu justru akan merampas kesempatan belajar yang berharga bagi Si Kecil. Cukup memberikan kepercayaan, maka ia akan mengeksplorasi sekitar peluang bagi pembelajarannya.

Jika ia terjatuh ketika berlarian padahal kita ada disana, maka ini salah siapa?

Tidak ada yang salah.

Terjatuh karena keseimbangan Si Kecil belum maksimal adalah hal yang wajar. Sampaikanlah bahwa ia harus lebih hati-hati ketika berjalan. Jangan menyelahkan diri sendiri atau orang lain, mari berhenti mencari kambing hitam. 

Bukankah jatuh dan bangun dalam kehidupan itu hal yang biasa?

Dari terjatuh dia mengetahui arti berhati-hati dan rasa sakit. Jika ia terluka maka diharapkan ada hal yang ia petik agar kelak menjadi anak yang lebih kuat dan penuh perhitungan dalam melangkah. Karena setiap pengalaman di masa kecil merupakan kesempatan berharga untuk proses pembentukan diri anak.

Semoga bermanfaat.

By: Chriesty Anggraeni.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2245 Chriesty Anggraeni

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Uang Sekolah Makin Mahal, Gimana Cara Mempersiapkannya?

Memberikan pendidikan terbaik bagi si Kecil merupakan salah satu kewajiban utama Moms & Dads.

It’s Okay to Not Be Okay

Dalam mengasuh anak, tentu Moms mengharapkan si Kecil tumbuh menjadi pribadi dengan kondisi fisik

Tips Praktis Memompa ASI di Kantor

Hai Moms, Meskipun pandemi virus corona belum berakhir, tapi banyak dari kita yang sudah

Tips Menghindari Toxic Parenting

Hai Moms, Siapa disini yang minggu lalu nonton Babyo Channel Ngobrol Bareng Babyo dengan topik

Ketika Dads Sibuk dengan Hobinya

Setiap hari Jumat, sekarang Babyo Connect memiliki "Apa Kata Moms?" yang akan membahas topik yang terasa tabu Moms bahas, atau uneg-uneg yang [...]

Anak Umur 2 Tahun Belum Bisa Ngomong, Wajarkah?

“Anaknya 2 tahun? Sudah bisa ngomong belum? Oh, speech delay? Sama donk seperti anak saya. Gpp nanti usia 3 tahun juga bisa sendiri.”

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebagai Working Mom

Menjadi seorang working Mom tentunya memiliki tantangan tersendiri. Yuk simak tips dari Mom Inayah berikut ini.

Hal yg Bisa Dilakukan untuk Mengisi Kegiatan si Kecil di Rumah Selama Pandemi

Moms, yuk simak aktvitas yang bisa dilakukan di rumah bersama si Kecil berikut ini.

Fiersa is Turning One

Merayakan ulang tahun pertama pastinya adalah moment yang tidak bisa dilewatkan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Caraku Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Pandemi

Rumah tangga yang harmonis pasti sudah menjadi dambaan pasutri. Simak tips berikut ini yuk Moms and Dads!

Caraku Mengatur Keuangan Keluarga di Kondisi Pandemi

Di tengah-tengah pandemi ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Simak tips berhemat berikut ini yuk!

Punya Anak Perempuan Lebih Boros?

Hayo siapa yang punya anak perempuan dan merasa boros karena beli barang-barang lucu atau baju untuk Si Kecil? Sebenarnya boros tidaknya [...]

Cerita Sibling Goals di Usia Berdekatan

Bagaimana ya caranya agar kakak adik rukun? Yuk, simak cerita berikut ini.

Mengajarkan Kemandirian Sejak Dini Penting Gak Sih Moms?

Mengajarkan si Kecil untuk mandiri sedari dini memiliki banyak manfaat loh Moms. Yuk, simak berikut ini.

Ide Kreatif Bermain Saat Mati Lampu

Mati lampu memang menjadi kondisi yang kurang nyaman. Namun, Moms bisa memanfaatkan kondisi ini untuk barmain dengan si Kecil.

Suamiku Ayah ASI! Yuk Tanamkan Positif Mind!

Hai para istri, yuk belajar cara merayu suami agar mau untuk menjadi ayah ASI berikut ini!

Pengalaman Lebaran Pertama Tanpa Keluarga

Meskipun jauh dari sanak saudara, Lebaran sudah seharusnya menjadi momen yang dirayakan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Setahun Bersama Babyologist

Moms, yuk simak pengalaman Mom Dinar setahun bersama Babyo berikut ini.

Menjadi Istri dan Teman Bagi Suami di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada ekonomi keluarga. Yuk belajar jadi Istri yang baik dan teman bagi suami kita.

Semakin Harmonis Di Masa Pandemi

Moms and Dads, yuk simak tips untuk semakin harmonis selama masa pandemi ini.