Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Anak GTM? Penyebabnya Bisa karena Anemia Defisiensi Besi (ADB)

FEEDING  |  HEALTH TIPS  |  30 Mar '19


Hal yang paling dikhawatirkan oleh setiap orang tua setelah si Kecil memasuki masa MPASI adalah GTM (Gerakan Tutup Mulut). 

Banyak sekali penyebab anak mengalami GTM, namun Moms, ADB juga menjadi salah satu penyebab utama anak mengalami GTM lo.

Sudah beberapa kali Adrea mengalami GTM, dan setelah semua tips menghadapi GTM dicoba, namun Adrea tetap tidak mau makan. Sementara berat badan tidak naik, bahkan cederung turun. Ternyata setelah diusut, Adrea mengalami Anemia Defisiensi Besi (ADB). 

Penyebab anak mengalami ADB di antaranya:

  1. Anak lahir dari ibu yang mengalami Anemia di masa kehamilan. 
  2. Anak lahir dengan berat badan rendah atau prematur. 
  3. Bayi ASI Eksklusif lebih rentan terkena ADB.

    Biasanya bayi memiliki cadangan zat besi yang berasal dari plasenta, namun seiring berjalannya waktu, kebutuhan zat besi akan semakin meningkat.

    Di ASI sendiri kadar zat besi tidak dipengaruhi oleh kadar zat besi pada tubuh sang ibu, namun dipengaruhi oleh kadar transferrin yang berfungsi mengikat zat besi pada kelenjar susu, oleh karena itu, kandungan zat besi pada ASI bersifat tetap. Maka, bayi ASI membutuhkan tambahan zat besi yang lebih banyak untuk mendukung pertumbuhannya.

  4. Si Kecil tidak suka mengonsumsi makanan sumber zat besi seperti daging atau sayuran berwarna merah. 

Zat besi memiliki fungsi untuk pembentukan sel darah merah dan meningkatkan kadar oksigen dalam darah. 

Ciri ciri anak mengalami ADB:

  • Anak terlihat pucat. 
  • Anak sering lemas (walau tidak semua anak mengalami).
  • Anak kurang nafsu makan. 
  • Anak mudah lelah. 
  • Susah konsentrasi. 
  • Berat badan si Kecil tidak naik. 

Untuk mengetahui secara pasti apakah anak mengalami ADB, Moms boleh berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk menjalani skrining ADB. Moms juga boleh melakukan pengulangan skrining ADB setiap 6 bulan hingga setahun sekali. 

Jika anak dipastikan mengalami ADB, Moms boleh memberi supplemen penambah zat besi dengan dosis yang sesuai dengan berat badan si Kecil. Moms juga boleh memberikan makanan yang kaya akan zat besi pada menu MPASI si Kecil. Hindari pula makanan yang mengganggu penyerapan zat besi seperti teh atau kopi.

Semoga bermanfaat. 

By: Yenty Jessica

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

503 Yenty Jessica

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Penuhi Nutrisi Anak 2 Tahun dengan Camilan Sehat Berikut Ini!

Memenuhi asupan nutrisi untuk anak sudah menjadi kewajiban para orang tua. Nutrisi yang lengkap sangat dibutuhkan untuk proses tumbuh kembang anak.

Sup Jagung di Kala Flu

Saat sedang flu, tubuh butuh makanan yang hangat untuk melegakan pernapasan, seperti misalnya sup jagung.

Menghitung Kalori pada MPASI Anak

Khawatir kebutuhan kalori & gizi si Kecil tidak tercukupi? Menghitungnya mudah kok Moms. Yuk pelajari caranya!

Si Kecil Sembelit? Yuk Berikan Snack Agar-Agar yang Kaya akan Serat

Mari kita atasi sembelit pada anak dengan memberikannya camilan sehat yang satu ini.

Daftar Makanan Mengandung Zat Besi Baik untuk Anak

Berikut adalah sumber zat besi yang penting untuk pertumbuhan otak dan sel saraf anak.

Dragon Fruit Jelly

Selain diolah menjadi jus, buah naga juga bisa dibuat menjadi jelly yang pastinya disukai si Kecil.

13 Makanan yang Paling Berbahaya bagi si Kecil

Sebaiknya Moms tidak memberikan makanan-makanan berikut ini untuk MPASI si Kecil ya.

Kapan si Kecil Boleh Mengonsumsi Telur?

Telur mengandung salmonella yang bisa menyebabkan keracunan makanan, maka harus diberikan di usia yang tepat.

Kaldu Jamur Pengganti Penyedap Rasa (MSG)

Ingin membuat masakan terasa lebih gurih tanpa menggunakan MSG? Kaldu jamur adalah solusinya Moms.

Makanan yang Aman Dikonsumsi Anak Saat Makan Bersama Keluarga

Makan bersama keluarga dapat membantu anak mengatur kebiasaan makan sehat yang dapat bertahan seumur hidupnya.

Cara Menyiapkan Makanan Bayi (MPASI)

Sebelum memberikan MPASI, simak beberapa hal yang harus diperhatikan terkait penyajian MPASI berikut ini.