Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Anak Cepat Jalan? Tunggu Dulu, Moms!

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  27 Feb '19


Seringkah Moms mendengar pujian, "Wah, anaknya cepat jalan ya, hebat banget!" atau bahkan mendengar masukan, "Wah, anaknya jangan kebanyakan digendong, nanti lama jalannya!".

Pasti senang sekali ya Moms! Saya juga. Anak saya sudah bisa jalan 60-70% di waktu usia dia belum genap 11 bulan. Bahkan bisa setengah berlari. Semua orang yang bertemu dengan anak saya, 99,99% memuji anak saya hebat karena bisa cepat jalan. Bangga? Banget! Semua bertanya, "Bagaimana caranya supaya anak cepat jalan?" Saya menjawab dengan bangga, "Iya, karena sering ditaruh di playmat yang ada pagarnya, dia jadi sering belajar merambat sendiri, tiba-tiba minta jalan. Tidak mau merangkak, kalau pun iya, jarang".

Hingga suatu hari, saya menemukan informasi mengenai metode tumbuh kembang anak menurut Glenn Doman. Glenn Doman menuturkan dengan detail proses tumbuh kembang anak dan bagaimana cara menstimulasi anak agar dapat tumbuh dengan maksimal, baik dari segi inteligensi dan perkembangan fisik. Ketika saya membaca buku itu, alangkah terkejutnya saya karena buku itu mengatakan bahwa anak yang tidak banyak merangkak, keseimbangan tubuhnya akan kurang dibandingkan anak yang cukup merangkak, dan berpotensi tidak aware dengan sekelilingnya.

Bayi seharusnya memiliki waktu yang cukup untuk merangkak dan menikmati floor time, tidak terburu-buru berjalan.

Sebagai contoh, ketika melihat tanjakan, anak yang cukup merangkak bisa mengetahui bahwa pijakannya tidak stabil dan dia akan berpikir serta berhati-hati dalam melangkah. Kalau pun dia jatuh, refleks utama anak adalah menahan berat tubuhnya dengan kedua telapak tangan, karena posisi itu mirip dengan posisi merangkak, sehingga lebih aman bagi anak dan cedera yang dialami tidak terlalu parah. Di sisi lain, anak yang tidak cukup merangkak merasa bahwa pijakannya datar-datar saja (tidak ada tanjakan) dan ketika jatuh, dia belum tentu memiliki refleks yang sama dengan kasus pertama, dan ada kemungkinan dia tidak menopang tubuhnya sehingga seluruh badannya akan menghantam permukaan (cedera bisa jauh lebih parah).

Seketika saya teringat, anak saya merangkak dengan cukup aneh, yaitu satu kaki menekuk (lutut tidak menempel pada permukaan), seperti dia menyeret satu kakinya ketika merangkak. Entah ini terjadi karena dia sudah terbiasa berdiri dan sedang suka berjalan, atau ini merupakan tahap awal sebelum dia merambat sehingga menyebabkan dia lebih suka berdiri dan berjalan pada akhirnya karena posisi merangkak tidak nyaman baginya. 

Alhasil, setelah membaca buku tersebut, saya memperbanyak kondisi dan space untuk anak merangkak, ketimbang merambat dan berdiri. Sulit? Ya. Anak baru merangkak 3-4 langkah, sudah merengek minta jalan. Namun, saya mencoba konsisten sebelum terlambat. Selama tidak ada hambatan fisik yang menyebabkan anak tidak bisa merangkak dengan maksimal, berikan anak waktu sebanyak-banyaknya untuk merangkak. Rangsanglah anak untuk lebih banyak merangkak terlebih dahulu, dan biarkan dia bereksplorasi dengan dunianya lebih dekat. Dia akan berdiri dan berjalan pada waktunya.

Kini setiap ada pujian terlontar untuk anak saya, saya akan menjawab "Iya, dia lagi senang jalan, tapi saya lagi senang menyuruh dia kembali merangkak." Hampir semua orang bingung dengan jawaban saya, tetapi saya juga senang menjelaskan, karena berbagi ilmu yang baik dan benar adalah salah satu cara melakukan perubahan yang baik juga untuk dunia. 

So Moms, jangan khawatir jika anak belum cepat berjalan, apalagi jika anak masih pada usia yang memang tidak seharusnya bisa berjalan. Berikutnya jika ada yang bilang "Ayo dilatih, supaya bisa cepat jalan." Moms bisa tersenyum dan berkata, "Iya lagi dilatih bukan supaya cepat jalan, tapi supaya nanti jalannya benar."

Semoga bermanfaat.

By: Missy Melita

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2541 Missy Melita

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kapan Bayi Boleh Diajak Berenang di Kolam Renang Umum?

Setelah pandemi bisa diatasi, apakah Moms and Dads berencana mengajak si Kecil berenang? Simak yang satu ini ya.

Biarkan Anak Belajar Jalan dengan Bertelanjang Kaki

Benarkah membiarkan si Kecil bertelajang kaki ada manfaatnya? Kita simak berikut ini yuk!

Bolehkah Anak Laki Main Masak-Masakan?

Anak laki-laki suka main masak-masakan? Ga usah khawatir Moms, yuk simak cerita berikut ini.

Beri Kesempatan Anak Bermain Sendiri

Tahukah membiarkan anak bermain sendiri memiliki banyak manfaat untuk si kecil?

Tips Agar Anak Mencintai Buku ala Mom Dastan

Bagaimana cara menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini?

Membiasakan si Kecil Punya Jam Tidur Malam

Bagaimana cara menerapkan jadwal tidur pada anak agar ia bisa tidur dengan cukup?

6 Bulan si Kecil, Apa ya Milestonesnya?

Wah ga kerasa ya Moms, si kecil sekarang sudah memasuki 6 bulan.

Mitos Atau Fakta? Dua Bayi Berdekatan, Salah Satunya Akan Lambat Tumbuh Gigi

Berdekatan dengan sesama anak yang belum tumbuh gigi bisa menyebabkan anak sulit tumbuh gigi

Mengenal Montessori dan Kurikulumnya

Mama milenial pasti ga asing ya denger metode montessori ini. Apa sih montessori itu?

Stimulasi Berjalan (Part 2)

Batas maksimal usia anak harus bisa berjalan itu 18 bulan, tapi kita ga bisa tunggu sampai 18 bulan tanpa bertindak

Permainan Sederhana untuk si Kecil - Animal Rescue

Yuk bikin mainan untuk si Kecil Moms, selain untuk bersenang-senang mainan yang satu ini bermanfaat untuk motorik anak

Yuk Main Di Playground Banyak Manfaatnya Loh!

Mengajak si Kecil bermain di playground selain membuatnya senang ternyata juga banyak manfaatnya loh Moms

Dampak Gawai/Gadget untuk Perkembangan Anak

Mungkin tidak jarang kita melihat balita duduk di kursi makan bayi restoran dengan memegang ponsel/gawai.

Growth Spurt? Enjoy aja…

Tiba-tiba, gak mau lepas dari pangkuan, maunya mimik terus, seolah lapar tiada henti.

Rekomendasi Mainan Edukasi

Buat yang ada rencana beli mainan untuk si Kecil, yuk simak rekomendasi permainan edukasi berikut ini

Ternyata Ada 9 Jenis Kecerdasan Anak, Apa saja ya?

Semua anak terlahir cerdas, tergantung cara moms menstimulasinya menjadi lebih terasah atau tidak.

Ide Bermain Anak - Find the Alphabet!

Bikin mainan untuk si kecil yuk. Bisa bermain sambil belajar ya moms lewat mainan berikut berikut ini

Ide Bermain untuk si Kecil: Magnet Maze

Yuk manfaatkan baran bekas untuk membuat berbagai mainan si Kecil. Moms bisa buat permainan seperti berikut!

Mengapa si Kecil Suka Duduk W? Dan Apakah Bahayanya?

Kita seringkali melihat beberapa anak sangat nyaman dengan posisi duduk W. Mengapa? Apakah bahayanya?

Sensory Play For Baby: Touch Board

Banyak sekali permainan sensory yang dapat menstimulasi indera-indera si Kecil. Mari coba ide permainan berikut!