Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Amankah Mainan Anak di Rumah Sakit?

HEALTH TIPS  |  11 Nov '17

"Hindari boneka di ruangan dokter anak Anda atau lebih baik, ambil mainan untuk anak Anda sendiri saat anak Anda akan berkonsultasi dengan dokter."

Itu adalah salah satu tip dalam panduan terbaru dari American Academy of Pediatrics (AAP) yang saya baca di media online untuk mencegah penyebaran kuman di ruangan dokter. Saya setuju dengan pernyataan tersebut, karena saya pribadi tidak mengijinkan Kimmy untuk dekat-dekat dengan boneka atau main di playground yang ada di klinik tempat saya biasa datang untuk vaksin atau berobat ketika Kimmy sedang sakit. Karena di mainan dan playground tersebut pasti penuh dengan kuman-kuman yang menempel ketika anak atau mungkin orangtua dan nanny nya batuk dan bersin tanpa ditutup.

Etika batuk-bersin dan kebersihan tangan adalah hal paling penting untuk mengendalikan infeksi supaya tidak terulang-ulang batuk-pileknya. Klinik dan rumah sakit harusnya memasang pengingat visual agar orang-orang menutup hidung dan mulut mereka dengan siku tangan daripada dengan telapak tangan saat batuk dan bersin (jika tidak menggunakan masker). Apalagi hari-hari seperti sekarang ini dimana banyak sekali orang dewasa dan anak-anak yang batuk pilek diakibatkan oleh cuaca yang tidak menentu.

Lebih baik lagi jika ruang tunggu klinik dan rumah sakit ada pembersih tangan berbasis alkohol dan masker. Sehingga bagi yang belum cuci tangan atau lupa membawa masker bisa langsung menggunakannya di tempat. Dengan demikian klinik anak atau rumah sakit anak tidak menjadi tempat pertukaran virus dan bakteri dan menghindari anak yang tidak sembuh-sembuh karena ketika pulang dari klinik gantian mamanya yang sakit atau susternya yang sakit karena tertular dari orang lain.

So, Moms and Dads, ketika membawa Si Kecil untuk diperiksa atau vaksin di dokter, sebaiknya membawa mainan favoritnya sendiri dari rumah ya. 

Berikut sharing saya semoga dapat membantu.

SUMBER: American Academy of Pediatrics, siaran pers, 23 Oktober 2017

By: Ricka Puspita Atmadja

628 Ricka Puspita Atmadja

Comments

Related Stories