Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Amankah Pil KB Untuk Ibu Menyusui?

FEEDING  |  HEALTH TIPS  |  01 Mar '18

Moms dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan. Demikian pula selama enam bulan tersebut kesempatan untuk hamil akan berkurang. Karena siklus ovulasi tertunda secara alami setelah menjalani proses melahirkan. Dengan begitu, untuk mencegah kehamilan, maka saat menyusui Moms dapat memilih alat kontrasepsi yang sesuai. Mengapa demikian? Karena alat kontrasepsi yang tidak sesuai akan mengakibatkan pasokan ASI berkurang. Baik pil KB ibu menyusui, suntik atau implan Moms harus mengetahui konsekuensinya.

Moms dapat menggunakan semua jenis alat kontrasepsi seperti suntik, pil KB ibu menyusui, implan, atau IUD. Yang menjadi prinsip utamanya adalah yang mengandung progestin dan tidak ada estrogen. Yang hanya mengandung progestin lah yang aman digunakan ibu menyusui. Kalau yang mengandung campuran progestin dan estrogen akan menghambat produksi ASI pada ibu menyusui. Berikut beberapa alat kontrasepsi dan konsekuensi yang harus disiapkan ibu menyusui :

  • Pil KB Ibu Menyusui Metode kontrasepsinya dianggap paling efektif untuk menunda kehamilan saat ibu menyusui. Aman dilakukan meskipun Moms sedang menyusui, yang harus menjadi catatan adalah penggunaan alat kontrasepsi ini harus setelah enam bulan pertama bayi dilahirkan. Kemudian melihat perkiraan masa subur ibu. Jadi ibu juga harus menentukan jadwal konsumsi dengan benar. Konsekuensinya ialah jika Moms lupa atau terlambat mengkonsumsi pil KB ibu maka Moms harus berpuasa melakukan hubungan intim dengan suami selama kurang lebih dua hari berikutnya.
  • Suntik KB Progestin Sama hal nya seperti Pil KB ibu menyusui, suntik ini juga tidak mempengaruhi pada produksi ASI pada ibu menyusui. Untuk suntik KB progestin bisa dilakukan pada enam minggu setelah ibu melahirkan dan diulangi setiap dua belas minggu. Konsekuensi yang harus Moms alami akan berbeda jauh dengan penggunaan pil KB ibu menyusui. Yaitu jika Moms berhenti menggunakan metode ini, kemungkinan Moms akan harus menunda kehamilan karena tidak subur dengan kurun waktu selama setahun atau lebih. Semakin sering menggunakan metode ini maka penurunan tulang akan semakin besar.
  • Implan Hormonal Berbeda dengan pil KB ibu menyusui dan suntik, ibu menyusui yang menggunakan implan hormonal progestin akan mendapatkan kesuburannya setelah tiga tahun dan telah terlepas dari metode ini. Begitupun dengan pencegahan kehamilannya selama tiga tahun.  Konsekuensi yang Moms harus persiapkan yaitu bisa saja Moms mengalami siklus datang bulan yang tidak teratur maupun pendarahan selama beberapa hari atau bulan.
  • IUD (Intrauterine device) Metode ini dikenal dengan penyisipan alat berbentuk “T” ke dalam rahim ibu. IUD Progestin dapat bertahan selama lima tahun. Konsekuensinya Moms perlu melakukan pengecekkan ke tenaga medis sebanyak satu sampai tiga kali dalam sebulan setelah pemasangan, fungsinya untuk memastikan bahwa IUD berada pada tempatnya. Kemudian, haid Moms lebih sedikit atau bahkan tidak haid sama sekali.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

2323 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories