Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Amankah Menggunakan Dermal Filler Selama Kehamilan?

MOM STYLE  |  PREGNANCY  |  03 May '19


Banyak wanita hamil mendambakan untuk tetap berpenampilan sempurna saat hamil. Alasan itu menyebabkan banyak di antara mereka tetap menjalani perawatan kulit selama kehamilan. Salah satu perawatan kulit yang populer belakangan ini adalah dermal filler. Nah, apakah perawatan dermal filler aman dilakukan selama hamil? Simak penjelasan singkat berikut ini.

Pengertian Dermal Filler

Dermal filler, atau yang sering disebut sebagai filler saja, pada dasarnya berisi zat yang nantinya disuntikkan ke area keriput. Substansi filler paling umum adalah asam hialuronat. Zat tersebut mampu membantu menghaluskan tekstur kulit dan mengurangi tampilan garis dan lekukan yang tidak diinginkan.

Ada beberapa macam filler. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, asam hialuronat merupakan komponen utama dari beberapa fillers. Zat ini juga merupakan komponen alami yang berkontribusi pada lapisan dalam kulit. Filler jenis ini biasanya bertahan lebih lama daripada filler berbasis kolagen. Filler dengan komponen utama asam hialuronat juga lebih disukai daripada filler berbasis kolagen karena "kesalahan" prosedur perawatan dapat lebih mudah diperbaiki.

Untuk "membatalkan" filler berbasis asam hialuronic, ahli kecantikan menyuntikkan zat yang disebut hialuronidase ke area yang diisi. Zat ini dapat memecah asam hialuronic yang awalnya disuntikkan dan "membatalkan" pengisian.

Filler jenis lainnya memiliki komponen utama berupa kolagen. Kolagen adalah protein utama di kulit yang rusak selama proses penuaan. Kerusakan dermal filler kolagen membuat jaringan protein yang menjaga kulit tetap kencang berkurang kekuatannya.

Jenis filler berikutnya adalah filler berbasis lemak. Lemak milik sendiri atau lemak lain yang didonasikan dapat digunakan sebagai zat pengisi juga.

Dampak Perawatan Dermal Filler pada Ibu Hamil

Sayangnya, keamanan menggunakan zat-zat ini tidak diketahui, karena belum ada penelitian ilmiah untuk menguji keamanan mereka pada ibu hamil. Tidak seperti toksin botulinum, belum ada laporan yang dipublikasikan tentang penggunaannya pada ibu hamil. Namun, sebagian besar dokter merasa bahwa ada risiko rendah terhadap kehamilan karena ini adalah suntikan lokal dan kemungkinan besar memiliki tingkat penyerapan yang rendah ke dalam aliran darah.

Salah satu kekhawatiran para dokter terkait perawatan dermal filler adalah penggunaan agen mati rasa lokal yang sering digunakan dalam perawatan tersebut. Lidocaine adalah anestesi paling umum yang dikombinasikan dengan filler dalam injeksi filler standar. FDA telah memberikan label Lidocaine sebagai pregnancy category B yang berarti bahwa zat ini kemungkinan aman untuk digunakan selama kehamilan. Lagi pula, dosis lidocaine yang digunakan dalam filler jauh lebih rendah daripada dosis maksimum lidocaine yang direkomendasikan.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

499 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Memilih Deodoran yang Cocok untuk Ibu Hamil

Ada beberapa alasan mengapa Moms lebih sering merasa kepanasan saat hamil daripada saat tidak hamil.

3 Langkah Mengatasi Kulit Muka Kering Setelah Melahirkan

Kondisi kulit kering pasca kehamilan mungkin akan mengejutkan beberapa ibu baru, termasuk Moms.

Amankah Mandi Sauna Saat Hamil?

Bidan komunitas Claire Friars menyarankan Moms yang sedang hamil untuk menghindari bak mandi air panas dan sauna.

5 Tips Instan Bikin Kulit dan Rambut Moms Terlihat Kinclong Usai Melahirkan

Bagaimana cara merawat kulit da rambut pasca melahirkan agar tetap sehat dan indah?

Post-Natal Treatment untuk Rambut Moms

Normalkah rambut rontok pasca melahirkan? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Apakah Ibu Hamil Boleh Sulam Alis? Ini Faktanya

Sulam alis merupakan salah satu tren kecantikan. Tapi, bagi bumil sulam alis baiknya dihindari. Kenapa?

Ingin Kurus Setelah Melahirkan? Jangan Pakai Stagen, Mending Pakai Gurita!

Mengapa penggunaan stagen sebagai alat pengecil perut setelah melahirkan dilarang dan lebih baik gurita?

Amankah Melakukan Perawatan Wajah (Facial) Saat Hamil?

Agar facial tetap aman dilakukan saat sedang hamil, beberapa tips berikut ini harus Moms perhatikan.

Perawatan Kecantikan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

Menjaga diri agar tetap cantik saat hamil memang tidak salah. Tapi Moms harus perhatikan hal berikut

Tips Tetap Stylish Ketika Hamil

Apakah Moms ingin tetap modis dan cantik ketika hamil? Yuk ikuti tips berikut agar tetap stylish saat sedang hamil.

Memahami Ciri-Ciri Penyakit Lupus pada Ibu Hamil

Lupus ternyata bisa juga menyerang ibu hamil, mari kenali ciri-cirinya terlebih dahulu agar dapat diantisipasi dengan segera.

Apa Saja Manfaat dan Efek Samping Suntik Hamil?

Meningkatkan kekebalan tubuh ketika hamil memang penting guna menjaga keselamatan bayi, namun tenyata ada pula efek sampingnya.

Jenis Obat Yang Dapat Mengakibatkan Cacat Lahir

Apakah ada obat yang dapat menyebabkan cacat lahir? Betulkah Accutane dilarang untuk ibu hamil? Mari simak ulasan berikut ini.

Tips Tetap Cantik Saat Hamil

Setiap wanita pasti ingin terlihat cantik, begitu pula dengan ibu hamil. Apa saja yang ibu hamil perlu lakukan agar tetap cantik selama hamil?

Obat Jerawat Berbahaya Bagi Janin

Banyak wanita hamil menderita masalah kulit seperti jerawat, tetapi pemakaian obat jerawat perlu untuk diwaspadai. Mari simak penjelasan berikut ini.

Ibu Hamil Wajib Senam Hamil

Betulkah senam hamil memiliki banyak manfaat untuk menjalani persalinan? Bagaimana dengan persalinan caesar? Mari simak bersama berikut ini.