Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Amankah Fototerapi pada Bayi Kuning?

OTHERS  |  05 Jun '18

Bayi kuning atau dalam istilah medisnya disebut dengan jaundice yang berasal dari bahasa Prancis yang berarti ‘kuning’. Warna kuning pada kulit bayi biasanya disebabkan oleh kadar bilirubin yang berlebihan. Bilirubin adalah pigmen kuning hasil dari perombakan sel darah merah oleh sel retikuloendotel yang ada pada tubuh. Bilirubin yang berlebih dalam istilah medisnya disebut hiperbilirubinemia. Biasanya bayi yang mengalaminya memiliki tanda-tanda bayi yang kerap mengantuk, sering menangis, gampang lemas, urin bayi tidak berwarna normal (putih) melainkan kuning.

Pemberian ASI sangat dianjurkan bagi para ibu pasca proses kelairan bayinya. Karena, proses pemberian ASI pada bayi berpengaruh terhadap warna kuning pada bayi. Berdasarkan keterangan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), pemberian ASI pada bayi membantu meningkatkan gerak peristaltik sehingga bilirubin dapat dikeluarkan dengan mudah melalui proses feses maupun urin. ASI dapat membantu proses pemulihan hiperbilirubinemia.

Proses pemberian ASI pada bayi berpengaruh terhadap warna kuning pada bayi.

Alternatif lain yang dilakukan dokter ketika bayi mengalami hiperbilirubinemia ialah dengan menjalani proses fototerapi. Fototerapi merupakan proses penyinaran bayi menggunakan sinar biru-hijau. Proses ini dilakukan dengan cara meletakan bayi ke dalam tabung fototerapi, kedua mata bayi ditutup dengan menggunakan kacamata khusus guna melindungi retina mata si kecil dari paparan sinar, dan bayi hanya dipakaikan popok. Sinar biru-hijau akan menembus kulit bayi secara merata dan membuat bilirubin yang ada pada tubuh bayi terpecah, sehingga menjadi menjadi senyawa yang lebih mudah dikeluarkan melalui proses feses atau urin. Perlu diperhatikan, selama bayi dalam proses fototerapi, bayi harus senantiasa diberikan ASI oleh sang ibu. Hal ini dilakukan agar proses fototerapi berjalan dengan lancar.

Penanganan melalui proses fototerapi biasanya memakan waktu kurang lebih 1-2 hari, sampai kadar bilirubin benar-benar turun pada tingkatan normal. Proses fototerapi juga dapat memberikan efek samping terhadap bayi seperti, dehidrasi, diare, dan timbulnya ruam kulit namun akan hilang dengan semestinya. Oleh karenanya proses fototerapi memang tak jarang menimbulkan rasa cemas. Tetapi jangan khawatir Mom, selain menggunakan fototerapi, para ibu juga bisa memanfaatkan ASI guna memecah bilirubin yang berlebih pada buah hati.

Sebaiknya pasca kelahiran bayi, Mom senantiasa melakukan perlekatan atau latch on dengan buah hati. Karena proses perlekatan ibu dan bayi pada umumnya sangatlah penting untuk menstimulasi keluarnya ASI. Anda juga harus senantiasa memperhatikan seluruh kondisi bayi pada saat bayi baru dilahirkan, jika terdapat keluhan segeralah berkonsultasi dengan Dokter.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

1429 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan didefinisikan sebagai tumor ganas di faring, laring, atau amandel.

Bisakah Seorang Wanita Berovulasi Lebih Dari Satu Kali Per Siklus?

Apakah moms mengetahui bagaimana seorang wanita berovulasi dan akhirnya mengalami pembuahan? Yuk, simak informasinya!

Ide Bermain Anak - Pattern Game

Masih banyak barang bekas yang bisa dikreasikan untuk jadi mainan si Kecil loh Moms! Yuk, coba permainan berikut.

Apa itu Sindrom Down?

Apakah Moms pernah mendengar tentang sindrom down? Apa jenis, penyebab sindrom down dan bagaimana efeknya?

Cara Membuat Bubur Beras Merah dengan Ayam, Kimchi, dan Jamur

Bubur, bisa digunakan untuk segala hidangan, termasuk hidangan untuk si Kecil loh Moms! Yuk, simak resep berikut.

Tips Menurunkan Berat Badan Pada Ibu Menyusui

Hi Moms, apakah baru saja melahirkan si Kecil dan ingin menurunkan berat badan? Bagaimana cara yang baik?

Mengatasi Baby Blues Pasca Lahiran, Ini dia Tipsnya!

Apakah Moms mengalami depresi pasca melahirkan atau baby blues? Yuk, simak tips menghadapinya ala mom Nadira.

Penyebab Penebalan Dinding Rahim yang Jarang Diketahui

Apakah Moms mengetahui bagaimana dinding rahim menjadi lebih tebal? Apakah yang akan terjadi jika dinding rahim tebal?

Breastfeeding Gear, Buy or No?

Bingung menyiapkan perlengkapan menyusui untuk si kecil Moms? Yuk, simak pengalaman mom Indah berikut.

Exclusive Privilege: BRANDS Saripati Ayam

Get a chance to try and feel the difference during pregnancy/breastfeeding with BRANDS Saripati Ayam.

Ini Gejala-gejala Turun Berok yang Dapat Terjadi pada Siapa Saja

Apakah Moms mengetahui bahwa turun berok bisa terjadi pada orang dewasa bahkan anak-anak? Yuk, kenali gejalanya!

Tips Menghadapi Mom Shaming Saat Bersilaturahmi

Apakah Moms sering mendapatkan shaming dari Moms lain? Bagaimana cara menghadapinya? Yuk, simak tips ala Mom Maharani.

Ini Waktu yang Tepat Bagi Moms untuk Memulai Terapi Pijat Setelah Melahirkan

Apakah Moms baru melahirkan dan ingin melakukan terapi pijat? Yuk, simak waktu yang tepat melakukan terapi pijat.

Benarkah Ukuran Payudara Pengaruhi Produksi ASI?

Apakah ukuran payudara pengaruhi produksi ASI? Sebenarnya apa yang mempengaruhi produksi ASI seorang ibu?

Tips Traveling Menggunakan Pesawat Bersama si Kecil

Apakah Moms ingin mencoba travelling bersama si Kecil? Yuk, simak beberapa tips berdasarkan pengalaman mom Tara.

Tips Tamasya Bersama Anak

Tentunya kita sangat senang jika ingin berliburan bersama keluarga. Yuk, simak tips berikut agar perjalanan lancar.

Tips Family Travelling Bersama Balita

Liburan bersama keluarga adalah moment yang selalu ditunggu, yuk simak tips travelling ala mom Charisma.

Kapan Sebaiknya Hamil Anak Kedua?

Apakah Moms berencana untuk menambah anak? Sebenarnya berapa lama saat yang baik untuk menambah anak selanjutnya?

Ini Jenis dan Gejala Penyakit Radang Usus yang Perlu Diwaspadai

Apakah Moms mengalami beberapa gejala seperti demam, diare, nyeri perut, dll? Waspada radang usus Moms!

5 Gejala Awal Kanker Payudara

Apakah Moms memiliki beberapa gejala seperti gatal dan sakit serta kulit memerah pada area payudara? Waspada kanker!