Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Alergi pada Anak: Apakah Bisa Berlanjut Menjadi Asma?

HEALTH TIPS  |  19 May '19


Beberapa waktu lalu saya mengikuti sebuah acara yang membahas tentang alergi pada anak. Dalam acara ini ada sesi sharing bersama ahli alergi anak yaitu Dokter Nila Kusumasari, Sp.A yang praktik di RSUP Fatmawati dan Rumah Sakit Permata Cibubur. Saya ingin mencoba sharing isi dari materinya ya. Semoga bisa bermanfaat bagi ibu-ibu yang galau dengan alergi anak. 

Persoalan alergi pada anak saat sekarang ini sudah sangat lazim kita dengar, banyak sekali anak yang alergi. Alergi makanan salah satunya. Alergi makanan merupakan masalah kesehatan global yang paling banyak terjadi pada awal pertama kehidupan anak. Sekitar 6-8% insiden pada 3 tahun pertama usia anak itu mengalami alergi pada makanan.

Alergi itu apa sih? Alergi itu sebenarnya respons tubuh yang abnormal terhadap pajanan bahan atau zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Reaksi abnormal itu disebut dengan hipersensitif, karena pada orang normal bahan makanan tersebut tidak masalah.

Anak yang berisiko alergi pastinya anak yang punya riwayat penyakit ATOPIK dalam keluarga. Jika salah satu orang tua memiliki riwayat yang sama, maka akan memungkinkan anak juga mengalaminya.

Berdasarkan kartu deteksi dini alergi, menjelaskan bahwa jika salah satu orang tua memiliki riwayat alergi, maka 40-60% kemungkinan anak akan alergi. Kemungkinan alergi akan meningkat sekitar 60-80% jika kedua orang tua memberi manifestasi yang sama, kedua orang tua sama-sama alergi.

Namun jika kedua orang tua tidak memiliki riwayat alergi, kemungkinan anak yang dilahirkan tetap bisa menjadi anak yang alergi sekitar 5-15%. Dan meningkat menjadi 25-30% kemungkinan anak akan alergi jika memiliki saudara kandung yang sudah alergi.

Tantangan bagi anak yang alergi adalah pada awal kehidupan anak, kita sulit mendeteksi anak kita alergi apa aja ya?

Berdasarkan keluhan, kebanyakan alergi akan muncul segera setelah mengonsumsi makanan, hanya hitungan menit-2 jam setelah memakan pangan yang membuat alergi. Tapi bisa jadi lebih dari 2 jam. Tapi tidak akan lama atau bisa melebihi dari 7 jam untuk menunggu reaksi itu terjadi.

Cara dokter menegakkan diagnosis non ig-E mediated hypersensitivity

  1. Riwayat penyakit (dalam keluarga)
  2. Gejala klinis
  3. Biopsi
  4. Eliminasi dan provokasi
  5. Confirm diagnosis 

Jadi sedikit jelas tahapannya ya, untuk provokasi eliminasi memang dianjurkan terlebih dahulu untuk mendeteksi anak yang alergi. Tidak langsung melakukan pengecekan dengan tes alergi.

Cara dokter menegakkan diagnosis

Tatalaksana untuk anak yang alergi terhadap makanan

  1. Diagnosa harus benar
  2. Respons terhadap obat di saat anak terkena alergi
  3. Diet menghindari makanan pencetus alergi. Jangan sampai orang tua kesulitan memberikan makanan yang bisa membuat anak malnutrisi. Bisa dikonsultasikan ke ahli gizi untuk menetapkan alternatif makanan lainnya.
  4. Menghitung toleransi terhadap makanan, dan 
  5. Pemantauan

Catatan untuk orang tua dan pengasuh:

  1. Identifikasi alergen makanan penyebab
  2. Kenali alergen pada makanan:
    • Komponen yang tersembunyi
    • Penjelasan di label makanan
    • Kontaminasi silang, berbagi alat masak. Ini sering terlupa ya. Kadang secara gak sengaja.
    • "Istilah industri"/natural flavor. Mungkin saja susu sapi.
  3. Anjurkan diet seimbang, konsultasikan ke ahli gizi.

Bisa tidak alergi anak sembuh? Kenapa ya, setelah alergi berkurang, jika sedang batuk pilek sedikit berbeda batuk yang dialami anak alergi?

Anak yang punya alergi makanan biasanya mengalami ruam merah pada kulit dan terasa gatal. Sering disebut dengan istilah eczema / dermatitis atopik.

Jadi tahapannya kalo anak eczema atau Dermatitis Atopik karena pencetus makanan pada usia bayi ini, akan berkurang dan perlahan-lahan menghilang seiring bertambahnya usia anak. Kekebalan tubuhnya makin meningkat.

Menurut dokter Nila, tahapan anak yang mengalami alergi muncul ruam merah/eczema di usia bayi hingga 1/2 tahun. Usia 2/3 tahun hingga usia 5 tahun mulai muncul batuk asma. Dan usia 5 tahun ke atas (usia SD) berlanjut menjadi rhinitis alergi.

Kita bahas satu persatu ya,

  1. Usia bayi-hingga 1 tahun

Si Ibu yang punya anak alergi akan berkutat dengan makanan anak di usia ini. Ibu akan sibuk memikirkan alergi anak apa dan bagaimana menghindari pencetusnya. Dikit-dikit muncul ruam merah. Salah makan dikit, ruam. 

Hingga makin bertambah usia, kekebalan tubuh makin meningkat. Menjelang usia paling lama 3 tahun, alergi/ruam merah sudah mulai berkurang atau hilang. Kalaupun ada paling cuma muncul ruam merah di daerah-daerah lipatan, seperti ketiak, kaki dan tangan. 

PR ibu di usia ini,

  • Mencari tahu makanan yang berpotensi alergi buat anak
  • Provokasi Eliminasi. Mencoba satu per satu jenis makanan yang kemungkinan dicurigai, dan menghindarinya jika sudah ketahuan menjadi penyebab alergi anak. 
  • Mencari tahu batas toleransi makanan tersebut perlahan-lahan.
  1. Di usia 3 tahun-5/6 tahun (hingga menjelang usia sekolah)

Orang tua akan disibukkan dengan batuk asma anak. Gejala alergi makanan sudah mulai berkurang, tapi PR orang tua yaitu ke batuk sesak cenderung asma. Terkadang dokter menyebutnya batuk alergi.

Pencetusnya kebanyakan dari faktor luar. 

Pencetus nomor 1, ROKOK.

Lalu debu dan polusi serta tungau dan kotoran di rumah, kayak kecoak, dsb.

PR Ibu di usia ini:

  • Bersih-bersih rumah, karpet, boneka dan selimut berbulu, dan lainnya yang berbulu dan menyerap debu. Semua buang/simpan rapi.
  • Hindari asap rokok dan asap kendaraan, semprotan obat nyamuk, dll.
  • Rajin bersih-bersih debu, sedot tungau (pantesan sekarang hits ya).
  1. Di usia 5/6 tahun ke atas (usia sekolah)

Nah, lanjut di usia sekolah 5/6 tahun. Kedua gejala di atas mulai menghilang atau makin berkurang. Lalu berlanjut ke rhinitis allergy (yang suka bersin2 kalo ada debu atau dingin pagi hari).

PR di usia ini:

  • Tetap harus bersih-bersih dan menghindari asap rokok debu dan lainnya.
  • Mengurangi makanan jajanan luar yang mengandung MSG serta coklat dan lainnya. Lebih mengutamakan makanan rumahan.

Jadi begitulah skema keluarga Atopik yang bisa jadi eksimnya akan bertahan hingga dewasa, tapi biasanya muncul lagi kalau daya tahan tubuhnya menurun.

Seperti saya dan adik jaman kecil dulu, kita berdua yang memiliki gejala alergi yang cukup besar. Suka gatal-gatal dan meruam kalo kita makan makanan pencetus pada saat daya tahan tubuh pun lagi gak oke.

Q n A

Kadang ketika saya makan ga papa, tapi kadang muncul, kenapa?

Karena kadang ada tingkat toleransinya. Makan dikit ga papa, tapi kalo banyak bisa muncul lagi. Apalagi kalo daya tahan tubuh pun lagi turun.

Udah berkurang alerginya, apalagi dari makanan. Tapi kalo kena udara luar atau debu suka muncul lagi.

Jadi pencetusnya pun kadang gak cuma satu ya. Biasanya kerap double atau bahkan triple pencetus yang membuat dia muncul kembali.

Jadi ingat kata prof. Darmawan ahli asma. Asma itu gak akan muncul kalo gak diundang. Obatnya cuman 3. Yaitu jauhi, jauhi dan jauhi pencetusnya. Obat pun gak perlu. Begitu juga dengan alergi. Sekian.

Tapi kalo udah kepalang muncul gimana?

Perlu ditangani pasti ya sama ahlinya. Perlu ditanya juga pengontrolnya apa. Dan perlu apa tidak punya action plannya.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

187 Mesa lindari

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.

Ini 4 Gejala Penyakit Kanker Payudara yang Dapat Langsung Moms Kenali

Kanker payudara adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh ketidaknormalan pertumbuhan sel-sel di payudara.