Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Alat Kontrasepsi Non Hormonal

HEALTH TIPS  |  OTHERS  |  13 Sep '18


Anda yang sudah berkeluarga tentu mempunyai penataan untuk masa depan, termasuk dengan memikirkan anak sebagai generasi penerus keluarga. Namun di sisi lain, mungkin ada beberapa faktor lain yang mengharuskan Anda menunda kehamilan. Salah satu cara untuk menunda kehamilan adalah menggunakan alat kontrasepsi. Terdapat dua jenis alat kontrasepsi, yaitu hormonal dan non hormonal.

Alat Kontrasepsi Non Hormonal

Kondom
Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi non hormonal yang terbuat dari karet, kulit hewan atau lateks dengan tekstur yang tipis dan digunakan pala alat kelamin laki-laki sebelum melakukan hubungan intim. Kondom digunakan untuk mencegah sperma masuk ke dalam vagina.

Intra Uterin Device (IUD)/Spiral
IUD terbuat dari plastik kecil yang umumnya berbentuk T. Penggunaannya dimasukkan pada rahim perempuan oleh ahli medis yang sudah terlatih. Kebanyakan dari IUD ini hanya berbentuk plastik saja, namun ada juga yang dilapisi tembaga. Ada IUD yang mengandung hormon dan ada juga yang tidak mengandung hormon. Bentuk IUD pun beragam, ada yang berbentuk S, T, 7, bahkan berbentuk seperti sepatu kuda, namun memiliki fungsi yang sama dalam mencegah kehamilan.

Akhir-akhir ini penggunaan IUD menjadi pilihan karena tidak ribet dalam perawatan. Anda hanya akan terlibat ketika pemasangan, setelahnya Anda akan terlindung dari risiko kehamilan tanpa harus menggunakan apa-apa lagi, dan bisa menggantinya dalam jangka waktu tertentu. Atau Anda bisa melepaskannya kapan saja ketika sudah tidak lagi membutuhkannya.

Cara kerja dari IUD ini adalah menghalangi pergerakan sperma ke arah sel telur, sehingga sel telur akan gagal dibuahi. Selain itu, IUD juga menebalkan lendir pada dinding rahim sehingga jika ada sel telur yang berhasil dibuahi, maka tidak akan bisa menempel pada dinding rahim.

Namun beberapa kekurangan dari IUD ini adalah bisa mengubah siklus haid pada 3 bulan pertama sejak pemasangan, dan akan berkurang kembali setelah 3 bulan. Darah haid jua bisa keluar lebih banyak dalam waktu yang lebih lama. Pasangan Anda juga mungkin mengeluh rasa sakit karena terkena potongan benang IUD.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1792 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Sering Menjatuhkan Sesuatu Tanpa Sengaja? Waspada Gejala Sindrom Carpal Tunnel!

Seseorang dengan sindrom carpal tunnel mungkin mengalami kesulitan mengetik di komputer atau bermain game.

Mengatasi Anak Overweight dan Underweight

Seperti apa ciri anak kelebihan dan kekurangan berat badan? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Sindrom Brugada: Gangguan Serius Terkait Irama Jantung

Sindrom Brugada merupakan gangguan irama jantung yang berpotensi mengancam jiwa.

Cara Mengobati Sifilis pada Wanita

Sifilis bisa menyerang siapa saja baik tua, muda, wanita, pria hingga anak-anak. Berikut penanganannya.

Mengenal 3 Gejala Diabetes yang Hanya Dialami Wanita

Khusus pada wanita, ada setidaknya tiga gejala diabetes yang perlu diketahui. Apa saja gejala tersebut?

Hal Berikut Perlu Diperhatikan Penderita Asma Sebelum Memutuskan Hamil

Apakah Moms memiliki riwayat asma? Jika ingin mencoba memiliki keturunan disarankan konsultasi terlebih dahulu.

Daftar Gejala Kanker Rahim yang Harus Moms Waspadai

Meskipun penyebab pastinya tidak diketahui, ada beberapa faktor yang menyebabkan risiko kanker rahim meningkat.

Cara Paling Efektif Memperlancar Haid yang Tidak Teratur

Untuk mengatasi haid yang tidak teratur, Moms bisa mempraktikkan cara paling efektif untuk memperlancar haid berikut ini.

10 Tips Merawat Diri Setelah Melahirkan

Apakah Moms sudah merawat diri pasca kelahiran si Kecil? Hal tersebut dapat mengurangi beberapa penykit loh!

Moms, Perhatikan Tanda dan Gejala Hipertensi Berikut!

Hampir sepertiga orang di dunia memiliki tekanan darah tinggi. Namun, gejalanya terkadang tidak tampak.

Cara Merawat Anak yang Berpuasa

Saat merawat si Kecil yang sedang berpuasa, Moms harus mengingat hal-hal berikut ini.

Serba-serbi Kanker Serviks: Definisi, Gejala, Diagnosis, Pencegahan & Pengobatan

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal di lapisan serviks tumbuh dengan cara yang tidak terkontrol.

Waspada, Moms! Ini Gejala Sakit Tipes pada Anak

Penyakit tipes merupakan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak.

5 Gaya Hidup Berikut Pengaruhi Kesuburan Pria

Gaya hidup ini termasuk apa yang dimakan dan diminum hingga aktivitas sehari-hari.

Premarital Check Up: Apa Saja Fungsinya dan Mengapa Penting?

Mari kita simak 9 tes penting sebelum nikah dengan alasan mengapa masing-masing pemeriksaan perlu dilakukan.

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Perut Kembung & Mencret pada Anak

Yuk Moms, mari kita kenali penyebab dan gejala perut kembung & mencret yang dialami bayi beserta cara mengatasinya!

Gejala, Penyebab dan Penanganan Defisiensi Kalsium pada Bayi

Tidak hanya orang dewasa yang dapat kekurangan kalsium. Ternyata bayi juga bisa kekurangan kalsium lho Moms!

Interaksi Asam Folat dengan Zat Lain

Jika Moms sedang mengonsumsi obat asam folat, sebaiknya hindari interaksi dengan beberapa zat berikut ini.

Anak Bisa Tertular Sakit Tanpa Kontak Langsung?

Anak bisa tertular penyakit tanpa kontak fisik langsung lho Moms. Lalu bagaimana penularannya?

Cara Ampuh Merawat Gigi si Kecil

Kapan harus mulai menyikat gigi bayi? Perlukah membeli sikat gigi bayi? Pasta gigi jenis apa yang terbaik?