Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Aku Tidak Baik-baik Saja

MY STORY  |  OTHERS  |  12 Sep '19


Ada perasaan takut ketika aku hanya sendirian di rumah bersama bayiku. Bayiku berusia dua minggu saat itu.

Suamiku harus bekerja. Ibu dan keluargaku harus kembali ke rumah yang kebetulan berbeda kota bahkan berbeda provinsi denganku karena mereka memiliki kesibukan yang juga tidak bisa ditinggalkan lama-lama.

Ya, sejak saat itu aku harus membiasakan diri di rumah dari pagi hingga sore hanya berdua bersama bayiku.

Keinginanku untuk memasak, membersihkan rumah terkadang harus urung karena bayiku menangis, karena bayiku ingin menyusu atau karena bayiku ingin didekap. Wajarkah? Tentu saja wajar jika bayi baru lahir seperti itu. Buatku membersihkan rumah dan memasak adalah hiburanku di tengah-tengah kesibukan mengurus bayi, apalagi newborn. Terbayang harus menyusui setiap dua jam sekali, menggendongnya ketika merengek, menggantikan popok setiap kali buang air kecil maupun air besar, dan begadang pula. Apakah itu beban? Tentu saja tidak, tapi aku juga ingin jeda untuk bernafas di sela-sela kegiatan mengurus bayi baru lahir. Untung saja ada suami yang selalu membantu, mensupport dan tidak menuntutku apa-apa.

Tetapi sering kali ketika siang hari aku ketakutan sendiri. Perasaan takut yang bingung harus aku deskripsikan seperti apa. Takut ketika bayiku menangis. Takut ketika ia rewel dan aku tidak tahu penyebabnya apa. Pun selalu ada perasaan takut tidak bisa merawat bayiku dengan baik. Apalagi bayiku pernah memiliki riwayat harus melakukan fototerapi karena bilirubinnya tinggi hingga mencapai 17 dan penyebabnya dia dehidrasi karena bisa dibilang ASIku belum mencukupi kebutuhannya saat itu. Ketakutan itu selalu berujung pada tangisanku di siang hari bersama bayiku. Setiap hari aku selalu menelfon suamiku sambil menangis, bahkan hingga meraung-raung memintanya pulang lebih awal yang terkadang itu tidak mungkin dia lakukan karena adanya tanggung jawab dalam pekerjaannya. Sudah tidak terhitung berapa kali dalam sehari aku menelfonnya hanya untuk meluapkan ketakutan itu. Ketakutan bercampur emosi bercampur rasa bersalah. Ya, aku rupanya pun memendam emosi terhadap perkataan seseorang mengenai pola perawatan bayiku hingga mengenai asupan susu bayiku. Entah mengapa tanggapannya kali itu terus bersarang di kepalaku. Hingga berujung rasa bersalah terhadap bayiku. Merasa bahwa aku tidak baik dalam merawatnya bahkan merasa belum siap menjadi ibu. Bahkan aku juga merasa tidak bersyukur dan bahagia karena memiliki bayi.

Dalam hati aku selalu mengakui bahwa "ada yang tidak beres dengan diriku." "Aku tidak baik-baik saja."

Aku berusaha mencari akar masalahnya karena ini sudah terjadi lebih dari seminggu. Apa sih yang terjadi dalam diriku? Sesungguhnya aku sudah tahu mengenai baby blues, tapi apakah aku benar-benar mengalaminya?

Hingga akhirnya aku dan suami memutuskan untuk meminta ibuku menemaniku lagi di rumah hingga kondisiku membaik.

Dan yaaa, itu adalah salah satu solusi terbaik untuk mengatasi baby bluesku. Ditemani oleh orang yang membuatku nyaman yaitu ibu dan suamiku. Aku pun juga mulai terbuka dengan teman-teman yang telah menyandang gelar sebagai ibu dan itu membuatku lebih baik karena bisa berbagi cerita dan mendapatkan saran-saran dari teman-temanku itu. "Cara waras paling sederhana adalah bercerita dengan orang yang waras juga."

Poin paling penting dan utama dari mengatasi baby blues  versiku adalah SELALU BERSYUKUR, selalu mengingat bahwa Allah begitu baik mengamanahkan bayi yang harus aku rawat dan didik. Allah menitipkan, maka Allah yakin aku mampu menjadi orang tua yang baik.

Dan jangan pernah menyangkal jika kita merasa tidak baik-baik saja. Karena dengan kita menyadari itu, kita akan berusaha untuk mengubahnya menjadi baik-baik saja.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

244 Rosmaniar Amri

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Manfaat Air Purifier untuk Pencegahan Virus

Partikel udara kotor ternyata dapat mempercepat penyebaran virus. Air purifier efektif untuk membantu menghilangkan partikel udara kotor.

Waspadai Banjir Bersama si Kecil Saat Musim Hujan

Salah satu masalah besar yang tidak bisa dihindari saat musim hujan adalah bencana banjir.

Tidak Hanya Melembabkan Udara, Berikut Manfaat Humidifier Lainnya

Humidifier tidak hanya berguna untuk melembapkan udara lho Moms, masih banyak manfaat yang bisa didapat dari humidifier

Pentingnya Mengatur Kelembapan Ruangan

Udara yang panas dan penggunaan AC yang sering menyebabkan kulit kering. Maka dari itu Moms perlu alat yang satu ini

Perlukah Air Humidifier untuk si Kecil?

Apa saja sih manfaat yang dapat dirasakan setelah menggunakan air humidifier bagi kesehatan si Kecil dan keluarga?

Ruangan Ber-AC Membuat Kulit Kering? Yuk Moms Pakai Humidifier!

Penggunaan AC setiap hari bisa membuat kulit kering, tapi tenang Moms ada solusinya untuk mengatasi kulit kering

Tidak Hanya Ibu, Ternyata Ayah Juga Rentan Mengalami Baby Blues

Baby blues yang biasa kita tau dapat menyerang seorang Ibu baru, tapi ternyata suami saya juga mengalaminya

Suami Jadi Tak Humoris? Jangan-Jangan Baby Blues

Baby blues selalu menjadi perbincangan hangat di dunia parenting dan ternyata suami juga berpotensi mengalaminya lho

Syndrome Baby Blues yang Dialami oleh Suamiku

Baby blues pada ayah berbeda dengan baby blues yang terjadi pada ibu akibat perubahan hormon pada wanita.

Baby Blues yang Terjadi pada Suamiku

Saat si Kecil lahir, tentu saya banyak sekali melihat perubahan yang terjadi dalam diri suami saya.

Ketika Suami Baby Blues, Ini Cara Saya Menanganinya

Aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana awal suamiku terkena baby blues dan bagaimana aku menyikapinya.

Cerita Syndrom Baby Blues yang Menimpa Suamiku

Lain anak, lain cerita. Saat anak kedua kami lahir, justru suami sayalah yang mengalami sindrom baby blues.

Baby Blues yang Dialami Ayah saat Kelahiran Anak Keduaku

Halo moms, sedikit cerita, saya ibu dari dua orang anak dimana umur saya dan suami berbeda 4 tahun.

Mengalami Baby Blues secara Bersamaan, Aku dan Suamiku Menjadi Semakin Mesra

Setelah menikah, saya memilih meninggalkan comfort zone saya di rumah orangtua, untuk ikut dengan suami

Waspada Pre-Baby Blues pada Suami!

Sepuluh tahun saya berpacaran dan akhirnya sampai di jenjang pernikahan.

Tipsku agar Daddy Blues Tidak Berujung Depresi

Memiliki anak adalah life changing moment bagi para pasangan. Mereka memiliki title baru, sebagai "orang tua".

Mari Kita Pahami Kondisi Psikis Ibu yang Baru saja Melahirkan

Menjadi seorang Ibu merupakan suatu hal yang menurut saya ajaib

Pengalaman Baby Blues Dan Beberapa Faktor Penyebabnya

Baby blues pernah dirasakan sebagian besar ibu. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan baby blues

Cemburu Sama Anak Akibat Baby Blues

Sempurna: lahiran normal, pembukaan cepat, ASI lancar, keluarga besar siap membantu, tapi tetap alami baby blues?

Takut Mencari Informasi Karena Baby Blues

Saya pun tersadar mencari informasi itu penting, membantu saya menemukan solusi dan tidak panik dalam mengurus newborn