Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Akibat Tidak Vaksin DPT

HEALTH TIPS  |  21 Mar '18

Tahukah anda bahwa penyakit DPT adalah tiga penyakit berbeda yang masing-masingnya memiliki resiko tinggi dan berbahaya?  Vaksin DPT adalah singkatan dari difteri, pertusis dan tetanus, vaksin ini wajib diperoleh sejak balita. Namun jika anda belum memperolehnya dan hendak merencanakan kehamilan segeralah berkonsultasi dengan obgyn untuk melakukan vaksin ini. Namun, jika anda masih ragu untuk melakukan vaksin ini, berikut adalah beberapa informasi seputar penyakit DPT : 

  • Difteri 
    Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Penyakit ini menyebabkan timbulnya lapisan abu-abu pada tenggorokan sehingga mengakibatkan sulit untuk makan dan bernapas. Jika infeksi ini terus dibiarkan dan tidak diobati, menyebabkan toksin yang dihasilkan oleh bakteri menyebabkan terjadinya gagal ginjal dan lumpuh. 
  • Pertusis
    Dikenal sebagai batuk rejan merupakan penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan dan batuk parah. Penyakit ini dapat menimbulkan kemungkinan pneumonia, kerusakan otak, kejang bahkan kematian. 
  • Tetanus
    Merupakan vaksin untuk ibu hamil dan janin dalam mencegah penyakit tetanus yang dapat memicu terjadinya kejang, lumpuh dan kekakuan otot. Berbeda dengan dua penyakit di atas, tetanus tidak menular pada orang lain. Perlu Anda ketahui bahwa kuman tetanus bisa menginfeksi janin di dalam kandungan. Pada kasus yang lebih parah bisa menyebabkan kematian pada janin. Jika ibu hamil tidak melakukan vaksin ini maka bayi sangat beresiko terkena infeksi tetanus sesaat setelah tali pusar dipotong.

Mengapa wanita hamil  harus mendapatkan vaksin ini dan amankah jika dilakukan saat sedang hamil ? 
Vaksin ini diperlukan untuk memastikan agar bayi benar-benar dilindungi. Vaksin DPT dapat diberikan sepanjang kehamilan, namun waktu yang direkomendasikan antara kehamilan 27 hingga 36 minggu. Vaksin DPT dibuat dari toksoid, sehingga aman selama kehamilan. Perlu di ketahui bahwa tidak ada vaksin ataupun obat dengan kadar aman 100%. Akan tetapi akan ada beberapa efek samping dari melakukan vaksin, namun biasaya efek yang di timblkan ringan dan bersifat sementara seperti demam ringan dan agak bengkak pada bagian suntikan.

Amankah jika ibu hamil tidak melakukan vaksin ini? 
Aman atau tidaknya kembali lagi dengan daya tahan atau antibodi pada tubuh dan janin moms. Akan lebih baik tetap dilakukan untuk berjaga-jaga, namun dapat dikonsultasikan bersama pasangan dan dokter.

Semoga bermanfaat.

By: M.A

1086 M A

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ini Faktor Penyebab, Gejala dan Ciri-ciri Tekanan Darah Rendah

Faktor apa saja yang menyebabkan darah rendah? Lalu seperti apa gejala dan ciri-cirinya?

Penting Gak Sih Menjaga Kebersihan Ibu Menyusui?

Menjaga kebersihan seorang ibu menyusui sangat penting agar menghindari bakteri yang akan masuk ke tubuh anak.

Caraku Atasi Keputihan Saat Hamil

Apakah Moms mengalami keputihan ketika hamil? Bagaimana mengatasinya? Yuk, simak tips ala mom Denasi.

Tanda Bayi Cukup ASI

Pastinya semua ibu ingin memeberikan yg terbaik untuk anak nya terlebih lagi yaitu pemberian lewat ASI.

Tips Menjaga Kekebalan Tubuh Anak Saat Musim Hujan

Ketika sedang musim hujan, jangan lupa memperketat kebersihan si Kecil agar tidak terkena berbagai macam penyakit.

Tips Memilih Botol Susu Bayi yang Baik

Apakah Moms sedang melakukan persiapan untuk kehadiran si Kecil? Simak tips memilih botol susu yang baik dan benar.

Faktor Pemicu Risiko Kanker Lambung dan Gejalanya

Penderita kanker lambung sering tidak menyadari gejala-gejalanya karena mirip sakit maag.

Ketika si Kecil Terkena Ruam Popok

Apakah si Kecil sedang terkena ruam popok Moms? Tidak perlu khawatir, yuk simak tips mengatasinya ala mom Samitri.

Temui 8 Tanda Gejala Diabetes Melitus Berikut? Segera Ubah Gaya Hidup

Penyakit diabetes melitus berkembang sangat perlahan jika dibandingkan dengan penyakit kronis lainnya

Yang Wajib Ada dalam Kotak P3K-ku untuk Baby 7 bulan

Baby dibawah satu tahun masih riskan terserang penyakit, karena itu keseshatan sangat penting untuk dijaga.

Gejala Maag Kronis dan Bedanya dengan Maag Biasa

Maag kronis atau gastritis kronis adalah radang lambung yang terjadi berulang dalam waktu yang lama. Apa gejalanya?

3 Sayuran untuk Ibu Hamil dengan Nutrisi Lengkap Paling Bagus

Pastinya setiap ibu ingin memberikan gizi yang terbaik untuk anaknya. Mari konsumsi sayuran dengan nutrisi terlengkap!

Penyebab Kejang Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Apakah si Kecil mengalami kejang Moms? Jangan khawatir, yuk, simak informasi penanganannya berikut ini.

Tips Menyusui Saat Saya Terserang Flu dan Batuk

Bolehkah tetap menyusui saat terserang batuk atau pilek? Tidak ada alasan untuk menghentikan proses menyusui ya Moms.

Segudang Manfaat Minyak Kelapa Murni Untuk Anak

Apakah Moms sudah tahu bahwa minyak kelapa memiliki segudang manfaat? yuk, simak informasi selengkapnya.

Gejala Hepatitis A Awal, Lanjutan dan Parah yang Perlu Diwaspadai

Hepatitis A adalah kondisi peradangan organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Apa saja gejalanya?

4 Cara Mudah Mengatasi Keputihan

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi keputihan yang bisa Moms lakukan di rumah.

Demam Berdarah Dengue Penyakit Mematikan! Ini Daftar Gejalanya

Demam berdarah dengue (DBD) adalah jenis penyakit demam berdarah ganas yang mematikan

Ini Tanda dan Gejala Demam Berdarah pada Anak

Apa saja tanda anak terserang demam berdarah? Lalu bagaimana mencegah anak terkena demam berdarah?

5 Hal Penting Saat Gejala Usus Buntu pada Wanita Muncul

Radang usus buntu terjadi ketika usus buntu tersumbat dan menyebabkan peradangan bahkan pembengkakan.