Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ajarkan Ia Merasakan Rasa Sedih

MY STORY  |  PARENTING  |  12 Apr '18


“Aduh kamu jatuh, ya ampun sakit ya Nak? Kursinya bandel ya, nih Ibu sudah sentil kursinya.  Jangan menangis yaaa..” 

Mungkin Mom sering mendengar perkataan seperti itu, atau malah mungkin pernah mengucapkannya? Terdengar sepele memang. Guna membuat anak tidak menangis dan terkesan tidak salah dan menjadi sedih dalam proses belajarnya, Kita seringkali “menyalahkan” benda lain dan memberikan hukuman pada benda tersebut.

Betulkah? Nampaknya kurang tepat. 

Saya punya teman yang keponakannya sedari kecil selalu diperlakukan seperti itu, dan sampai usia TK, dia seakan tidak pernah merasa salah. Selalu menyalahkan orang lain/sesuatu. WOW. Hebat sekali ya dampaknya. Terbawa hingga ke usia yang seharusnya sudah mengerti mana yang benar dan mana yang salah dan belajar mengerti apa arti tanggung jawab.

Ternyata hal sepele itu bisa berdampak sangat luas dan panjang jika memang salah mengajarkannya. Jika itu dibiarkan terus menerus hingga besar, tak terbayang bukan bila jika Ia berbuat salah selalu mencari cari pembenaran dan menyalahkan orang lain? Maksud hati ingin menyayangi anak namun kita malah seringkali lupa untuk mengajarkannya sedini mungkin rasa sedih dan tanggung jawab. 

Ya Mom, tanggung jawab bisa perlahan dan sesimpel mungkin diajarkan dari kecil. Saat Ia belajar berjalan misalnya. Ketika Ia terjatuh, kejeduk, dan menangis, tahan mulut kita untuk menyalahkan kursi yang memang menghalanginya. Peluklah Ia dan berikan rasa tenang. Gantilah kata-kata yang terucap menjadi “Wah, kamu hebat sudah bisa jalan, gapapa jika terjatuh, besok harus lebih hati-hati ya”. Jika Ia ingin menangis, biarkanlah sejenak, sembari alihkan perhatiannya untuk berhenti menangis. Ajarkan Ia merasakan kesedihan dan bertanggung jawab atas perilaku yang Ia  sudah lakukan.

Memang mungkin tidak mudah melakukannya, apalagi jika kita sendiri diperlakukan seperti itu oleh orang tua kita sedari kecil. Namun apa salahnya jika kita mencoba untuk mendidik anak yang nantinya akan tumbuh dan berkembang lebih baik dari Kita?

Bersyukurlah orang tua yang hidup di zaman sekarang yang memiliki banyak media pembelajaran untuk Si Kecil. Kalau saya memilih buku. Saat ini sudah banyak buku yang bisa Saya pilih kontennya, dengan fitur yang menarik dan beragam. Bacakan dan ajarkan Ia bertanggung jawab atas kegiatan yang Ia lakukan, dan mengelola emosi dan perasaannya. Tidak ada yang salah untuk mengajarkan bahwa tidak semua yang Ia inginkan dapat berjalan sesuai dengan keinginannya. Toh nantinya dalam hidup pastinya akan ada rasa senang, bahagia sedih, dan kecewa, dan tidak ada yang salah dengan hal itu, bukan?

Semoga bermanfaat.

By: Lizta Permata.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2919 Lizta permata

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Puasa HP & TV untuk Mengurangi Kecanduan

Apakah si Kecil memiliki kecanduan terhadap gadget atau TV? Mungkin Moms bisa terapkan puasa gadget/TV.

Membiasakan Anak Makan di Kursi Makannya, Mengapa Tidak?

Moms, sangat penting untuk mengajari anak bahwa saat makan harus duduk, bukan sambil digendong atau berlarian.

Si Kecil Selalu Menempel dengan Mamanya, Bagaimana Perkembangan Sosialnya?

Pada usia berapa sebenarnya Moms sudah bisa mulai memantau perkembangan sosial si Kecil?

Menjadi Orang Tua Anti Panik saat Anak Sakit

Memang tergolong wajar jika orang tua panik saat anaknya sakit, namun respon panik ternyata bisa membahayakan!

Mengenal Karakter si Otak Kanan

Apakah anak yang tidak tenang termasuk anak yang bermasalah? Simak dulu sharing berikut Moms

Menangani si Kecil yang Suka Memukul

Apakah si Kecil sering memukul orang sekitarnya? Moms dapat mencoba cara berikut untuk mengatasinya.

Kapan Life Skills Perlu Diajarkan ke Anak?

Mengajarkan anak beragam life skills akan membantunya untuk menjadi mandiri di kemudian hari.

Si Kecil Tantrum di Mobil, Harus Bagaimana?

Tantrum anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di dalam mobil ketika sedang bepergian.

Apakah Lingkungan Mempengaruhi Perilaku si Kecil?

Pergaulan si Kecil harus banget kita pantau lho Moms, bagaimana caranya?

Mitos Seputar Bayi Jatuh

Bayi yang jatuh sekali, akan jatuh lagi sampai sebanyak tujuh kali. Benarkah demikian?

Tips Membangun Komunikasi yang Baik pada Anak

Mom Devina membagikan beberpa tips membangun komunikasi yang baik pada anak. Yuk simak tipsnya Moms!

Membesarkan Anak Multilingual

Mom Sephyani membagikan cara untuk mengenalkan dua bahasa kepada anak. Yuk ikuti tipsnya Moms!

Bagaimana Cara Mengajarkan Suka Berbagi Kepada Anak?

Anak-anak identik dengan berebut sesuatu. Bagaimana kita menanamkan rasa mudah untuk berbagi?

Manajemen Emosi untuk Ibu Bekerja yang Mempunyai Balita

Memanajemen emosi disaat kita bekerja dan memiiki anak merupakan hal yang sulit. Berikut Mom Wahyu memiliki tips untuk memanajemen emosi, yuk disimak

Kapan Harus Berkata Jangan pada Anak?

Moms, sebenarnya bolehkah berkata jangan pada anak? Yuk simak cara Mom Wahyu dalam mendidik anaknya.

Pelit terhadap Anak, Wajar atau Lebay?

Apakah baik jika kita selalu membolehkan anak untuk membeli barang apa pun yang dia sukai setiap kali pergi ke mal?

Bagaimana Membuat Bayi Cepat Terlelap?

Apakah si Kecil susah sekali dibuat terlelap? Coba ikuti tips dari Mom Vivian berikut ini agar bayi bisa tidur nyenyak.

Saying NO to children?

Moms, benarkah orang tua tidak diperbolehkan menggunakan kata “JANGAN” atau “NO” kepada si Kecil?

Haruskah si Kecil Dipaksa Meminta Maaf?

Mengajari anak untuk meminta maaf harus dimulai di rumah dan di teladani oleh orang tua. Yuk, simak pengalaman Mom Sarah berikut ini.

Anak Suka Memegang Alat Kelaminnya Sendiri?

Pendidikan seks untuk si Kecil penting untuk dimulai sejak usia dini, Moms. Apalagi jika ia mulai gemar memegang alat vitalnya.