Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Rasa Lapar Meningkatkan Amarah

HEALTH TIPS  |  21 Apr '18

Apakah Mom pernah mendengar istilah hangry? Hangry merupakan gabungan dari kata hungry (lapar) dan angry (marah). Dengan begitu, hangry berarti rasa marah/cepat tersinggung yang disebabkan oleh perasaan lapar. Pernahkah Mom merasa tiba-tiba ingin emosi tanpa sebab? Mungkin saja hal tersebut diakibatkan oleh fenomena hangry.

Karbohidrat, protein, dan lemak yang dikonsumsi akan menjadi gula sederhana (seperti glukosa), asam amino, dan asam lemak bebas. Ketiga nutrisi ini masuk ke aliran darah, yang didistribusikan ke jaringan dan organ-organ tubuh dan berperan sebagai sumber energi. Beberapa saat setelah makan, nutrisi yang beredar dalam darah tersebut akan berkurang. Dan jika gula darah turun drastis, otak akan menganggap hal tersebut sebagai situasi yang berbahaya.

Berbeda dengan jaringan dan organ lain, otak tak mampu menggunakan sumber nutrisi lain untuk menjalankan fungsinya, otak sangat bergantung pada glukosa dalam tubuh. Akibatnya, hal sederhana tak dapat dilakukan ketika sedang lapar/saat kadar gula sedang menurun.

Ketika gula darah menurun, tubuh akan memproduksi hormon neuropeptide Y (NPY), yang turut mempengaruhi kondisi hangry. NPY akan menciptakan rasa lapar dan memiliki hubungan dengan agresi. Meskipun akan memicu amarah, hal tersebut sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk segera mendapatkan makanan.

Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang menginginkan makanan manis saat sedang hangry. Padahal makanan manis akan dicerna dengan cepat sehingga membuat cepat lapar kembali. Gula darah yang turun dengan cepat akan memproduksi hormon grelin (hormon lapar). Hal ini akan menyebabkan Anda merasa lapar kembali bahkan makan dalam porsi yang lebih banyak.

Hangry tentu dapat dicegah dengan mudah. Mom dapat selalu menyediakan cemilan sehat sebagai tindak antisipasi mencegah hangry. Contoh cemilan sehat seperti yoghurt rendah lemak, granola, potongan buah atau jus buah, dan edamame. Selain itu, Mom juga dapat makan tiga kali sehari. Cemilan instan seperti cokelat atau keripik kentang sebaiknya dihindari karena hanya akan membuat gula darah melonjak dan turun drastis dalam waktu singkat.

Tentu Mom harus terhindar dari hangry agar bisa tetap fokus menjaga anak dan tidak melampiaskan kemarahan di depan Si Kecil. Pola makan yang teratur juga akan menjamin Mom tetap fit dan sehat meski harus melakukan berbagai tugas ibu rumah tangga.

 

Semoga bermanfaat.

By: S. S.

 

VIEW REFERENCE ARTICLE

BACA JUGA: Mengenal Efek Samping Imunisasi, Apakah Berbahaya?

38 S. S. Send Message to Writer

Related Stories