Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Ada Harga, Ada Rupa, Benarkah Konsep Ini?

BRANDS  |  OTHERS  |  PARENTING  |  14 May '20


“Ada harga, ada rupa” merupakan sebuah peribahasa bahasa Indonesia yang memiliki arti kurang lebih “harga sebuah barang disesuaikan dengan keadaan barang”. Artinya, barang mahal adalah barang berkualitas tinggi, dan sebaliknya, barang yang berkualitas tinggi tentu harganya mahal. Dalam bahasa Inggris, ungkapan “higher price equals good quality” memiliki makna yang kurang lebih sama. Namun, benarkah konsep ini?

Sebelumnya, Moms perlu mengetahui definisi sebuah produk yang baik. Moms harus mengerti betul di mana Moms akan membelinya dan apakah produk tersebut mahal bagi Moms atau tidak. Pertanyaan-pertanyaan tersebut terutama harus Moms ketahui jawabannya ketika Moms bingung memilih antara membeli barang yang murah atau mahal.

Produk yang berharga mahal dianggap banyak orang memiliki kualitas lebih baik daripada produk dengan harga yang lebih murah. Kadang-kadang, hal ini memang benar adanya. Meski begitu, tidak semua kasus berlaku demikian. Perlu Moms ketahui bahwa sebuah perusahaan yang mengeluarkan produk berlabel “mewah” mungkin tidak benar-benar memproses produknya dengan cara semewah iklannya. Produk tas yang dikeluarkan oleh brand ternama mungkin saja diproduksi dengan biaya cukup murah. Label harga dan toko tempat dijualnya tas tersebut menambah nilai jualnya lalu membuat harganya meroket.

Menurut jurnal keluaran Universitas Chicago, Amerika Serikat, yang dikutip Samulisr dalam sebuah artikel di blog “Modern Buyer Behaviour” miliknya, orang cenderung membentuk opini bahwa “ada harga, ada rupa” karena tidak memiliki informasi lengkap mengenai produk yang akan dibelinya. Jadi, dalam benak mereka, produk berharga mahal pastilah lebih bagus. Mereka juga cenderung enggan membeli barang murah karena takut harus membeli lagi karena merasa produk murah cepat rusak. Sepertinya, mereka sulit memahami bahwa produk murah bisa memiliki kualitas yang sama dengan produk mahal. 

Untuk mengetahui produk manakah yang benar-benar memberikan nilai maksimal baik dari segi harga maupun kualitas, Moms perlu mencari informasi dengan cermat.

Bacalah definisi produk, review produk, dan carilah pendapat dari orang-orang yang pernah menggunakannya. Bila memungkinkan, Moms bisa mencoba terlebih dahulu produk tersebut di tokonya. Feel and experience the difference saat membandingkan produk-produk yang ditawarkan. Membandingkan harga juga penting agar Moms dapat menghemat pengeluaran Moms.

Eitan Gerstner dalam jurnalnya yang berjudul “Do Higher Prices Signal Higher Quality?”, diterbitkan oleh JSTOR, mengatakan bahwa konsumen sering tidak mampu membandingkan kualitas produk dari berbagai merek dengan jelas dalam sekejap mata. Untuk memudahkan mereka, para konsumen ini menggunakan tanda-tanda yang mendefinisikan sebuah produk berkualitas baik. Beberapa tanda tersebut adalah iklan, popularitas brand, dan harga.

Penelitian tersebut melibatkan perbandingan antara harga-harga produk rumah tangga dan makanan. Kesimpulannya, hubungan antara kualitas dan harga itu lemah. Banyak produk yang berharga lebih tinggi menunjukkan tanda-tanda berkualitas buruk. Temuan itu juga menunjukkan bahwa hubungan harga dan kualitas hanya berlaku pada produk tertentu; barang yang sering dibeli menunjukkan hubungan yang lebih lemah daripada barang yang tidak sering dibeli.

Penting bagi Moms untuk membeli barang yang sesuai dengan kebutuhan Moms, tidak menguras budget, tetapi tetap memiliki kualitas baik.

Agar tidak terpaku pada peribahasa “ada harga, ada rupa”, kenalilah terlebih dahulu kebutuhan Moms. Cari tahu produk-produk yang sekiranya menjadi solusi dari apa yang Moms perlukan. Jika harus memilih merek, pilih yang benar-benar peduli terhadap permasalahan yang sedang Moms hadapi. 

Akhir kata, konsep “ada harga, ada rupa” tidak mutlak kebenarannya. Konsep ini memang tidaklah sepenuhnya salah diterapkan. Hanya saja, ungkapan tersebut hanya berlaku pada tataran awal seseorang memilih produk. Selanjutnya, dia harus mempertimbangkan kriteria-kriteria lain yang hanya bisa diketahui setelah dia mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai produk tersebut; termasuk produk-produk serupa dari merek lainnya.

Referensi: JSTORModern Buyer BehaviourThe University of Chicago Press

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1539 Babycare Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

7 Mitos dan Fakta Kontrasepsi Darurat yang Wajib Anda Ketahui

Katanya kontrasepsi darurat bisa bikin susah hamil, ya? Itu mitos atau fakta?