Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

8 Tips Membuat si Kecil Tumbuh Bahagia

BRANDS  |  GROWTH & DEVELOPMENT  |  PARENTING  |  08 May '20


Tumbuh bahagia ternyata cenderung akan mengurangi risiko gangguan mental sepanjang hidup anak. Menurut sebuah penelitian di University of Cambridge dan Unit MRC untuk Kesehatan dan Penuaan Seumur Hidup, masa kanak-kanak yang positif berperan besar dalam kesejahteraan di masa dewasa. Anak-anak yang bahagia juga jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gangguan mental sepanjang hidup mereka, yaitu 60% lebih kecil kemungkinannya dibandingkan remaja muda yang tidak memiliki masa kanak-kanak yang positif.

Apa saja tips untuk orang tua agar si Kecil bisa tumbuh dengan bahagia? Moms, simak tips-tips berikut ini.

1. Ketahui isyarat si Kecil dan penuhi kebutuhan emosionalnya

Si Kecil akan aktif menunjukkan kepada Moms ketika sesuatu membuatnya bahagia, marah, kesal, dan lain sebagainya. Wajahnya akan tersenyum ketika Moms melihatnya atau dia akan terlihat kesal ketika seseorang mengambil mainan favoritnya. Dia, yang belum dapat mengendalikan suasana hati dengan baik, akan menunjuukan perubahan-perubahan emosi yang mungkin begitu cepat. Sebagai orang tua, Moms diharapkan tanggap dalam menindaklanjuti isyarat si Kecil agar dia grow happy. Saat dia tumbuh dewasa, dia akan dapat mengomunikasikan perasaannya dengan lebih mudah dengan kata-kata dan bahasa tubuh.

2. Have fun dengan si Kecil

Meningkatkan bonding  dengan si Kecil sangat penting untuk menjamin kebutuhan emosionalnya terpenuhi. Sering-seringlah mengajaknya berbicara, bernyanyi, bermain, dan bersosialiasi. Bermain juga menjadi cara efektif untuk mengembangkan keterampilan yang akan dia perlukan di masa depan. Jika Moms sering have fun dengan si Kecil, dia juga akan tumbuh menjadi pribadi yang bahagia.

3. Bantu si Kecil mengekspresikan perasaannya

Seiring dengan bertambahnya usia si Kecil, Moms bisa mendorong tumbuh kembangnya dengan memintanya mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata (misalnya bahagia, sedih, marah, kesal, dsb.). Bahkan sebelum dia dapat berbicara, Moms dapat menunjukkan ekspresi emosi yang berbeda dan bertanya kepadanya ekspresi mana yang cocok dengan perasaannya. Apabila si Kecil menjadi terlalu sensitif, tidak mau berpisah dengan Moms, atau gugup, itu adalah hal yang biasa. Ini bisa terjadi karena rutinitasnya berubah atau dia kecewa terhadap sesuatu. Yang jelas, jangan abaikan perasaan tersebut. Moms perlu memberikan pengertian bahwa kadang-kadang perasaan tidak bahagia itu wajar muncul dan merupakan bagian dari kehidupan.

4. Dorong si Kecil untuk terus berusaha

Di tahun pertama kehidupannya, si Kecil akan belajar banyak hal termasuk cara duduk, merangkak, memegang benda, berjalan, dan berbicara. Banyak keterampilan usia dini membutuhkan waktu untuk berkembang. Moms, sangat penting untuk membiarkannya membuat kesalahan saat dia belajar keterampilan-keterampilan tersebut, sambil mendorongnya untuk terus berusaha. Selama saat itu, dia bisa merasakan banyak emosi mulai dari frustrasi hingga marah. Namun, saat dia berhasil melakukan dengan baik, dia akan merasakan kebahagiaan, kebanggaan, dan percaya diri. Semua emosi ini perlu si Kecil rasakan untuk membantunya membangun kekuatan batiniah agar dia grow happy seiring dengan pertambahan usianya.

5. Berikan si Kecil banyak pujian

Seseorang dapat merasakan puncak kebahagiaan ketika dia berhasil menguasai suatu keterampilan, tidak terkecuali si Kecil. Butuh waktu dan upaya untuk benar-benar dapat menguasai suatu keterampilan. Oleh  karena itu, berikan dia pujian setiap kali dia telah sukses melakukan sesuatu meski itu hal yang sederhana. Kelak, dia akan merasa bangga dan tidak mudah goyah ketika orang lain mempertanyakan prestasinya. Dia juga akan memiliki kendali atas hidupnya sehingga dapat mencapai kebahagiaan saat dewasa.

6. Buat rutinitas yang fleksibel

Untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil, dia memerlukan banyak tidur, olahraga, dan diet sehat. Berikan dia banyak ruang untuk melepaskan energinya dengan membuat rutinitas yang fleksibel. Hal tersebut juga akan membantu suasana hatinya agar tetap baik. Akan tetapi, jangan melupakan kebutuhan si Kecil tentang struktur. Beberapa bayi dan balita easy-going sehingga nyaman dengan rutinitas yang super fleksibel. Sebagian besar lainnya berkembang dan merasa lebih puas dengan rutinitas yang jelas.

7. Jaga suasana hati Moms

Anak-anak adalah peniru yang luar biasa canggih. Dia akan mengikuti apa pun yang orang tua dan orang-orang di sekitarnya lakukan. Karena itu, jagalah suasana hati Moms agar selalu positif di hadapan si Kecil agar apa yang dia tiru dari Moms adalah hal yang positif. Memang, mustahil selalu bahagia sepanjang waktu terutama ketika harus merawat si Kecil. Akan ada banyak waktu ketika Moms merasa lelah dan kewalahan. Namun, jika Moms terus-menerus merasakan emosi negatif atau tertekan, carilah bantuan. Bila perlu, bicarakan kesehatan mental Moms dengan dokter atau profesional.

8. Dorong anak untuk peduli orang lain

Si Kecil dapat diajarkan pentingnya membantu orang lain sejak dini. Misalnya,  ketika Moms menyuapinya, biarkan dia balik menyuapi Moms. Tunjukkan padanya betapa bahagianya Moms usai dia suapi. Ini akan menimbulkan kepuasan tersendiri bagi si Kecil sehingga dia akan merasa puas ketika membantu orang lain. Momen-momen kecil dalam kehidupan sehari-hari tersebut dapat mendorongnya untuk berbagi dan peduli orang lain. Saat si Kecil sudah dapat membantu pekerjaan rumah tangga ringan, tugas-tugas seperti meletakkan pakaian kotor di keranjang cucian dapat membantunya merasa bahwa dia memberikan kontribusi yang valid.

Referensi: BabycentreUniversity of Cambridge

 

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2929 Nestle Lactogrow

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Asah 4 Skill Penting untuk Masa Depan Si Kecil Hebat Sejak Dini

Sebagai orang tua yang peduli akan masa depan anak, Moms perlu mempersiapkan masa depan si Kecil sejak dini.