Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

8 Tips Populer Menstimulasi Kemampuan Sensorik Bayi dan Anak-Anak

BABY  |  GROWTH & DEVELOPMENT  |  PARENTING  |  TODDLER  |  08 Jul '19


Pancaindra bayi sebenarnya telah mulai berkembang jauh sebelum si Kecil lahir ke dunia. Di dalam rahim, si Kecil dapat mendengar suara dan detak jantung Moms. Dia juga bisa merasakan sentuhan ketika Moms mengelus-elus perut.

Menurut Britt Collins, ahli terapi okulasi anak dan penulis buku Sensory Parenting, perkembangan sensorik sangat penting bagi seorang anak karena membantu mereka belajar bagaimana berinteraksi dengan lingkungan mereka, serta belajar bagaimana mengatur atau menenangkan sistem sarafnya. Sebuah studi menunjukkan bahwa stimulasi sensorik mampu menurunkan kadar kortisol pada bayi yang baru lahir. Penurunan kadar kortisol dapat membuat si Kecil lebih tenang dan tidur lebih baik.

Agar si Kecil mendapatkan pengalaman optimal dengan sistem sensoriknya, ini hal-hal yang dapat Moms lakukan:

1. Sisihkan waktu khusus untuk perawatan baby spa

Baby spa adalah perawatan bayi dengan menggunakan air sebagai medianya. Perawatan ini dapat menstimulasi seluruh sensor si Kecil sekaligus menghilangkan stres, meningkatkan nafsu makan, memperbaiki pola tidur, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu menambah berat badan, melancarkan peredaran darah, meningkatkan kemampuan pancaindra. Perkembangan motorik yang distimulasi melalui baby spa adalah motorik kasar (misalnya membalikkan badan) dan motorik halus (misalnya menggenggam).

2. Berikan mainan yang dapat menstimulasi gerakan tangan dan kaki

Moms dapat memberikan mainan edukatif yang sesuai dengan usia, jenis kegiatan, dan kemampuan si Kecil. Melalui permainan, si Kecil dirangsang untuk mempelajari hal-hal baru dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

3. Ajak si Kecil mengobrol sambil melakukan kontak mata

Ikatan antara orang tua dan anak sangat penting untuk dibangun sejak usia si Kecil masih muda. Banyak permasalahan seperti bullying terjadi karena si Kecil tidak bisa mengkomunikasikan apa yang dia alami ketika berada di lingkungan tanpa orang tua, misalnya di sekolah. Dengan menjalin ikatan batin sembari menstimulasi perkembangan sistem sensoriknya, diharapkan si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang ceria, tangguh, dan cerdas.

4. Kenalkan si Kecil kepada touch books

Buku khusus anak-anak ini dapat mengenalkan si Kecil kepada berbagai macam tekstur yang mungkin tidak bisa didapatkan si Kecil ketika mengeksplorasi rumahnya seperti tekstur kasar, tekstur bersisik, dan tekstur menonjol.

5. Gantungkan mainan dengan bentuk dan warna mencolok di atas tempat tidur si Kecil

Mainan dengan bentuk dan warna mencolok dapat menstimulasi indra penglihatan si Kecil yang sedang berkembang pesat.

6. Buatlah instrumen sederhana untuk menstimulasi indra pendengarannya

Tuang beras ke dalam wadah yang aman untuk anak dan biarkan dia mengocok wadah tersebut. Dia akan belajar tentang sebab akibat, ritme, dan nada dari aktivitas ringan tersebut.

7. Biarkan si Kecil melihat dirinya sendiri di cermin

Cermin dapat menstimulasi sistem sensorik visualnya dan memberikan dia pengetahuan tentang bayangan, cara memfokuskan diri, melacak gambar, dan lambat laun mengenali emosi.

8. Perdengarkan white noise saat dia berada di tempat tidurnya

White noise tidak hanya membantu si Kecil agar tidur terlelap tetapi juga memperkenalkannya kepada bunyi-bunyian baru seperti suara burung, deburan ombak, hujan, dan jangkrik.

Itulah delapan tips populer cara menstimulasi sistem sensorik si Kecil. Semua kegiatan ini jika dilakukan secara rutin akan sangat bermanfaat pada tumbuh kembang si Kecil.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1990 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories