Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

8 Hal Penting Atasi Keterlambatan Berbahasa

GROWTH & DEVELOPMENT  |  30 Oct '18


Keterlambatan berbahasa pada anak-anak adalah penyebab banyak frustrasi dan kekhawatiran bagi orangtua. Seringkali, kegelisahan ini sebenarnya tidak diperlukan karena anak-anak ini mengejar keterlambatan berbahasa dengan teman sebayanya pada waktunya. Namun, dalam beberapa situasi, kemampuan berbahasa yang tertunda dapat menjadi masalah jangka panjang atau dapat menunjukkan masalah mendasar lainnya seperti: gangguan pendengaran, gangguan pemrosesan bahasa, atau keterlambatan perkembangan lainnya. Kemampuan berbahasa yang tertunda juga dapat menyebabkan masalah perilaku jika seorang anak merasa frustrasi karena ketidakmampuan mereka untuk berkomunikasi.

Jika Moms mendapati si Kecil tampaknya menunjukkan gejala-gejala gangguan berbahasa, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis terkait masalah gangguan berbahasa si Kecil. Tetapi, selagi menunggu giliran untuk pemeriksaan Moms dapat melakukan beberapa hal yang telah dijabarkan oleh Charlotte Lee-Smith, penulis situs parenting Kiwi Families.

Hal yang Dapat Membantu Mengembangkan Kemampuan Bahasa si Kecil Menurut Charlotte Lee-Smith

  1. Aturan pertama dan terpenting “talk more, ask less”
    Banyak orangtua membuat kesalahan dengan cara mengajukan banyak pertanyaan pada si Kecil dan membuat mereka terus-menerus mengulangi kata-kata dengan tujuannya agar si Kecil mau banyak berbicara. Pendekatan yang lebih efektif adalah memaparkan si Kecil menggunakan kata-kata dengan cara memberi komentar tentang kegiatan mereka. Ini membuat si Kecil mengenal bahasa yang berguna untuk hal-hal yang mereka minati. Sebaliknya, menghujani si Kecil dengan pertanyaan dapat membuat mereka seakan-akan terus-menerus dites. Untuk anak yang mengalami gangguan berbahasa, hal ini bisa sangat tidak memotivasinya dan membuatnya lebih jarang lagi untuk bicara. Komunikasi akan lebih sering terjadi jika si Kecil santai dan termotivasi.

  2. Berbicara dengan si Kecil sepanjang waktu, tetapi jangan lupa untuk mendengarkan
    Berbicara dengan si Kecil tentang kegiatan mereka, aktivitas Moms, dan dunia sekitar adalah cara yang pasti untuk memberinya banyak kosakata bahasa. Semakin banyak Moms berbicara, semakin banyak peluang yang mereka miliki untuk mendengarkan bahasa dan belajar. Mendengarkan juga penting. Jadi, jangan lupa sisakan waktu bagi mereka untuk berkomentar atau menirukan Moms. Mungkin terasa 'tidak wajar' atau 'tidak nyaman' menarasikan kehidupan sehari-hari si Kecil, tetapi itu akan membantu si Kecil berada dalam lingkungan yang kaya akan bahasa.

  3. Gunakan bahasa yang sederhana dan gramatikal
    Moms harus mengarahkan bahasa Moms pada tingkat yang tepat untuk si Kecil, tetapi dengan tata bahasa yang benar. Sebagai aturan praktis, ketika menanggapi si Kecil hanya tambahkan 1 atau 2 kata tambahan untuk ucapan mereka dan sesuai dengan tata bahasa yang benar. Misalnya, jika si Kecil berkata “mobil”, Moms dapat menambahkan kata-kata sehingga menjadi “Itu mobil biru Kakek.”

  4. Fokus pada bahasa yang “berguna”
    Selama interaksi dengan si Kecil, Moms secara alami akan memperkenalkan banyak kata-kata baru. Anak-anak dengan keterlambatan bahasa tidak dapat mengambil terlalu banyak kata sekaligus sehingga penting untuk membedakan kata mana yang paling berguna untuk dipelajari Moms harus fokuskan itu.
    Secara umum, anak-anak mempelajari berbagai jenis kata pada tahap perkembangan yang berbeda. Jadi, pelajar bahasa awal perlu menyebutkan kata-kata (kata benda) seperti 'bus', sebelum kata-kata tindakan 'mendorong' atau mendeskripsikan kata-kata 'cepat'. Mereka kemudian dapat berpindah ke kata-kata untuk mendeskripsikan posisi seperti ‘di dalam’ atau ‘di bawah’, sebelum didorong untuk menggunakan tata bahasa yang benar. Bahasa ‘Fungsional’ yang membantu komunikasi sehari-hari seperti; ‘makan, minum, selesai, lagi, tolong,’ dll. Juga dapat diperkenalkan pada tahap paling awal si Kecil berbicara.

  5. Gunakan buku, lagu, dan rima
    Membaca buku bergambar, menyanyikan lagu, dan mengulangi sajak adalah cara-cara penting untuk mengenalkan kepada si Kecil. Sifat berulang dari buku bergambar, lagu, dan rima membuat mereka menjadi alat yang kuat untuk membantu anak-anak mengingat kata-kata dan memaparkannya pada irama dan intonasi bahasa. Kegiatan ini juga menyenangkan, membuat belajar bahasa lebih memotivasi untuk anak.

  6. Jangan terlalu mengoreksi bahasa si Kecil
    Ketika belajar, anak-anak akan membuat kesalahan bahasa. Penting untuk tidak fokus pada kesalahan ini dengan mengorbankan pesan si Kecil. Moms ingin mendorongnya untuk berbicara lebih banyak, daripada merasa khawatir tentang membuat kesalahan. Strategi yang baik adalah mengulang kembali versi koreksi dari ucapan si Kecil dan kemudian melanjutkan percakapan.

  7. Suara ujaran berkembang pada usia yang berbeda-beda
    Anak-anak belajar bunyi ujaran pada berbagai usia dan tahap perkembangan, dengan sebagian besar suara dikuasai pada usia tujuh atau delapan tahun. Maka dari itu, tidak ada gunanya mencoba melatih si Kecil mengucapkan kata-kata sukar yang seharusnya baru dipelajari di usia yang lebih tua.

  8. Tetap bersabar tetapi tetap gigih
    Dengan memasukkan prinsip-prinsip pembelajaran bahasa ini ke dalam kehidupan sehari-hari, keluarga membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Itu berarti Moms memperhatikan bagaimana Moms berbicara dengan si Kecil dan mencari peluang untuk memperkenalkan dan memperkuat bahasa sepanjang hari. Ini bisa menjadi proses yang membuat frustrasi, terutama jika si Kecil tidak termotivasi untuk berkomunikasi atau marah ketika Moms tidak mengerti apa yang mereka inginkan.

Orangtua memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendorong terjadinya komunikasi. Semakin banyak latihan yang dilakukan anak-anak, semakin besar kemungkinan mereka mengalami kemajuan.

Yakinlah meskipun kemajuan si Kecil tampak minimal, semua upaya Moms akan membuat perubahan besar pada perkembangan bahasa mereka.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

486 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Checklist Perkembangan Anak Usia 11 Bulan

Bagi bayi usia 11 bulan, apa tahapan tumbuh kembang yang sudah seharusnya dicapai? Yuk kita lihat checklist-nya berikut ini.

7 Tips untuk Mendorong Anak Berpikir Kreatif

Hal-hal apa saja yang sebaiknya dilakukan untuk menstimulasi si Kecil agar berpikir Kreatif? Yuk, simak berikut ini.

Spech Delay Tanda, Penyebab dan Apa Saja Solusinya Yuk Cari Tau!

Apa indikasi si Kecil mengalami speech delay? Apa solusi bagi anak yang mengalami speech delay? Yuk, simak berikut ini.

Homemade Toys Untuk Melatih Sensor Motorik Balita

Moms, yuk belajar kreatif menyiapkan mainan si Kecil dari bahan-bahan rumah tangga sehari-hari. Simak yang satu ini ya.

Tahapan Mengajarkan si Kecil Minum dari Gelas

Saat ini Moms sudah bisa menemukan gelas 360 agar si Kecil bisa belajar minum dari gelas dengan lebih mudah.

6 Alasan Mengapa Berlari Penting Bagi Perkembangan Fisik Si Kecil

Apa saja manfaat berlari bagi anak yang sedang dalam masa pertumbuhan?

7 Manfaat Aktivitas Melempar Bagi si Kecil

Untuk belajar melempar, si Kecil perlu menguasai perkembangan keterampilan motorik kasar

Tips Memotivasi si Kecil untuk Berjalan

Tidak banyak yang bisa Moms lakukan untuk membuat si Kecil berjalan sebelum dia siap.

Penyebab Gangguan Motorik Kasar Anak Usia 4 Tahun

Jika si Kecil secara teratur melewatkan tonggak perkembangan, dia mungkin mengalami dyspraxia

Penyebab Gangguan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 3 Tahun

Terlambatnya perkembangan motorik adalah kegagalan anak mencapai satu atau lebih tonggak perkembangan sesuai usianya

Moms, Ini Penyebab Keterlambatan Perkembangan Keterampilan Motorik Kasar pada Anak Usia 2 Tahun

Anak-anak yang mengalami gangguan motorik kasar sulit untuk melakukan hal-hal sederhana seperti merangkak atau berjalan

Moms, Ternyata Aktivitas Memanjat Si Kecil Menajamkan 3 Keahlian Ini

Ternyata aktivitas memanjat yang dilakukan si Kecil bisa memberikan manfaat loh Moms

3 Kegiatan Interaktif yang Cocok untuk Balita Usia 20 Bulan

Untuk menghibur sekaligus mendorong perkembangan si Kecil, Moms bisa melakukan ketiga aktivitas berikut bersamanya.

Benarkah Anggapan Bahwa Bayi Harus Bersepatu agar Kakinya Tumbuh Sempurna?

Pernahkah Moms mendengarkan anggapan ini? Sebenarnya ini mitos apa fakta ya? Mari kita cari tahu jawabannya berikut ini!

Tanda-tanda Gangguan Pendengaran pada Bayi Baru Lahir Hingga 1 Tahun

Untuk mengetahui secara pasti apakah si Kecil pendengarannya terganggu / tidak, perlu dilakukan pemeriksaan pendengaran

3 Cara Menjadikan Musik Sebagai Sarana Mengembangkan Indra Pendengaran

Mari dorong si Kecil untuk mendengarkan musik dan memainkan instrumen sebagai bagian dari cara menghiburnya.

Ide Bermain untuk si Kecil: Magical Water Colors

Jangan lupa untuk membuat variasi permainan untuk si Kecil agar ia lebih kreatif mengekspresikan keinginannya Moms.

Manfaat Berenang untuk si Kecil

Apakah moms mengetahui bahwa berenang memiliki segudang manfaat untuk si Kecil? Yuk, simak artikel berikut.

Ide Bermain untuk si Kecil: Water Balloon Drawing

Balon air bisa menjadi salah satu media untuk si Kecil corat-coret loh. Bagaimana caranya? Yuk, simak artikel berikut.

Ide Bermain Anak - Color Game

Masih punya kardus dirumah yg gak terpakai moms? Yuk bikin mainan lagi untuk si kecil! Mudah dan hemat loh.