Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

7 Makanan Sehat yang Tidak Membutuhkan Kulkas

HEALTH TIPS  |  PREGNANCY  |  16 Nov '18

Keinginan memperbaiki gaya hidup khususnya pola makan sering kali muncul ketika kita menjumpai teman yang sakit, atau ketika kita sendiri merasa sakit. Namun sayangnya, niat baik tersebut mudah sekali tergoyahkan oleh hambatan-hambatan kecil. Betapa banyaknya di antara kita yang berpikir bahwa makan sehat itu mahal dan ribet. Lalu bagaimana nasib anak kost dan para kaum urban yang sibuk? Tentu saja akan selalu ada solusi, karena menjaga kesehatan adalah kewajiban semua kalangan.

Ketika mendengar istilah 'makanan sehat', kita akan otomatis membayangkan buah dan sayur segar. Ya benar sekali, apa pun diet yang dipilih, buah dan sayur tetap menjadi inti dari makanan sehat. Untuk dapat mengonsumsi keduanya, kita dituntut untuk membelinya setiap hari, atau menggunakan lemari pendingin untuk membantu memperpanjang usia buah dan sayur yang kita beli. Lalu bagaimana jika tidak memiliki kulkas/lemari pendingin? Jangan buru-buru menyimpulkan tidak bisa makan sehat ya Moms! Walau buah dan sayur tidak tergantikan, tetapi makanan berikut memiliki kandungan yang akan membantu menjaga kesehatan tanpa harus disimpan di dalam kulkas.

7 Makanan Sehat yang Tidak Membutuhkan Kulkas

  1. Oat
    Kandungan oatmeal sangat baik untuk kesehatan. Oat kaya akan serat larut. Kandungan tersebut dapat menurunkan kolesterol, menjaga kesehatan pencernaan, dan mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Selain itu, oat juga bisa membantu menyuburkan ASI dan membuat perut merasa kenyang lebih lama. Cukup disimpan di dalam toples kedap udara dan kebutuhan serat harian pun dapat terpenuhi. Usahakan pilih oat yang utuh dan non instan ya!
  1. Kacang-kacangan
    Pernah dengar kalau kacang adalah sahabat orang diet? Kacang memang bisa jadi makanan diet menurunkan berat badan, dengan catatan jangan digoreng, apalagi sudah jadi peyek kacang. Apa sih keistimewaan kacang? Makanan kecil yang satu ini merupakan sumber energi yang baik bagi tubuh. Menyimpan kacang-kacangan di dapur, artinya menyimpan kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan lemak baik. Ragam kacang antara lain kacang merah, kacang tanah, kacang hijau, kacang almond dan kacang mede. Cara mengolah kacang yang sehat bisa dibuat susu kacang atau sup.

  2. Chia seeds
    Biji chia populer di Indonesia karena disebut-sebut sebagai superfood. Superfood adalah makanan yang dalam jumlah sedikit namun mengandung gizi yang sangat tinggi. Dalam 100 gr biji chia, sudah memenuhi 91% kebutuhan serat harian. Artinya, bisa jadi obat pencahar alami! Keistimewaan tersebut didukung juga dengan kadar kalori yang tinggi di dalamnya, membuat biji chia mampu membantu program penurunan berat badan. Selain serat, biji chia juga mengandung asam lemak omega 3 dan antioksidan. Keduanya efektif untuk mencegah kanker. Kabar baiknya lagi, biji Chia cenderung hambar, jadi mudah sekali mengonsumsinya, hanya tinggal ditabur saja di makanan manis ataupun gurih, begitu pun pada minuman. Cara termudahnya cukup campur satu sendok teh biji chia ke dalam botol minum untuk konsumsi harian. Penting untuk membeli di toko yang terpercaya ya Moms, karena ini mirip sekali dengan biji selasih.

  3. Pumpkin seeds
    Menyimpan biji labu di rumah akan membuat upaya hidup sehat menjadi lebih mudah. Ia mampu meningkatkan kualitas tidur seseorang berkat kemampuannya merangsang serotonin. Kandungan yang paling tingginya adalah mineral dan zat besi. 

  4. Kurma
    Seluruh dunia sudah mengakui bahwa kurma adalah salah satu superfood. Kurma mampu mengatasi masalah sembelit dan diabetes gestasional yang pada umumnya mudah menyerang ibu hamil pada trimester pertama dan kedua. Selain energi yang didapat, kurma juga menyumbang berbagai asupan seperti asam folat untuk mengurangi risiko bayi lahir cacat, vitamin K untuk mencegah pembekuan darah, zat besi untuk mencegah anemia, serta magnesium untuk  melindungi ibu hamil dari masalah hati dan ginjal. Bawalah kurma ke mana pun Moms pergi, karena biasanya ibu hamil dan menyusui mudah lapar. Kurma juga bisa menjadi solusi camilan menyehatkan walau sedang travelling sekalipun, karena menyimpannya tidak membutuhkan lemari pendingin.

  5. Madu
    Rasa manis alami dari madu bisa membantu mengatasi mual sekaligus memberi energi pada siapa pun yang meminumnya. Konsumsi madu secara rutin dipercaya mampu menguatkan kekebalan tubuh dan menjaga kecantikan kulit, bahkan baik pula untuk kebersihan kulit janin lho. Mulai sekarang, jangan lupa stok madu di rumah ya Moms!

  6. Superfood powder
    Kita dimudahkan sekali dengan perkembangan teknologi, termasuk teknologi pada mesin-mesin pengolah makanan. Dengan hadirnya mesin dehidrasi, buah dan sayur bisa dikeringkan tanpa mengurangi atau merusak kandungan gizinya. Hal ini dimanfaatkan oleh pengusaha untuk membuat superfood powder seperti bubuk kale, bubuk wortel, bubuk jamur, dan masih banyak lagi. Keuntungannya apa saja? Pertama, karena sudah dihilangkan kandungan air di dalamnya, produk ini tahan terhadap bakteri dan jamur, artinya ia bisa awet walau disimpan di suhu ruang. Kedua, bentuknya yang bubuk memudahkan kita untuk mengonsumsinya, bisa dicampur ke dalam jus, ditabur di makanan, ataupun dibuat olahan kue. Jadi, menyelipkan asupan kaya gizi untuk anak semakin mudah tentunya. Bepergian jauh pun tidak lagi khawatir kekurangan asupan sayur.

Jadi, beberapa kondisi seperti tempat tinggal yang terbatas, belum memiliki lemari pendingin, keterbatasan waktu untuk rutin belanja bahan segar, ataupun sedang bepergian, memang mengharuskan kita mencari alternatif kudapan yang menyehatkan namun tetap praktis. Ketujuh makanan di atas layak ada di dapur kita. Yuk mulai hidup sehat apa pun kondisinya!

Semoga bermanfaat.

By: Niela Himmatina

Copyright by Babyologist

256 Niela Himmatina

Comments

Related Stories