Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

7 Kesalahan Orang Tua dalam Memberikan MPASI

BRANDS  |  FEEDING  |  27 Mar '20


Pada usia 6 bulan, si Kecil sudah harus diberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) di samping ASI dan susu formula. Si Kecil yang sudah semakin bertumbuh tidak lagi bisa mendapatkan cukup energi hanya dari ASI dan susu formula saja.

Ada banyak macam MPASI yang bisa Moms perkenalkan untuk si Kecil tergantung usia dan kesiapannya dalam memakan sumber makanan selain ASI. Halodoc menyarankan sayuran tumbuk, buah tumbuk, bubur susu atau biskuit yang dihaluskan sebagai makanan MPASI pertama. Setelah si Kecil sudah mulai terbiasa dengan makanan-makanan super lembut tersebut, Moms dapat meningkatkan kekasaran tekstur MPASI. Adapun jenis makanan yang bertekstur lebih kasar di antaranya adalah daging tumbuk, kacang-kacangan tumbuk, sayuran hijau tumbuk, sayuran dicampur kentang tumbuk atau beras tumbuk, yoghurt, krim keju, dan susu full cream.

Dalam memberikan MPASI, masih banyak orang tua melakukan kesalahan-kesalahan mendasar. Nah, apakah Moms termasuk orang tua yang kurang tepat dalam memberikan MPASI seperti yang akan dijabarkan berikut ini? Jika ya, segera ubah cara memberikan MPASI atau bahan makanan yang Moms gunakan.

1. Terlalu cepat memberikan MPASI padahal si Kecil belum siap

Ada beberapa orang tua yang salah dalam mengartikan anjuran memberikan makanan padat (solid foods) pada usia 6 bulan. Mereka menginterpretasikan bahwa mereka harus memberikan puree kepada anak mereka lebih awal daripada itu. Padahal, yang dimaksud dengan solid foods adalah makanan apa pun selain ASI dan susu formula, bukan hanya makanan dalam bentuk utuh. Selain harus menunggu hingga usia 6 bulan untuk memberikan makanan lembut selain ASI dan susu formula, Moms juga harus memperhatikan kesiapan si Kecil dalam menerima MPASI.

2. Tidak segera memberikan MPASI

Di sisi lain, terlambat memberikan MPASI juga akan membawa dampak buruk. Judy & Megan dari Feeding Littles menyarankan Moms untuk tidak menunda-nunda pemberian MPASI lebih dari 7 bulan. Keterlambatan ini dapat menyebabkan Moms tidak segera mengetahui apabila si Kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu. David M. Fleischer cs dalam penelitian berjudul Primary Prevention of Allergic Disease Through Nutritional Interventions menunjukkan bahwa paparan alergen melalui makanan dapat menjadi pencegahan primer untuk mengurangi beban peningkatan prevalensi penyakit atopik. Makanan alergi utama contohnya adalah susu sapi, telur, kedelai, gandung, ikan, kerang, dan kacang-kacangan.

3. Tidak segera beranjak ke makanan bertekstur lebih kasar

Berkebalikan dengan orang tua yang terlalu cepat memberikan makanan padat utuh, ada pula mereka yang terus-menerus memberikan MPASI puree kepada anak-anak. Memang, makanan bertekstur lembut seperti bubur aman untuk orang tua yang khawatir anaknya tersedak makanan. Sayangnya, jika si Kecil terlalu lama makan makanan bertekstur lembut, dia mungkin akan sulit mencerna makanan utuh. Satu studi menunjukkan bahwa bayi yang tidak makan makanan kental pada usia 9 bulan lebih berisiko sulit makan di kemudian hari.

4. Tidak memperhatikan konsistensi tekstur makanan

Kemampuan dasar bayi yang berhubungan dengan mulut (oromotor) berkembang seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu, berikan makanan dengan tekstur konsisten dari makanan lumat dan cincang halus (usia 6-9 bulan) ke makanan lunak dan cincang kasar (usia 9-12 bulan).

5. Menyuapi makanan secara paksa

Pekerjaan Moms sebagai orang tua memang berat bahkan menumpuk. Terkadang, Moms ingin ritual makan cepat selesai karena Moms ingin beristirahat atau mengerjakan hal lain. Tanpa sadar, Moms menyuapi si Kecil dengan paksaan. Padahal, ini akan menimbulkan dampak jangka panjang. Dia bisa emosional, ketakutan, dan menolak makan. Berikan MPASI secara perlahan sehingga dia bisa menikmati dan tahu kapan dia sudah kenyang. Ketika dia sudah benar-benar kenyang, jangan paksa menghabiskan makanan di piring. Moms tidak ingin mendidik anak menjadi pribadi yang makan terlalu banyak.

6. Memberikan terlalu banyak jus buah

American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan Moms untuk tidak memberikan jus buah kepada si Kecil hingga usianya 1 tahun. Jangan sampai jus buah menjadi pengganti ASI sebagai makanan bayi. Alasannya, jus buah tidak mengandung vitamin dan mineral yang cukup untuk si Kecil. Jus buah yang berasa masam dan manis juga berdampak buruk bagi kesehatan giginya serta dapat menimbulkan diare.

7. Tidak memberikan makanan dengan gizi seimbang

MPASI harus terdiri dari nutrisi yang dibutuhkan si Kecil dan tidak dapat dipenuhi dari hanya minum ASI dan susu formula. Maka, MPASI harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Bahkan, makanan pendamping yang tidak sesuai berkontribusi meningkatkan asupan garam dalam tubuh si Kecil. Ini dapat memperberat kerja ginjal dan meningkatkan tekanan darahnya di kemudian hari.

Bubur bayi sebagai MPASI pertama terbaik

Salah satu makanan MPASI pertama terbaik adalah bubur bayi. Pilihlah bubur bayi yang mengandung 4 sehat 5 sempurna. Apabila Moms hendak memilih produk bubur bayi organik, pilihlah yang diproses natural tanpa pestisida, bahan pengawet, dan bahan kimia buatan pabrik lainnya. Pilih juga yang mengandung protein, serat, kalsium, omega-3, omega-6, seng, besi, vitamin, dan mineral. Moms juga dapat memilih bubur bayi dengan kandungan asam amino esensial untuk meningkatkan berat tubuh si Kecil sehingga perkembangannya optimal. Sementara itu, si Kecil yang memiliki alergi kasein dan gluten dapat diberi bubur bayi khusus yang tidak mengandung susu dan gandum.

Referensi: Feeding Littles, Halodoc, Kumparan, Liputan6

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

10938 Milna Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Cara-cara Memasak Paling Sehat

Bagaimana cara mengolah makanan agar gizi dan nutrisnya tetap terjaga dengan baik? Simak berikut ini.

Pentingnya Memilih Food Processor yang Tepat

Alat bantu yang satu ini diciptakan untuk memudahkan seluruh keluarga mengonsumsi makanan sehat, yuk berhati-hati dalam menentukan pilihan.

Resep Lezat Untuk ASI Booster

Moms yang sedang menyusui biasanya sering merasa lapar. Intip resep camilan sehat berikut ini yuk!

Memasak Bersama si Kecil

Moms bingung mau ngapain selama #dirumahaja bersama si Kecil? Coba masak bareng yuk!

Mengenal Bakteri Baik untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Probiotik Lactobacillus reuteri sangat efektif mengurangi gejala kolik dan masalah usus.

3 Hal yang Paling Ditakutkan Ibu Setelah Melahirkan

Segera setelah melahirkan, seorang ibu mungkin masih memiliki kekhawatiran-kekhawatiran tertentu.

Barang-barang Penting untuk Memulai MPASI si Kecil

Celemek silikon memiliki keunggulan tersendiri jika dibandingkan dengan celemek dari material lain.

Benarkah Botol Susu Bisa Membuat si Kecil Tidur Lebih Nyenyak?

Agar tidur nyenyak, pastikan botol susu yang digunakan oleh si Kecil merupakan botol susu anti kolik.

Pernahkah Anda Minum dari Sedotan Bocor?

Sensasi mengisap sedotan bocor juga bisa terjadi ketika bayi minum susu dari botol susu yang tidak tepat.

Sudah Sesuaikah Level Nipple Botol Susu si Kecil dengan Usianya?

Penggunaan nipple harus disesuaikan dengan usia dan kekuatan isap bayi.

Mengapa Steam Sterilizer Lebih Baik?

Tahukah Moms bahwa botol yang terkena suhu terlalu panas akan melepaskan zat yang berbahaya?

Kapan Mom Harus Mengganti Nipple Botol Susu si Kecil?

Nipple atau dot pada botol susu berperan penting untuk memberikan kenyamanan minum susu bagi si Kecil.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti Botol Susu?

Botol susu adalah peralatan penting untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil.

Dr. Brown's Options+ Color Bottle

Aliran alami dari botol susu Dr. Brown’s juga menghindari si Kecil dari resiko bingung puting.

Mengenal Nutrisi yang Penting untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Apa saja nutrisi yang dibutuhkan si Kecil agar ia tumbuh dengan optimal?

Mengajarkan Anak Makan dengan Menggunakan Sendok

Apa saja langkah yang harus dilakukan untuk mengajarkan si Kecil makan sendiri dengan sendok?

Feeding Issue: Bingung Puting

Salah satu masalah yang dihadapi para Ibu adalah si Kecil bingung puting.

Botol Susu Apa yang Cocok untuk Anak Saya?

Hampir semua jenis botol susu Dr. Brown’s dapat digunakan oleh bayi usia 0 bulan - 3 bulan.

Feeding Issue: Colic

Bayi yang mengalami kolik akan merasa tidak nyaman terutama pada malam hari.

Manfaat Botol Susu Dr. Brown's

Botol susu merupakan media pengganti payudara terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.