Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

5 Mitos Tentang Seks di Kolam Renang dan Bak Air Panas

PREGNANCY  |  03 Jul '19


Mitos-mitos seputar berhubungan seks di dalam air, baik itu bak mandi air panas, kolam, danau, atau lautan banyak bermunculan. Namun, tidak semua mitos itu benar adanya. Berikut ini risiko nyata dari kehamilan, penyakit menular seksual, dan kegagalan KB jika Moms & Dads berhubungan seks di dalam air.

1. Mitos: Suhu bak air panas mencegah kehamilan

Mitos ini TIDAK BENAR. Moms bisa hamil saat berhubungan seks di bak mandi air panas atau mata air panas dengan suhu air tinggi. Banyak orang percaya jika mereka berhubungan seks di dalam kolam air panas mereka tidak akan hamil. Alasannya, mereka percaya bahwa air bersuhu tinggi membunuh sperma.

Faktanya, memang benar bahwa berada di bak mandi air panas selama lebih dari 30 menit dapat sedikit menurunkan jumlah sperma. Namun, suhu air yang dipanaskan tidak menurunkan jumlah sperma pria ke level “aman dari kehamilan”. Pasalnya, jika jumlah sperma berkurang pun, 200 hingga 500 juta sperma adalah lebih dari cukup untuk mencapai pembuahan.

2. Mitos: Moms tidak bisa hamil di dalam air

Meskipun mitos ini populer di masyarakat, mitos ini TIDAK BENAR. Moms masih bisa hamil saat berhubungan seks di kolam renang, bak air panas, atau jenis air lainnya. Air tidak mencegah kehamilan dan bukan merupakan metode kontrasepsi. Begitu sperma telah ejakulasi ke dalam vagina, tujuan biologis mereka adalah menemukan sel telur untuk dibuahi, dan air tidak akan menghentikan misi ini.

Meskipun bahan kimia di kolam renang dapat membunuh sperma, hal tersebut hanya terjadi jika seorang pria berejakulasi ke dalam air. Namun, jika pasangan melakukan hubungan seksual dan sang pria berejakulasi di dalam diri wanita, dan keduanya tidak menggunakan alat kontrasepsi, maka wanita tersebut memiliki peluang yang sama untuk hamil seperti halnya jika berhubungan seks di tempat lain.

3. Mitos: Moms dapat hamil dari sperma yang berada di dalam air

Jika ada sperma dari ejakulasi pria di dalam air, sangat tidak mungkin seorang wanita hamil dari sperma yang mengambang bebas itu. Jadi, pernyataan ini TIDAK BENAR.

Namun, Moms bisa jadi hamil jika melakukan hubungan seks dengan Dads di dalam air dan Dads berejakulasi atau telah mengeluarkan cairan pra-ejakulasi ke dalam vagina Moms.

Jika ejakulasi terjadi dalam air panas, atau air yang diisi dengan bahan kimia kolam atau larutan mandi busa, sperma tidak dapat bertahan lebih dari beberapa detik. Air di kolam juga biasanya terlalu dingin bagi sperma untuk hidup. Dalam air hangat tanpa bahan kimia, misalnya bak mandi, sperma hanya dapat bertahan selama beberapa menit setelah seorang pria berejakulasi. Banyak para ahli berpendapat bahwa kehamilan yang terjadi akibat ejakulasi di dalam air sangat tidak mungkin dan, dalam banyak kasus, tidak mungkin.

4. Mitos: Kondom berfungsi di dalam air

Pernyataan ini TIDAK BENAR. Meskipun kondom sangat baik dalam mencegah kehamilan dan PMS, kondom mungkin kurang efektif ketika berhubungan seks di kolam renang, bak air panas, dan jenis air lainnya.

Kondom lebih mudah rusak karena kadar pelumas menurun ketika digunakan di dalam air. Kondom juga bisa menjadi rusak karena panas, klorin, atau kontak dengan tabir surya berbasis minyak atau busa mandi. Ada juga peningkatan kemungkinan selip.

Kondom wanita adalah pilihan yang lebih baik untuk pasangan untuk bercinta di kolam renang atau bak mandi air panas. Jika ini bukan metode yang Moms rasa nyaman digunakan, maka lebih baik menggunakan kondom pria daripada tidak menggunakan apa pun.

Untuk mengurangi kemungkinan putusnya kondom, gunakan pelumas berbasis silikon dengan kondom. Pelumas silikon aman untuk kondom dan tahan air. Jangan memakai kondom saat berada di dalam air untuk mengurangi kemungkinan air masuk ke kondom.

5. Mitos: Moms tidak bisa terjangkit penyakit menular seksual di dalam air

Mitos ini juga TIDAK BENAR karena infeksi menular seksual dan HIV masih dapat menyebar saat berhubungan seks di air, bahkan di kolam renang dan kolam air panas. Gunakan kondom yang sudah terdaftar sebagai perlindungan terbaik.

Air mungkin dapat mengurangi infektivitas beberapa penyakit menular seksual tetapi tidak dapat menghapusnya. Salah satu contoh penyakit menular seksual adalah human papilomavirus (HPV). Selain tertular penyakit menular seksual, berhubungan seks di bawah air dapat meningkatkan risiko wanita terkena infeksi saluran kemih atau infeksi jamur.

Lagipula, berhubungan seksual di dalam air kurang direkomendasikan karena bisa menyebabkan iritasi atau infeksi.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

502 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

-Progessence Phyto Plus Young Living- Selamat Mal...

-Progessence Phyto Plus Young Living- Selamat Malam ❤️❤️❤️ Okeey, di post kali ini aku akan bahas tentang essential oil Progessence Phyto Plus [...]

Melahirkan Lancar Aman Damai dengan BPJS #sharingbubuice

#sharingbubuice Ada yang masih hamil? Ada yg pegang kartu bpjs? Disimpen baik-baik ya kali aja kepake 😍 Oke jadi sebelumnya aku uda banyak de [...]

Tips Tradisional, Murah & Mudah agar ASI Lancar Jaya

Masalah yang paling sering dihadapi oleh ibu menyusui adalah kurangnya produksi ASI . Sayangnya, banyak ibu yang tidak mengetahui cara [...]

Pengalaman Melahirkan Prematur

Kita yang merencanakan Allah yang menentukan. Benar benar diluar rencana. Saat aku sudah merencanakan lahiran normal di bidan dekeeeet bgt dari [...]

Pengalaman melahirkan di masa pandemi Covid-19

Akhirnya aku bisa menyempatkan waktu untuk nulis artikel lagi, karena masih repot ngurusin bayi dan batitaku. 2 Bulan lalu aku melahirkan di [...]

Bahayakah Jika Ibu Hamil Makan Nanas?

Bahayakah Jika Ibu Hamil Makan Nanas? Kita tentu sering sekali mendengar tentang bahayanya makan nanas ketika hamil. Banyak yang berkata bahwa [...]

Persiapan, Resiko dan Keuntungan Hamil di Usia 35 tahun

Moms berusia 35 tahun atau lebih dan merindukan kehamilan? Perhatikan hal-hal berikut ini ya.

Tips Meminimalisir Kehamilan Resiko Tinggi

Bagi yang merencanakan kehamilan, simak yang satu ini yuk.

Pengalamanku Berpuasa Saat Hamil Muda

Yuk simak tips berpuasa bagi ibu hamil muda berikut ini.

Tidur Siang Saat Hamil Bisa Sebabkan Bayi Lahir dengan Craddle Cap?

Betulkah tidur siang di saat hamil dapat menyebabkan si Kecil terlahir dengan cradle cap?

Tips Menjalani Kehamilan dengan Nyaman

Siapa ibu hamil disini yang sering khawatir? Rasa stres dan khawatir bisa membuat kehamilan jadi ga nyaman loh.

Tips Meminimalisir Stretch Mark Selama Kehamilan

Bagaimana caranya menimalisir stretchmark selama kehamilan? Yuk, simak tips berikut ini.

Macam-macam Test Lab Selama Kehamilan

Tes laboratorium sangat penting dalam menunjang kesehatan kehamilan. Simak macam-macam tes lab selama kehamilan berikut ini, Moms!

Manfaat Birth Ball untuk Persalinan

Bermanfaatkah birth ball di masa kehamilan dan juga saat bersalin? Yuk, simak bersama berikut ini.

Sisi Positif dan Negatif Es Krim untuk Ibu Hamil

Siapa disini yang suka es krim? Bagaimana dengan mengonsumsi es krim selama masa hamil, boleh tidak? Yuk, simak berikut ini.

Manfaat Prenatal Gentle Yoga

Apa saja manfaat dari prenatal yoga? Yuk, kita simak cerita yang satu ini!

Bumil Pelihara Kucing? Aman Nggak Sih?

Amankah untuk ibu hamil memelihara kucing? Bagaimana dengan risiko toksoplasma? Yuk simak yang berikut ini.

Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan

Mitos tentang masa kehamilan masih banyak terdengar. Yuk simak mitos-mitos berikut ini sehingga kita menjadi lebih bijak.

Tips Babymoon Aman dan Nyaman

Moms and Dads sedang merencanakan babymoon? Simak tips berikut ini agar liburannya berjalan dengan baik ya!

Sakit Pinggang: Tanda Kehamilan, atau Hanya Menstruasi?

Bingung apakah Moms sedang mengalami tanda menstruasi atau hamil? Mari simak beberapa perbedaan berikut.