Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

5 Hal Yang Perlu Ditingkatkan Ketika Menjadi Ibu Dua Anak

MY STORY  |  PARENTING  |  25 Apr '20


Terlahir menjadi ibu merupakan kodrat seorang perempuan. Namun tidak serta merta seorang perempuan baru melahirkan siap lahir batin menjalani perannya sebagai ibu baru.


Kondisi menjadi seorang ibu baru yang tak jarang menguras energi dan air mata. Ditambah pola adaptasi waktu yang diupayakan agar selaras dengan jiwa dan raga, penuh perjuangan hingga dapat menikmati itu semua. Bukan tentang kurangnya rasa syukur namun tak dapat dihindari kelelahan diawal pergantian status kerap melanda dengan beragam situasi. Hal yang wajar jika belum pandai mengatur waktu dengan baik.

Parahnya lagi beragam kasus baby blues sampai post partum depression kerap terjadi. Kondisi seperti ini menunjukkan jika seorang ibu tak menyiapkan diri maka tak menutup kemungkinan juga bahwa hal-hal buruk terjadi.

Ini baru kondisi ibu dengan anak baru satu. Bagaimana kalau anak sudah dua, tiga dan seterusnya?

Kali ini saya mencoba menggambarkan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan setelah menjadi ibu dengan dua orang anak. Memang baru berjalan dua bulan tapi saya rasa semua pasti akan mengalami hal ini. Ke depannya tinggal menyesuaikan dengan tahapan usia si kecil yang terus tumbuh dan pertambahan aktifitas baru lainnya.

1. Rasa syukur
Pertama dan utama adalah rasa syukur.
Seberat apapun keseharian menjalani peran sebagai ibu dua anak akan pudar jika diingatkan kembali pada syukur nikmat ini. Kini, ketika mereka telah hadir, bukan hanya satu, melainkan dua.
Sudah selayaknya berterima kasih kepada Allah atas terkabulnya semua doa. Dimana tak semua orang merasakan hal serupa. Dimana mungkin banyak orang yang kini tengah mendamba.
Melihat mereka yang setiap hari menemani, tumbuh dan berkembang dan menjadikan dunia mereka berpusat pada kita sebagai ibunya.

2. Kesehatan Fisik dan mental
Sering sekali terdengar kalimat bahwa, "Seorang ibu tak boleh sakit." Apa maksud dari kalimat tersebut? Masa kita gak boleh sakit sih! Sebagai ibu yang kuat sekalipun hanyalah manusia biasa yang sering dilanda lelah, namun sedapat mungkin upayakan untuk tetap bugar demi kelangsungan hidup banyak orang di dalam rumah.

3. Manajemen emosi dan waktu
Jika ada pertanyaan seperti, lelah gak sih jadi ibu dengan dua anak? Jawaban paling jujur ya pasti lelah. Lelah karena waktu dihabiskan mengurus adik bayi serta, naik turunnya emosi menghadapi sang kakak. Dari rasa lelah itu terkadang sering menimbulkan kasus yang tidak diinginkan. Seperti lelah yang berujung salah. Melampiaskan emosi pada anak yang terkadang hanya melakukan kekeliruan kecil karena terkendala umurnya.

Maka disinilah pentingnya mengurutkan skala prioritas. Yang saya rasakan jika telah mampu mengatur waktu dalam menyelesaikan urusan lain maka dapat berpengaruh pula terhadap pengelolaan emosi kita. Karena jauh lebih baik jika ibu dalam keadaan tenang, maka tentu dapat mengasuh dan membimbing anak-anak dengan baik pula.

4. Selaras dengan mangatur skala prioritas, gesit dalam mengerjakan urusan domestik pun menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Apalagi jika ibu merangkap sebagai pekerja, akan banyak hal yang perlu kita kerjakan bila telah ada dua orang anak bahkan lebih.

Bayangkan saja dalam satu waktu tangan saya tengah mengganti popok adik Z, pikiran fokus pada rebusan sayur sop di dapur, sedangkan mulut tak berhenti untuk mengingatkan kakang Z agar tak melompat-lompat di atas kursi. Sungguh multitasking bukan?

5. Penerimaan
Meningkatkan rasa penerimaan disini berarti menerima dengan sadar keadaan kita sekarang ini.
Telah menjadi seorang ibu dengan dua orang anak.
Tanggung jawab besar saya pikul agar dapat mendidik mereka sebaik yang saya mampu.

Terlepas dari semua itu konsekuensinya yaitu menerima pula bahwa waktu kita semakin berkurang, menerima double amanah dari Allah dengan membimbing dua anak. Bukan hanya kakaknya, tapi juga ada adik bayi yang masih bergantung pada ibunya.

Menerima ketika kadar "me time" dan "mie time" akan jauh berkurang.
Menerima keadaan yang mungkin segalanya akan berpusat pada anak-anak.
Maka waktu produktif kita akan tersita takkan sama lagi seperti masa lalu.

Meningkatkan rasa penerimaan atas kondisi saat ini, dapat mencegah terjadinya bayang-bayang masa lalu. Mengambil langkah preventif agar dapat mengembangkan passion yang dapat dilakukan sambil menjaga anak-anak. Kemudian berikanlah ruang pada diri sendiri agar tetapi mengaktualisasikan diri. Hal ini menjaga agar ibu tetap nyaman dan berdamai dengan kondisinya saat ini.

Semoga bermanfaat.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

987 Chriesty Anggraeni

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ketika Dads Sibuk dengan Hobinya

Setiap hari Jumat, sekarang Babyo Connect memiliki "Apa Kata Moms?" yang akan membahas topik yang terasa tabu Moms bahas, atau uneg-uneg yang [...]

Anak Umur 2 Tahun Belum Bisa Ngomong, Wajarkah?

“Anaknya 2 tahun? Sudah bisa ngomong belum? Oh, speech delay? Sama donk seperti anak saya. Gpp nanti usia 3 tahun juga bisa sendiri.”

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebagai Working Mom

Menjadi seorang working Mom tentunya memiliki tantangan tersendiri. Yuk simak tips dari Mom Inayah berikut ini.

Hal yg Bisa Dilakukan untuk Mengisi Kegiatan si Kecil di Rumah Selama Pandemi

Moms, yuk simak aktvitas yang bisa dilakukan di rumah bersama si Kecil berikut ini.

Fiersa is Turning One

Merayakan ulang tahun pertama pastinya adalah moment yang tidak bisa dilewatkan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Caraku Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Pandemi

Rumah tangga yang harmonis pasti sudah menjadi dambaan pasutri. Simak tips berikut ini yuk Moms and Dads!

Caraku Mengatur Keuangan Keluarga di Kondisi Pandemi

Di tengah-tengah pandemi ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Simak tips berhemat berikut ini yuk!

Punya Anak Perempuan Lebih Boros?

Hayo siapa yang punya anak perempuan dan merasa boros karena beli barang-barang lucu atau baju untuk Si Kecil? Sebenarnya boros tidaknya [...]

Cerita Sibling Goals di Usia Berdekatan

Bagaimana ya caranya agar kakak adik rukun? Yuk, simak cerita berikut ini.

Mengajarkan Kemandirian Sejak Dini Penting Gak Sih Moms?

Mengajarkan si Kecil untuk mandiri sedari dini memiliki banyak manfaat loh Moms. Yuk, simak berikut ini.

Ide Kreatif Bermain Saat Mati Lampu

Mati lampu memang menjadi kondisi yang kurang nyaman. Namun, Moms bisa memanfaatkan kondisi ini untuk barmain dengan si Kecil.

Suamiku Ayah ASI! Yuk Tanamkan Positif Mind!

Hai para istri, yuk belajar cara merayu suami agar mau untuk menjadi ayah ASI berikut ini!

Pengalaman Lebaran Pertama Tanpa Keluarga

Meskipun jauh dari sanak saudara, Lebaran sudah seharusnya menjadi momen yang dirayakan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Setahun Bersama Babyologist

Moms, yuk simak pengalaman Mom Dinar setahun bersama Babyo berikut ini.

Menjadi Istri dan Teman Bagi Suami di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada ekonomi keluarga. Yuk belajar jadi Istri yang baik dan teman bagi suami kita.

Semakin Harmonis Di Masa Pandemi

Moms and Dads, yuk simak tips untuk semakin harmonis selama masa pandemi ini.

Mengenal Tedak Siten

Apa itu Tedak Siten? Mari simak bersama berikut ini!

Keseruan Memiliki 2 Balita Dengan Jarak Dekat

Anak di usia balita adalah fase dimana anak mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi, cenderung lebih egois, dan lebih senang berekplorasi. Usia [...]

Biasakanlah Mengucapkan Kata-kata Positif pada Anak

Seperti apa sih kata-kata positif yang baik untuk kita ucapkan pada anak? Simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker Pada si Kecil

Bagaimana cara merayu si Kecil agar mau mengenakan masker? Simak cerita berikut ini.