Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

5 Gaya Hidup Berikut Pengaruhi Kesuburan Pria

HEALTH TIPS  |  OTHERS  |  02 May '19


Moms & Dads mungkin akan terkejut betapa gaya hidup berpengaruh besar terhadap kesuburan. Gaya hidup ini termasuk apa yang dimakan dan diminum hingga aktivitas sehari-hari. Maka dari itu, jika Moms & Dads ingin memulai sebuah keluarga, beberapa perubahan sederhana dapat meningkatkan kesuburan Moms & Dads.

Gaya hidup berikut ini memengaruhi kesuburan pria. Ada yang berdampak positif, namun tak sedikit pula yang berdampak negatif.

Duduk diam untuk waktu yang lama

Sperma berada dalam kondisi paling sehat ketika memiliki suhu beberapa derajat di bawah suhu tubuh normal. Penelitian menunjukkan bahwa menaikkan suhu testis dapat menyebabkan kualitas sperma memburuk dan produksi sperma melambat. Hal ini bisa mengurangi kesuburan pria. Duduk dalam waktu lama, terutama saat berkendara jarak jauh, dapat membuat suhu tubuh terutama di sekitar testis meningkat.

Kebiasaan lain yang harus dihindari jika Dads ingin memiliki keturunan adalah sering mandi air panas dan sauna, menggunakan laptop di pangkuan, dan mengenakan pakaian dalam ketat. Bekerja di lingkungan yang panas, seperti toko roti atau tempat pengecoran, juga dapat meningkatkan suhu testis. Dads bisa mencoba berbicara dengan manajer untuk mengurangi jumlah panas yang terpapar pada tubuh Dads. Misalnya, mengajukan pindah kerja di tempat yang lebih dingin selama beberapa bulan atau beristirahat esktra.

Olahraga terlalu berat padahal badan sudah kurus

Dalam kebanyakan kasus, olahraga ringan baik untuk kesuburan. Olahraga membantu menjaga Dads memiliki berat badan yang sehat, membantu organ seksual memproduksi sperma normal, dan menghilangkan stres. Namun, ada beberapa keadaan tertentu saat olahraga malah memberikan dampak negatif lebih banyak daripada dampak positif. Misalnya, jika Body Mass Index (BMI) Dads sudah di bawah 18,5 dan banyak berolahraga, Dads perlu mempertimbangkan untuk tidak berolahraga terlalu keras. Berat badan ideal meningkatkan peluang pasangan memiliki keturunan.

Olahraga intensif dan berkepanjangan juga dapat menyebabkan kualitas sperma yang buruk. Sebagai contoh, penelitian telah menemukan bahwa triathletes memiliki kualitas sperma yang lebih buruk daripada orang yang mengambil bagian dalam olahraga berbasis permainan, seperti tenis atau bola basket.

Jika Dads senang berolahraga kontak fisik, Dads harus mempertimbangkan untuk mengenakan pakaian dalam yang empuk atau pelindung yang mencegah atau mengurangi dampak cedera pangkal paha. Meskipun cedera testis jarang terjadi, mengenakan alat pelindung bisa memberi Dads ketenangan pikiran ekstra.

Makan-makanan kurang gizi

Adalah sangat penting untuk memiliki pola makan sehat ketika suami-istri mencoba untuk memiliki keturunan.Beberapa nutrisi, seperti vitamin A dan beta-karoten, kaya akan bahan kimia yang dikenal sebagai antioksidan, yang umumnya dianggap melindungi sel terhadap kerusakan. Ada bukti yang menunjukkan bahwa beberapa antioksidan meningkatkan kualitas sperma pada pria dengan masalah kesuburan. Tetapi diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan antioksidan mana yang terbaik.

Beberapa ahli menyarankan bahwa vitamin tertentu mungkin sangat penting untuk kesuburan yang baik. Kombinasi asam folat dan seng telah menunjukkan harapan dalam studi awal, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah klaim tersebut benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Mintalah saran spesialis kesuburan tentang diet apabila jumlah sperma atau kualitas sperma buruk.

Kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan (memiliki indeks massa tubuh atau BMI 25 atau lebih tinggi) dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sperma hingga seperempatnya. Efeknya lebih besar jika Dads mengalami obesitas (dengan BMI 30 atau lebih tinggi).

Jika Dads mengalami obesitas, menurunkan berat badan sebelum mencoba untuk memiliki keturunan dapat meningkatkan kualitas sperma Dads. Bicaralah dengan dokter untuk saran tentang cara terbaik untuk menurunkan berat badan atau tanyakan kepadanya bisa merujuk Dads ke ahli gizi yang dapat diandalkan.

Mengalami masalah emosional yang berujung pada stres atau depresi berat

Banyak ahli percaya bahwa stres dan depresi dapat mempengaruhi keseimbangan hormon, yang dapat menyebabkan masalah dengan produksi sperma. Masalah emosional juga dapat memengaruhi hubungan pernikahan suami-istri, menurunkan gairah seks, dan membuat Dads kurang cenderung berhubungan seks. Oleh karena itu, Dads bisa meluangkan waktu lebih untuk bersantai dan melepas lelah.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

302 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Sering Menjatuhkan Sesuatu Tanpa Sengaja? Waspada Gejala Sindrom Carpal Tunnel!

Seseorang dengan sindrom carpal tunnel mungkin mengalami kesulitan mengetik di komputer atau bermain game.

Mengatasi Anak Overweight dan Underweight

Seperti apa ciri anak kelebihan dan kekurangan berat badan? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Sindrom Brugada: Gangguan Serius Terkait Irama Jantung

Sindrom Brugada merupakan gangguan irama jantung yang berpotensi mengancam jiwa.

Cara Mengobati Sifilis pada Wanita

Sifilis bisa menyerang siapa saja baik tua, muda, wanita, pria hingga anak-anak. Berikut penanganannya.

Mengenal 3 Gejala Diabetes yang Hanya Dialami Wanita

Khusus pada wanita, ada setidaknya tiga gejala diabetes yang perlu diketahui. Apa saja gejala tersebut?

Hal Berikut Perlu Diperhatikan Penderita Asma Sebelum Memutuskan Hamil

Apakah Moms memiliki riwayat asma? Jika ingin mencoba memiliki keturunan disarankan konsultasi terlebih dahulu.

Daftar Gejala Kanker Rahim yang Harus Moms Waspadai

Meskipun penyebab pastinya tidak diketahui, ada beberapa faktor yang menyebabkan risiko kanker rahim meningkat.

Cara Paling Efektif Memperlancar Haid yang Tidak Teratur

Untuk mengatasi haid yang tidak teratur, Moms bisa mempraktikkan cara paling efektif untuk memperlancar haid berikut ini.

10 Tips Merawat Diri Setelah Melahirkan

Apakah Moms sudah merawat diri pasca kelahiran si Kecil? Hal tersebut dapat mengurangi beberapa penykit loh!

Moms, Perhatikan Tanda dan Gejala Hipertensi Berikut!

Hampir sepertiga orang di dunia memiliki tekanan darah tinggi. Namun, gejalanya terkadang tidak tampak.

Cara Merawat Anak yang Berpuasa

Saat merawat si Kecil yang sedang berpuasa, Moms harus mengingat hal-hal berikut ini.

Serba-serbi Kanker Serviks: Definisi, Gejala, Diagnosis, Pencegahan & Pengobatan

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal di lapisan serviks tumbuh dengan cara yang tidak terkontrol.

Waspada, Moms! Ini Gejala Sakit Tipes pada Anak

Penyakit tipes merupakan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak.

Premarital Check Up: Apa Saja Fungsinya dan Mengapa Penting?

Mari kita simak 9 tes penting sebelum nikah dengan alasan mengapa masing-masing pemeriksaan perlu dilakukan.

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Perut Kembung & Mencret pada Anak

Yuk Moms, mari kita kenali penyebab dan gejala perut kembung & mencret yang dialami bayi beserta cara mengatasinya!

Gejala, Penyebab dan Penanganan Defisiensi Kalsium pada Bayi

Tidak hanya orang dewasa yang dapat kekurangan kalsium. Ternyata bayi juga bisa kekurangan kalsium lho Moms!

Interaksi Asam Folat dengan Zat Lain

Jika Moms sedang mengonsumsi obat asam folat, sebaiknya hindari interaksi dengan beberapa zat berikut ini.

Anak Bisa Tertular Sakit Tanpa Kontak Langsung?

Anak bisa tertular penyakit tanpa kontak fisik langsung lho Moms. Lalu bagaimana penularannya?

Cara Ampuh Merawat Gigi si Kecil

Kapan harus mulai menyikat gigi bayi? Perlukah membeli sikat gigi bayi? Pasta gigi jenis apa yang terbaik?

Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Memijat Bayi

Sebelum memijat si Kecil, sebaiknya Moms menyiapkan dulu beberapa perlengkapan pijat bayi ini.