Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

4 Cara Terbaik Menyimpan ASI

FEEDING  |  31 Mar '18


Jika Anda adalah seorang yang sibuk atau wanita karir, Anda harus tetap memberikan ASI kepada bayi. Caranya adalah dengan memerah ASI dengan menggunakan tangan atau dengan pompa. Lalu ASI tersebut disimpan dalam botol. Penyimpanan ASI dalam botol adalah alternatif terbaik yang biasa digunakan oleh para ibu untuk tetap menjaga kesegaran ASI-nya.

Dimana biasanya Anda menyimpan ASI perah? Sudah benarkah cara yang Anda pakai dalam penyimpanan ASI? ASI tidak boleh disimpan di sembarang tepat dan digunakan kembali tanpa mementingkan waktu pemerahannya. Berikut penjelasan mengenai tips dan cara penyimpanan ASI yang benar:

  1. Pemilihan botol penyimpanan yang baik 
    Botol penyimpanan ASI yang paling baik adalah botol berbahan plastik, selain tidak mudah pecah dan mudah dibawa (dibandingkan dengan yang berbahan kaca), botol plastik juga dapat mempertahankan kesegaran ASI. Pilihlah botol plastik yang tidak mengandubg BPA serta tebal dan kuat. Jika Anda tidak menemukan botol yang seperti itu lebih baik Mom menggunakan kantong plastik yang diperuntukkan khusus untuk menyimpan ASI. Anda bisa mendapatkan kantong plastik seperti itu di toko perlengkapan ibu dan bayi.

  2. Beri penanda pada botol 
    Untuk menjaga kesegaran ASI, jangan lupa untuk memberi penanda atau label pada tiap botol. Tanda yang diberikan berupa tanggal ASI diperah dan tanggal kapan ASI harus diberikan pada bayi. Anda harus memperhatikan istilah first in first out, ASI yang pertama disimpan harus pertama pula diberikan demi menjaga kesegarannya.

  3. Tempat penyimpanan ASI 
    Ada tiga tempat yang umum digunakan dalam penyimpanan ASI yang baik yaitu lemari es, freezer, dan box pendingin.
    Penyimpanan ASI pada lemari es adalah pilihan paling baik dengan penyimpanan kurang dari 4 derajat celcius, ASI dapat bertahan sampai lima hari. ASI didalam box pendingin dapat bertahan 24 jam saja. Sedangkan freezer adalah alternatif terakhir karena suhu pada freezer dapat mempengaruhi rusaknya zat antibodi dalam ASI (pada suhu sekitar 18 derajat celcius), namun dapat bertahan selama 3 minggu sampai 6 bulan.

  4. Suhu ruang penyimpanan ASI 
    Penyimpanan ASI di ruang terbuka dengan suhu sekitar 19-26 derajat celcius dapat bertahan selama 4 jam. Jika di dalam lemari es dengan suhu lebih dari 5 derajat celcius akan bertahan selama 3 hari saja. Sedangkan dalam freezer dengan suhu 18-20 derajat celcius dapat bertahan selama 5 bulan.

 

Semoga bermanfat.

By: Babyologist Editor.

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1239 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Perbedaan Susu Sapi, Susu Soya, dan Formula Soya

Apa bedanya susu sapi, susu soya dan formula soya? Yuk simak berikut ini.

Kastengel Keju Wajan

Siapa yang suka kastengel? Coba resep anti gagal berikut ini yuk!

Traditional Weaning vs Baby Led Weaning (BLW)

Memasuki tahap MPASI, apakah Moms bingung menentukan metode traditional weaning atau baby-led weaning? Simak berikut ini yuk!

Camilan Keluarga : Cireng isi Keju

Ketika #dirumahaja, bawaanya jadi pengen ngemil mulu ga sih Moms? Bikin sendiri yuk cireng isi keju. Ini resepnya.

Tips Mengatasi Kolik pada si Kecil

Kolik adalah kondisi yang terjadi pada bayi sehat yang menangis tiada henti selama lebih dari 3 jam sehari.

Yuk! Cegah si Kecil Sakit Mulai dari Peralatan Makannya

Masuk diusia Zayn yg ke 1 tahun, pertama kali nya aku coba memberikan dia Sufor.

Nasi Goreng Salmon ala MamaUna

Dikarenakan BabyU sudah genap setahun, MamaUna mau coba kasih makanan masakan rumah, biar papa nya juga kebagian 🤪 hehehe. Nasi Goreng jadi sa [...]

4 Komposisi Penting ASI Booster untuk Keberhasilan ASI Eksklusif

Ternyata, peran ASI Booster sebagai penunjang keberhASIlan ASI eksklusif sangatlah penting.

Akhirnya Ku Menemukan Jodoh Botolku

Mencari botol susu yang cocok untuk si Kecil itu ternyata seperti memilih jodoh! Yuk simak berikut ini.

Creamy Cheesy Chicken Liver, MPASI yang Kaya akan Zat Besi

Hati ayam merupakan salah satu sumber zat besi yang baik bagi bayi.

Tips Menjaga Kadar Vitamin dalam ASI

Saat ASI sudah dipompa, ASI dapat segera didinginkan dalam waktu kurang dari 1 jam.

10 Finger Foods Kesukaan Si Kecil

Finger foods atau camilan yang dapat dimakan sendiri oleh si Kecil dapat mengurangi rasa laparnya di antara jam makan

Tips Memberikan Snack Sehat untuk Gigi pada Si Kecil

Berikut tips memberikan snack sehat untuk camilan si Kecil. Yuk simak Moms

Resep MPASI Beef Rolade

Menu favorit Kenneth, baru pertama kali coba dan berhasil! Ini anti gagal loh Moms. Selamat mencoba.

Onion Rings Bisa Jadi Snack untuk si Kecil

Onion rings mudah dibuat dan juga bisa dipakai untuk jadi cemilan si Kecil disaat senggang loh Moms!

Oats, Menu Andalan si Kecil

Jangan lupa variasikan menu makanan si Kecil agar tidak bosan dan tetap nafsu makan ya Moms! Simak resep berikut.

Resep Tahu Daging Cincang

Apakah si Kecil sudah berusia 20 bulan? Yuk, variasikan menu MPASI dengan coba resep tahu daging cincang ala mom Arlina.

Ikan Tuna Orak Arik Telur

Menu ini bukan hanya menjadi andalan si kecil loh Moms tapi semua anggota keluarga juga suka. Mari dicoba resepnya.

Menu MPASI: Chicken Rice Singapore

Apakah Moms sedang mencoba untuk menaikkan berat badan si Kecil? Resep chicken rice singapore ini cocok loh!

Nasi Brokoli Udang

Apakah Moms sedang mencari resep yang bergizi namun mudah dibuat? Cocok untuk si Kecil yang menyukai menu seafood.