Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

4 Cara Menjaga Kebersihan Udara agar Terhindar dari Virus

BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  04 Mar '20


Di zaman yang serba maju ini, ternyata kualitas kebersihan udara semakin buruk. Masalah polusi udara ini merupakan salah satu masalah kesehatan dan lingkungan terbesar di dunia. Bahkan, menurut ringkasan tentang polusi udara sebagaimana diterbitkan oleh OurWorldData.org, 9% kematian di dunia disebabkan oleh polusi udara. Ini juga merupakan salah satu risiko utama untuk beban penyakit. Artinya, polusi udara menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi penyakit yang diderita seseorang maupun peluang orang sehat tertular penyakit.

Belakangan, virus Corona sedang menjadi perbincangan. Virus ini menginfeksi saluran pernapasan atas dan memiliki gejala dari yang ringan (batuk, demam, sakit kepala, hidung beringus, dan sakit tenggorokan) hingga berat (batuk berlendir, sesak napas, nyeri dada, dan sesak saat bernapas dan batuk). Pada Desember 2019, Novel Coronavirus menyebabkan wabah di kota Wuhan Tiongkok. Kasus orang terkena virus ini juga telah ditemukan di beberapa negara selain Tiongkok.

Virus Corona dan virus-virus lainnya lebih mudah berkembang biak apabila kondisi udara buruk. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan udara terutama di rumah sendiri sangatlah penting. Utamanya, untuk mengurangi alergen di dalam ruangan yang bisa memicu masalah pernapasan dan masalah kesehatan lainnya.

Nah, Moms, bagaimana cara menjaga kebersihan udara agar terhindar dari virus? Berikut ini cara-cara mudah yang perlu Moms serta anggota keluarga lain terapkan:

1. Pastikan ruangan selalu bersih

Ruangan yang tertutup saat suhu udara dingin memang terasa nyaman. Namun, tahukah Moms bahwa udara apek dalam ruangan dapat meningkatkan jumlah tungau debu pemicu alergi, bulu hewan peliharaan, dan spora jamur yang beredar di rumah Moms? Oleh karena itu, Moms harus sesekali membuka jendela untuk membiarkan udara baru dari luar masuk ke dalam rumah dan menggantikan udara apek.

Moms juga perlu membersihkan ruangan dari jamur, debu, dan bulu hewan peliharaan. Vacuum-lah karpet setidaknya dua kali seminggu dengan menggunakan penyedot debu yang dilengkapi dengan filter HEPA. Gunakan kain pel microfiber setelah menyedot debu atau menyapu lantai untuk menangkap lebih banyak debu dan kotoran di lantai.

Bersihkan juga perabotan rumah tangga lainnya seperti tempat tidur, tirai, dan barang-barang yang cenderung menarik alergen terutama apabila Moms memiliki hewan peliharaan.  Di setiap pintu masuk ruangan terutama di pintu depan, letakkan keset agar kotoran, debu, dan polutan lainnya yang ada di kaki bisa dibersihkan semaksimal mungkin.

2. Tidak merokok di dalam rumah

Asap rokok melepaskan lebih dari 4.000 bahan kimia berbahaya yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan kebersihan udara lingkungan. Moms harus tegas melarang siapapun merokok di dalam rumah. Senyawa kimia dari asap rokok yang menempel di perabotan rumah tidak akan benar-benar hilang walaupun Moms sudah memasang penyaring udara dan menambah ventilasi. Apabila Moms atau anggota keluarga Moms ada yang merokok, segeralah berusaha untuk berhenti. Bila perlu, carilah komunitas yang dapat membantu berhenti merokok.

3. Letakkan tanaman di luar rumah

Dr. BuSaba menyarankan untuk meletakkan tanaman hijau di luar ruangan. Ya, indoor plants memang terlihat indah dan asri. Meski begitu, mereka dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan alergen lainnya. Memang, ada beberapa tanaman yang diklaim dapat meningkatkan kualitas udara karena menghasilkan oksigen. Akan tetapi, tanaman-tanaman tersebut tetap berpotensi menimbulkan alergi bagi banyak orang. Pada akhirnya, mereka lebih banyak memberi masalah daripada solusi.

4. Menggunakan humidifier

Upaya lain untuk menjaga kebersihan udara adalah dengan menggunakan humidifier. Udara yang lembab adalah faktor pendukung berkembang biaknya sumber polusi udara dalam ruangan yaitu jamur dan tungau. Untuk memperlambat pertumbuhan mikroba-mikroba jahat ini, jagalah agar kelembaban udara di rumah sekitar 30% hingga 50%. Di sinilah, peran humidifier sangat membantu.

Luis E. Ortiz, M.D., dokter obat tidur dan ahli paru anak di Rumah Sakit Johns Hopkins All Children’s, mengatakan bahwa humidifier yang diletakkan di kamar bayi dapat melindungi kulit bayi dari kekeringan dan mengurangi hidung tersumbat dengan membantu melonggarkan lendir. Dr. Levine, sebagaimana dilansir What to Expect, juga menambahkan bahwa alat ini dapat membantu meredakan batuk pada anak. Sementara itu, Ellen M. Schumann, M.D., juru bicara AAP dan direktur kepaniteraan di Medical College of Wisconsin-Central Wisconsin menyebutkan bahwa humidifier membantu menjaga kulit tetap lembab ketika si Kecil terkena eksim serta mencegah mimisan.

Tips memilih humidifier:

Ada banyak jenis humidifier yang tersedia di pasaran. Untuk Moms yang memiliki bayi dan balita, para ahli kesehatan lebih merekomendasikan Moms untuk menggunakan cool mist humidifier daripada warm mist humidifier. Alasannya, warm mist humidifier dapat menyebabkan luka bakar tidak disengaja jika perangkat tersebut jatuh di dekat si Kecil. Mereka juga merekomendasikan untuk meletakkan alat ini di tempat yang sepenuhnya tidak terjangkau oleh si Kecil dan di area yang tidak terhalang barang-barang agar kabut yang keluar dari humidifier tidak menumpuk uap air.

Kemudian, pilihlah model humidifier yang mudah dibersihkan. Rutinlah membersihkan dan mengeringkan bagian-bagian perangkat yang bersentuhan dengan air.

Selain itu, pilihlah mesin humidifier yang dapat mati otomatis ketika tangkinya kehabisan air. Ini karena perangkat pelembab udara biasanya dinyalakan sepanjang waktu termasuk di malam hari.

Perhatikan luas ruangan yang akan diberi humidifier. Perangkat yang terlalu kecil jika dibandingkan dengan luas ruangan tidak akan ada manfaatnya. Di sisi lain, perangkat yang terlalu besar malah akan berisiko menumbuhkan jamur.

Meskipun fitur directional flow tidak mutlak harus ada dalam sebuah perangkat humidifier, ada baiknya Moms memilih perangkat yang memiliki fitur ini. Dr. Schumann mengatakan bahwa adalah hal yang menguntungkan apabila humidifier yang kita punyai memiliki opsi untuk mengarahkan aliran udaranya ke tempat kita inginkan.

Sebagai pendukung, Moms dapat memilih humidifier khusus bayi yang dilengkapi dengan lampu malam built-in. Model yang lebih canggih bahkan dapat memainkan white noise atau lagu pengantar tidur.

Beberapa hal lain yang mungkin bisa jadi pertimbangan Moms dalam memilih air humidifier diantaranya:

Memiliki fitur Auto

Fitur Auto digunakan untuk mengatur kadar kelembapan sesuai dengan suhu ruangan. Dengan fitur ini, air humidifier dapat secara otomatis mencapai angka kelembapan yang diinginkan sehingga Moms tidak perlu khawatir kelembapan ruangan akan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Biasanya, pada air humidifier dengan mode auto ini, Moms hanya perlu mengatur presentase kelembapan yang diinginkan, lalu air humidifier tersebut akan mencapai presentase yang inginkan tersebut secara bertahap.

Dilengkapi wadah essential oil

Tahukah Moms, wadah essential oil dapat memiliki fungsi lain pada air humidifier? Air humidifier yang dilengkapi oleh wadah essential oil dapatjuga berfungsi menjadi air difusser sekaligus. Dengan begitu, Moms tidak perlu membeli dua alat sehingga bisa lebih berhemat.

Dilengkapi dengan lampu tidur 7 bias warna

Tahukah Moms, pencahayaan di kamar tidur dapat memengaruhi kualitas tidur si Kecil maupun orang tua. Dengan memilih bias warna yang tepat, maka kualitas tidur si Kecil maupun anggota keluarga lainnya menjadi lebih baik.

Mempunyai sleep timer

Sleep timer berfungsi agar air humidifier dapat mati secara otomatis ketika tangkinya kehabisan air. Hal ini dikarenakan perangkat pelembap udara biasanya dinyalakan sepanjang waktu termasuk di malam hari.

Nah, Moms, 4 hal di atas dapat meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan. Kualitas udara yang lebih baik akan membawa manfaat jangka panjang bagi kesehatan seluruh anggota keluarga. Yu, mulai menjaga kebersihan udara agar anggota keluarga kita terhindar dari debu, virus, maupun partikel-partikel yang berbahaya lainnya.

Nah, Moms, 4 hal di atas dapat meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan. Kualitas udara yang lebih baik akan membawa manfaat jangka panjang bagi kesehatan seluruh anggota keluarga.

Referensi: HaloDocHarvardHello SehatOurWorldData.orgWhat to Expect

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

5033 Babymoov Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Bahaya Fluoride dalam Pasta Gigi Si Kecil

Moms, yuk ajari si Kecil sikat gigi sejak dini!

Moms, Yuk, Sayangi Bahumu!

Karena sering membawa beban berat yang tidak seimbang di bahu, seseorang dapat menderita kejang otot lokal di sekitar leher dan panas di bahu. [...]

Mau Tingkatkan Daya Tahan Tubuh? Jaga Makan, Olahraga, dan Jaga Kualitas Udara

Di masa new normal ini, bagaimana cara meningkatkan daya tahan tubuh? Yuk, simak berikut ini.

Cara Mudah Mencegah Dehidrasi yang Menyebabkan Virus Bertumbuh

Tahukah Moms bahwa tenggorokan yang kering dapat menyebabkan virus bertumbuh? Yuk, cegah dengan cara berikut ini!

Tips Buat Moms untuk Sambut New Normal Dengan Imunitas Prima

Moms sudah harus kembali beraktivitas di masa new normal ini? Pastikan imun kuat ya!

Apa Saja Keunggulan UV Air Purifier?

Apa kelebihan UV air purifier dengan air purifier lainnya? Mari simak bersama berikut ini.

Tetap Sehat Walau #DiRumahAja

Walaupun #dirumahaja, jangan lupa untuk memastikan Anda dan keluarga dalam keadaan sehat-sehat ya Moms and Dads.

Cara Yang Benar Dalam Menggunakan Minyak Telon Untuk Bayi

Penggunaan minyak telon tentu tidak asing lagi. Tapi tahukah Moms mengenai cara penggunaannya yang benar?

Manfaat Air Humidifier Pada Masa Pandemi COVID-19

Apa manfaat air humidifier untuk kesehatan? Mari pelajari bersama berikut ini.

Tips Mencegah DBD pada si Kecil

Selain Covid-19, Moms and Dads juga harus berwaspada terhadap bahaya demam berdarah. Simak tips berikut ini ya.

Tips Berjemur Dengan si Kecil

Berjemur adalah salah satu cara untuk mendapatkan vitamin D yang kita butuhkan. Simak tips berjemur yang aman berikut ini yuk.

Apa Itu Cradle Cap?

Apa sih cradle cap? Berbahayakah untuk si Kecil? Kita simak bersama berikut ini.

6 Tips Menjaga Kesehatan Si Kecil Selama Pandemi Virus Corona

Di tengah-tengah pandemi Covid-19, apa yang sebaiknya dilakukan agar kesehatan si Kecil tetap terjaga? Yuk simak berikut ini.

Purifier dan Humidifier, Apa Bedanya?

Moms pasti sering mendengar istilah Air Humidifier dan Air Purifier. Sebetulanya apa, sih, bedanya? Yuk simak berikut ini!

Tips Mengurangi Risiko Alergi pada Bayi dengan Humidifier

Unit cool mist humidifier menggunakan filter sumbu internal untuk menyerap air dari cadangannya.

Tips Mencegah Infeksi Virus dengan Purifier

Air purifier dapat menghilangkan mikroba-mikroba terkecil di udara.

Seberapa Pentingkah Humidifier Bagi Kesehatan Anak?

Humidifier dapat membantu menjaga kulit si Kecil tetap lembab saat dia menderita eksim.

Perbedaan Cod Liver Oil dan Minyak Ikan Biasa

Apa, sih, bedanya cod liver oil dengan minyak ikan biasa? Yuk cari tahu jawabannya di artikel ini!

Gerakan Yoga Untuk Anak

Mengajarkan yoga kepada anak-anak adalah hal terbaik yang bisa moms lakukan buat mereka.

Usir Stretch Marks? Begini Caranya!

Bagaimana, sih, cara mengusir stretch marks? Yuk simak caranya di sini!