Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

3 Hal yang Paling Ditakutkan Ibu Setelah Melahirkan

BRANDS  |  FEEDING  |  13 Mar '20


Segera setelah melahirkan, seorang ibu mungkin masih memiliki kekhawatiran-kekhawatiran tertentu. Apalagi, jika ini adalah kelahiran anak pertama. Dari sekian banyak hal-hal yang dapat mengusik para ibu setelah melahirkan, inilah 3 hal yang paling mereka takutkan:

1. Khawatir ASI tidak keluar

Banyak ibu baru yang berharap mereka dapat langsung menyusui si Kecil setelah bersalin. Nyatanya, banyak dari mereka yang ASI-nya tidak langsung keluar. Mereka pun merasa takut, cemas, dan kecewa tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak mereka.

Padahal, kondisi ASI tidak langsung keluar setelah melahirkan umum terjadi. Sekitar 25% dari semua ibu di dunia ini juga tidak segera memproduksi ASI sebelum hari ketiga melahirkan. Pernyataan tersebut merupakan kesimpulan dari penelitian di Amerika Serikat sebagaimana dilansir Parenting First Cry.

2. Khawatir jumlah ASI sedikit

Sebelum melahirkan, hormon dari plasenta mencegah ASI tidak akan keluar hingga si Kecil lahir. Karena itulah, tubuh Moms butuh beberapa hari untuk benar-benar memproduksi ASI. Payudara Moms akan menghasilkan kolostrum terlebih dahulu selama beberapa hari pertama setelah melahirkan. ASI pertama ini akan keluar dalam jumlah sedikit saja, tidak deras, karena mengakomodasi si Kecil yang belum terbiasa menyusu. Baru setelah 3-4 hari kolostrum keluar, payudara Moms akan terasa kencang dan penuh. Jenis ASI yang keluar dari payudara Moms kali ini terdiri dari dua bagian yang disebut foremilk dan hindmilk. Karakteristik foremilk adalah bisa berwarna biru pucat, berair, dan encer. Sementara hindmilk memiliki sifat creamy, sedikit lebih kental daripada foremilk, dan mengandung lemak lebih banyak daripada foremilk. Jadi, memang pada awal-awal kehidupan si Kecil, produksi ASI Moms umumnya akan sedikit baru kemudian meningkat seiring waktu.

3. Khawatir ASI tidak berkualitas

Kekhawatiran lainnya yang biasanya menghinggapi benak Moms adalah kualitas ASI yang diproduksi. Tenang Moms, pada dasarnya, semua ASI yang dihasilkan ibu sudah memiliki nutrisi yang dibutuhkan si Kecil. Tentu saja, Moms tetap bisa memperkaya kandungan ASI Moms dengan mengonsumsi nutrisi seimbang, menjalankan gaya hidup sehat, dan mempertahankan mood positif.

Lalu, bagaimana solusinya?

Banyak ibu yang tidak tahu bahwa kesiapan ASI harus dilakukan di awal kehamilan bukan setelah melahirkan. Di awal trimester pertama kehamilan, tubuh Moms sudah mulai berubah untuk mendukung produksi ASI. Payudara Moms membesar karena kelenjar-kelenjar dalam payudara mulai tumbuh berkembang. Hormon tertentu untuk memperbesar dan menambah saluran susu juga diproduksi sejak Moms menunjukkan tanda-tanda hamil.

Selanjutnya, pada trimester kedua, Moms mulai memproduksi ASI pertama. Hormon progesteron dan estrogen yang masih diproduksi karena hamil sekarang berperan mempersiapkan payudara untuk menyusui. Bagian-bagian terpenting seperti puting, kelenjar areolar, dan areola membesar dan lebih menonjol daripada sebelumnya. Perubahan payudara ini terus berlangsung sepanjang kehamilan. Kolostrum mulai muncul pada minggu ke-16 kehamilan. Inilah sebabnya ada kasus ASI bocor padahal calon ibu belum melahirkan. Di akhir kehamilan, payudara sudah siap untuk laktasi.

Itulah sebabnya, Moms perlu melakukan kegiatan penunjang persiapan menyusui sejak hamil muda. Salah satu kegiatan tersebut yaitu mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan produksi ASI.

Ibu hamil membutuhkan nutrisi yang mempunyai peranan penting untuk kesehatan dirinya dan pertumbuhan si Kecil. Karena inilah mengonsumsi makanan bergizi tinggi saja terkadang belum mampu memenuhi kebutuhan asupan nutrisi bumil. Saat konsultasi kehamilan, dokter akan menganjurkan Moms untuk mengonsumsi suplemen kesehatan. Salah satu suplemen kesehatan yang bisa Moms konsumsi adalah saripati ayam yang komposisinya terdiri dari 100% saripati ayam murni.

Seperti yang kita ketahui, ketika pertama kali keluar, ASI mengeluarkan kolostrum. Kolostrum ini memiliki beberapa nutrisi serta zat yang memengaruhi imunitas dan pertumbuhan yang tidak dimiliki oleh susu pertumbuhan. Beberapa zat tersebut diantaranya laktoferin, Epidermal Growth Factor (EGF) dan Transforming Growth Factor (TGF-ß2).

Laktoferin merupakan protein yang dapat melindungi bayi baru lahir dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus. EGF merupakan zat yang berperan untuk perkembangan pencernaan si Kecil. Sementara itu, TGF-ß2, memiliki peran untuk membantu perkembangan jaringan sel si Kecil, mendukung perkembangan pencernaan bayi.

Menurut penelitian yang ditulis dalam jurnal "Chicken Extract affects Colostrum Protein Compositions in Lactating Women" pada 2004, ibu hamil dan menyusui yang mengonsumsi saripati ayam 3 botol setiap hari setelah makan akan menghasilkan laktoferin, EGF, dan TGF yang lebih tinggi. Hal ini menjadikan saripati ayam efektif dalam meningkatkan kualitas ASI.

Adapun cara lain untuk meningkatkan kelancaran produksi ASI setelah melahirkan, Moms bisa melakukan kiat-kiat yang disarankan oleh dr. Kevin Adrian dari Alodokter berikut ini:

  • Lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yaitu segera mencoba menyusui setelah si Kecil lahir.
  • Rangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak ASI dengan memperbanyak frekuensi sesi menyusui (misalnya 2-3 jam sekali) selama minggu-minggu pertama.
  • Hindari penggunaan empeng setelah si Kecil lahir sampai setidaknya 3-4 minggu kemudian.
  • Tingkatkan kuantitas dan lemak ASI dengan memijat payudara. Caranya adalah dengan memijat secara lembut, gerakkan tangan dari dada menuju puting.
  • Hindari hal-hal penyebab stres dengan cara beristirahat cukup dan berpikiran positif.
  • Pastikan mulut si Kecil melekat dengan benar ke payudara Moms.
  • Pastikan kedua payudara Moms kosong karena si Kecil menyusu dari kedua payudara tersebut.
  • Jangan merokok, minum minuman beralkohol, dan mengonsumsi makanan/minuman lain yang tidak bergizi.
  • Konsumsi cairan yang banyak agar tidak dehidrasi.
  • Makan makanan bernutrisi lengkap untuk memperkaya ASI.

Jika setelah melakukan kiat-kiat di atas ASI Moms juga belum keluar hingga hari kelima setelah persalinan, buatlah jadwal konsultasi dengan dokter laktasi. Diagnosis dokter akan menentukan perawatan apa yang harus Moms jalani agar produksi ASI maksimal.

Bagi para ibu hamil yang tertarik untuk mencoba dan menikmati kebaikan serta manfaat dari saripati ayam, yuk, cek di sini. Saripati Ayam dapat membantu Moms menyiapkan kualitas dan kuantitas ASI serta memberikan energi alami sehingga ibu hamil dan menyusui tidak cepat capek. Dengan Saripati Ayam, Moms #SiapMenyusui #SiapASIBerkualitas dan #SiapEnergiAntiDrop

Referensi: Alo Dokter 1Alo Dokter 2Alo Dokter 3Tempo, The Asian Parent, NCBI

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

6237 Brands Suntory Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Cara-cara Memasak Paling Sehat

Bagaimana cara mengolah makanan agar gizi dan nutrisnya tetap terjaga dengan baik? Simak berikut ini.

Pentingnya Memilih Food Processor yang Tepat

Alat bantu yang satu ini diciptakan untuk memudahkan seluruh keluarga mengonsumsi makanan sehat, yuk berhati-hati dalam menentukan pilihan.

Resep Lezat Untuk ASI Booster

Moms yang sedang menyusui biasanya sering merasa lapar. Intip resep camilan sehat berikut ini yuk!

Memasak Bersama si Kecil

Moms bingung mau ngapain selama #dirumahaja bersama si Kecil? Coba masak bareng yuk!

7 Kesalahan Orang Tua dalam Memberikan MPASI

Salah satu makanan MPASI pertama terbaik untuk si Kecil adalah bubur bayi organik.

Mengenal Bakteri Baik untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Probiotik Lactobacillus reuteri sangat efektif mengurangi gejala kolik dan masalah usus.

Barang-barang Penting untuk Memulai MPASI si Kecil

Celemek silikon memiliki keunggulan tersendiri jika dibandingkan dengan celemek dari material lain.

Benarkah Botol Susu Bisa Membuat si Kecil Tidur Lebih Nyenyak?

Agar tidur nyenyak, pastikan botol susu yang digunakan oleh si Kecil merupakan botol susu anti kolik.

Pernahkah Anda Minum dari Sedotan Bocor?

Sensasi mengisap sedotan bocor juga bisa terjadi ketika bayi minum susu dari botol susu yang tidak tepat.

Sudah Sesuaikah Level Nipple Botol Susu si Kecil dengan Usianya?

Penggunaan nipple harus disesuaikan dengan usia dan kekuatan isap bayi.

Mengapa Steam Sterilizer Lebih Baik?

Tahukah Moms bahwa botol yang terkena suhu terlalu panas akan melepaskan zat yang berbahaya?

Kapan Mom Harus Mengganti Nipple Botol Susu si Kecil?

Nipple atau dot pada botol susu berperan penting untuk memberikan kenyamanan minum susu bagi si Kecil.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti Botol Susu?

Botol susu adalah peralatan penting untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil.

Dr. Brown's Options+ Color Bottle

Aliran alami dari botol susu Dr. Brown’s juga menghindari si Kecil dari resiko bingung puting.

Mengenal Nutrisi yang Penting untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Apa saja nutrisi yang dibutuhkan si Kecil agar ia tumbuh dengan optimal?

Mengajarkan Anak Makan dengan Menggunakan Sendok

Apa saja langkah yang harus dilakukan untuk mengajarkan si Kecil makan sendiri dengan sendok?

Feeding Issue: Bingung Puting

Salah satu masalah yang dihadapi para Ibu adalah si Kecil bingung puting.

Botol Susu Apa yang Cocok untuk Anak Saya?

Hampir semua jenis botol susu Dr. Brown’s dapat digunakan oleh bayi usia 0 bulan - 3 bulan.

Feeding Issue: Colic

Bayi yang mengalami kolik akan merasa tidak nyaman terutama pada malam hari.

Manfaat Botol Susu Dr. Brown's

Botol susu merupakan media pengganti payudara terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.