Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

2 Metode Monitor Detak Jantung Janin

HEALTH TIPS  |  PREGNANCY  |  30 Sep '18


Setiap orang tua tentu ingin anak-anaknya lahir dengan sehat. Maka dari itu, segala cara dilakukan termasuk selalu memonitor kondisi ibu hamil dan janin. Salah satu kondisi kesehatan yang harus dimonitor adalah detak jantung janin. Dokter dan pihak medis dapat segera memberikan perawatan yang tepat setelah mengukur detak jantung janin.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2000 hingga 2007 di Jerman menyimpulkan bahwa detak jantung janin normalnya adalah 120-160 denyut per menit. Temuan ini tidak berbeda jauh dengan pedoman dunia internasional yang menyatakan bahwa janin dalam kondisi normal apabila detak jantungnya 110-150 denyut per menit.

Pemantauan detak jantung janin penting dilakukan terutama untuk membantu mendeteksi perubahan pola detak jantung selama proses persalinan.

Metode Pemantauan Detak Jantung Janin

Hingga saat ini, tercatat ada dua metode untuk memantau detak jantung janin.

  1. Cara pertama, lazim disebut Auskultasi, dilakukan dengan cara mendengarkan suara jantung dengan menggunakan stetoskop khusus. Metode ini minim risiko sehingga aman. Dokter dapat mengetahui suara jantung, seberapa sering jantung tersebut berdetak, dan seberapa keras detak jantungnya.
  2. Metode kedua adalah dengan menggunakan alat pemantau elektronik. Dokter akan menggunakan alat ini selama masa kehamilan hingga saat kelahiran bayi. Dokter dan tim medis juga akan memperoleh informasi kekuatan dan durasi kontraksi rahim dari alat ini.

Cara mendeteksi detak jantung dengan alat elektronik dibagi lagi menjadi dua yaitu, pemantauan secara eksternal dan pemantauan secara internal.

  • Pemantauan eksternal bisa dilakukan dengan menggunakan stetoskop tertentu, dengan menggunakan dua perangkat datar bersensor khusus, serta telemetri.
  • Sementara itu, pemantauan detak jantung secara internal hanya bisa dilakukan apabila rahim telah mengalami pembukaan minimal dua sentimeter serta jika kantong ketuban sudah pecah. Namun, cara ini belum dapat dilakukan di Indonesia karena keterbatasan alat medis.

Setelah dokter mendeteksi jantung janin, dokter akan mengolah informasi yang didapatkan bersama dengan aneka tes kesehatan lainnya. Jika memang benar-benar ada gangguan kesehatan, dokter akan berusaha menemukan penyebabnya. Dokter akan menyarankan ibu hamil untuk melakukan operasi caesar, ekstraksi vakum, atau forceps apabila gangguan kesehatan tersebut dapat menghambat kelahiran bayi.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

750 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

5 Persiapan Program Hamil yang Jarang Diketahui

Sebelum menjalankan program hamil, ternyata ada beberapa hal yang harus Moms perhatikan, apa sajakah itu?

10 Gejala Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul bisa menjadi salah satu penyebab masalah kehamilan lho Moms

Toxoplasmosis dan Pengaruhnya Terhadap Fertilitas Wanita

Toxoplasmosis adalah infeksi darah yang jarang terjadi tetapi serius. Bagimana pengaruhnya pada fertilitas wanita?

Kesehatan Mulut dan Kaitannya dengan Fertilitas Wanita

Kebersihan mulut ternyata tidak hanya dapat memikat lawan jenis tetapi juga membuat Moms lebih subur lho

4 Cara Manjur Atasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Bagi Moms yang merasakan tidak nyaman dikarenakan kaki bengkak saat hamil, ada beberapa cara manjur untuk mengatasinya.

10 Manfaat Pijat Setelah Melahirkan

Pijat pasca melahirkan pada dasarnya adalah pijat seluruh tubuh setelah melahirkan

Pentingnya Antenatal Care Bagi Kesehatan Kehamilan

Antenatal care adalah perawatan kesehatan untuk ibu hamil. Dokter kandungan akan melakukan hal-hal berikut ini.

Pentingnya Pemeriksaan TORCH bagi Ibu Hamil

TORCH sebutan untuk penyakit-penyakit yang sangat rentan menyerang ibu hamil

Cara Melindungi Diri dari Sinar Matahari Saat Hamil

Matahari memancarkan sinar ultraviolet yang berbahaya dan menyebabkan kerusakan kulit

Apa Itu Kelas Antenatal?

Kelas antenatal adalah kelas yang mempersiapkan Moms menjalani kehamilan dan persalinan.

Tips Mengatasi Ruam Panas selama Kehamilan

Simak penjelasan berikut untuk mengetahui cara mendinginkan ruam panas saat kehamilan.

6 Pertanyaan Umum tentang Tes Antenatal Amniosentesis

Apakah Moms sedang mengalami masa kehamilan dengan usia lebih dari 35 tahun? Jangan lupa lakukan test berikut.

Normalkah Gatal-gatal Selama Kehamilan?

Gatal-gatal ringan selama kehamilan adalah normal dan terjadi pada banyak ibu hamil

Bahayakah Steroid bagi Ibu Hamil?

Setelah mengonsumsi steroid dalam jangka panjang, apakah memungkinkan untuk hamil dan apa efeknya bagi janin?

Merawat Bekas Jahitan Setelah Melahirkan Normal

Tantangan lain setelah melahirkan adalah bagaimana merawat bekas jahitan. Berikut tips ala Mom Sherly untuk mengatasinya

Minum Air Es Saat Hamil Bisa Bikin Bayi Lahir Terlalu Besar: Mitos atau Fakta?

Banyak banget nih pemikiran bahwa bayi besar di kandungan karena Mommy nya minum air es, sebenarnya ini Mitos atau Fakta?

Sebab dan Cara Mencegah Penggelapan Kulit Selama Kehamilan

Penggelapan kulit, yang dikenal sebagai melasma atau chloasma, adalah normal bagi bumil. Yuk, simak cara pencegahannya.

Tips Hamil Sehat Saat Bekerja

Bekerja pas hamil? Nggak masalah ya, Moms. Berikut tips agar hamil tetap nyaman dan aman saat bekerja.

Ini Daftar Olahraga Terbaik untuk Ibu Hamil yang Berpuasa

Jika kesehatan Moms memungkinkan untuk berpuasa, Moms hendaknya tetap berolahraga untuk menjaga kebugaran.

Cara Meredakan Leher Kaku dan Sakit Punggung Ibu Baru Melahirkan

Moms yang baru melahirkan biasanya mengalami leher kaku dan sakit punggung. Ini wajar karena vitalitas Moms sangat terkuras