Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

“Stimulasi Anak Untuk Mencegah Speech Delay” Or...

TODDLER  |  02 Sep '20


“Stimulasi Anak Untuk Mencegah Speech Delay”

Orangtua bisa mewaspadai anak terlambat bicara jika “tingkat perkembangan bicara berada di bawah tingkat kualitas perkembangan bicara anak yang umurnya sama” yang dapat diketahui dari “ketepatan penggunaan kata”. Misal saat teman sebaya mereka berbicara dengan menggunakan kata-kata, sedangkan si anak terus menggunakan isyarat dan gaya bicara bayi.
Mengacu pada pola perkembangan, ada beberapa hal yang sudah dikuasai anak dan ada yang belum. Misalnya, ketika bisa mengikuti satu instruksi seperti tutup pintu adalah hal yang baik. Sementara itu ada beberapa hal yang masih perlu dilatih agar perkembangan bahasanya lebih optimal. Salah satunya adalah menunjuk anggota anggota tubuhnya.
Hal yang baik juga ketika anak sudah mampu babbling, untuk memperjelas pelafalannya bisa melalui interaksi dan memperpanjang kalimat anak, karena anak belajar dari mendengarkan. Misal ketika anak bilang naik..naik, moms bisa memperpanjang dengan mengatakan adik mau naik ke kasur. Oleh karena itu kita perlu konsisten mengajarkan pelafalan kata yang benar agar anak terbiasa mendengarnya.
“Rajin mengajak anak bicara dan mengulangi kata” yang ia keluarkan juga bisa dilakukan. Misalnya anak bilang “Wooohh” sambil pura-pura telpon, maka Ibu menyambut dengan “Iya, adik bilang halo kalau lagi telpon, ya”.
Pada usia 0-12 umumnya anak sudah mampu “menyadari suara” di sekitar dengan “menoleh dan mengikuti sumber suara”, termasuk ketika dipanggil namanya. Meski sudah menoleh ketika dipanggil namanya, belum tentu anak sudah benar-benar memahami nama tersebut. Hal ini wajar.
Seiring dengan perkembangan usia (sekitar usia 15-24 bulan) dan bertambah kosa katanya, anak akan memahami nama tersebut (bisa mengingat dan menyebutkannya). “Menyebut namanya dalam setiap aktivitas” bisa menjadi salah satu cara untuk anak mengenali namanya. Misal: Ini mainan, Sephine (sambil menunjuk dirinya), Ini buah untuk Sephine, ini buah untuk Mami (sambil menunjuk anak dan menunjuk diri sendiri). Jika mengacu pada pola perkembangan, ketika si kecil menggeleng atau mengangguk kepalanya sebenarnya iya juga memunculkan upaya untuk “menjawab pertanyaan” namun menggunakan “gesture”. Berikutnya, moms mulai bisa membiasakan anak untuk “mengatakan” ya atau tidak sebelum memenuhi keinginannya. Misal, adik mau main? (anak hanya mengangguk), kita bisa sampaikan ayo bilang mau, adik mau main. Ketika dia mengatakan mau, “beri apresiasi” dan penuhi keinginannya.
Untuk menambah kosa kata perlu diawali dengan ketertarikan anak untuk menggunakannya, yaitu dalam “interaksi”. Pada usia 20 bulan setidaknya anak sudah memiliki 50 perbendaharaan kata. Kondisi ini perlu kita waspadai moms dan perlu distimulasi. Membuka ruang “interaksi” dan komunikasi menjadi salah satu cara stimulasi terbaik. kita perlu rajin bicara dengan anak saat melakukan aktivitas sehari-hari. Misal saat membuatkan susu, moms bisa berbicara:
Adik mau minum susu ya.
Susunya warna putih.
Adik suka minum susu.
Mommy buatkan susu ya.
“Terus diulang-ulang”, karena anak belajar dari “mendengar”.
Sementara itu, untuk bisa mengulang kata-kata, kita moms bisa melatih anak untuk memiliki kemampuan “attentive” lebih dahulu. Misal, lihat papa atau memberi instruksi untuk “sama-sama memperhatikan” objek yang sedang ditunjuk (joined attention). Kemudian melatih kemampuan speechnya diawali dengan menirukan gerakan (membuka menutup mulut), menirukan bunyi (beem...beem atau choo...chooo), menirukan huruf vokal dengan panjang aaa, iii, uuu, ee, ooo. Jika sudah mampu menirukan huruf vocal panjang, baru huruf vocal pendek a, I, u, e, o.
Kemampuan anak untuk fokus pada satu hal juga bergantung pada tingkat usianya. Semakin kecil usia anak maka semakin kecil pula durasi waktu untuk ia bisa fokus. Rumus durasi fokus pada umumnya “ usia x 3 menit ”, misal usia anak 2 tahun, maka durasi fokusnya sekitar 6 menit.
Sementara itu, melakukan kontak mata pada lawan bicara, menjadi suatu hal yang bisa dilatih. Misal dengan memberi instruksi “lihat mama” lalu pasang wajah jenaka sampai anak berpaling.
Selain itu, perlu dimulai dari kita sebagai contohnya. Misal, ketika berbicara dengan anak kita perlu “sejajar dengan anak dan menatap matany”. Ada baiknya ini dijadikan kebiasaan, misal kalau anak ingin sesuatu, maka ia harus mengatakan sambil menatap mata lawan bicara. Jika ia berhasil melakukannya, maka kita bisa memberi yang diinginkan anak. Baik juga untuk memberi pemahaman kepada anak alasan mengapa kita harus menatap mata lawan bicara saat berkomunikasi.
Kondisi ketika anak mengalami kesulitan untuk bicara dengan lancar sering dikenal dengan gagap. Pada anak, kondisi ini biasanya muncul saat ia mencoba menggabungkan 2-3 kata dalam kalimat kompleks. Hal ini terjadi karena “otak anak sedang berproses” menemukan kata dan menggabungkannya dalam susunan yang tepat. Misalnya: bunda....bunda...aku...aku...mmm...mau...mobil..mobilan.
Pada fase perkembangan anak, hal ini normal terjadi dan akan hilang dengan sendirinya, namun pada beberapa anak bisa menetap apabila jika tidak ditangani dengan tepat.
Apa yang bisa Ibu lakukan?
1. Ketika anak mulai tersandung bicaranya saat akan menggabungkan kalimat, lakukan kontak mata dan tetap tenang. “tunggu” sampai ia menyelesaikan kalimatnya dan sebaiknya tidak menyela.
2. Moms bisa “mengajarkan anak tanpa harus mengoreksi, “ namun dengan memberi contoh “berbicara yang benar” (pelan-pelan dan tidak tergesa-gesa).
3. “Hindari menginterupsi” anak saat sedang berbicara. Jika kita tampak terburu-buru dan seperti ada yang ingin memotong pembicarannya, anak akan makin tertekan dan sulit mengeluarkan apa yang ada di otaknya.
4. “Tunjukan empat”i pada anak. Ketika ia selesai mengucapkan seluruh kalimatnya, Ibu boleh mengatakan, “ternyata ngomong kadang-kadang susah juga, ya, Dek.” Dengan begitu anak akan merasa kerja kerasnya menyusun kalimat membuat moms bangga.
5. “Minta bantuan professional”. Jika anak benar-benar berjuang keras saat akan berbicara (lidah seperti tercekat) atau gagapnya tidak berkurang dalam waktu tiga hingga enam bulan, cobalah lakukan evaluasi pada dokter anak atau psikolog.
Pada umumnya menonton televisi menjadi salah satu faktor yang membuat anak cenderung menjadi “pendengar pasif”. Saat menonton televisi anak hanya menerima informasi, tanpa memproses dan mencernanya. Jika hal ini terus berlanjut, kemungkinan besar akan menghambat kemampuan bicara anak.
Sementara itu, anak dikatakan memiliki ketergantungan pada televisi jika menunjukkan hal-hal, seperti tiada hari tanpa televisi (setiap bangun tidur anak langsung ingin menonton televisi, anak bahkan hafal jam-jam tayang pada televisi), mengaitkan aktivitas sehari-hari dengan tayangan yang ditonton, tidak mau beranjak dari televisi, malas beraktivitas lain, marah jika dilarang menonton televisi.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

150 Yohana Damanik

Comments

LATEST POSTS

REVIEW POPOK BAYI NO 1 DI JEPANG YAITU POPOK MERRI...

REVIEW POPOK BAYI NO 1 DI JEPANG YAITU POPOK MERRIES Popok ini berasal dari Kao, perusahaan yang berasal dari Jepang. Popok bertekstur [...]

Mengatasi Alergi si Kecil bersama NAN KID pH Pro 3

Setiap ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Sama halnya dengan aku yang bahkan ketika anakku masi dalam perut, aku sudah bertekad [...]

Pura-pura Menangis pada Balita

Ada yang anak balitanya sedang sedikit-dikit pura-pura nangis? Kalau ada, tos, sama dengan saya moms. Akbar, sedang seneng pura-pura nangis. [...]

Separation anxiety Gejala kecemasan akan perpisah...

Separation anxiety Gejala kecemasan akan perpisahan yang terjadi pada bayi terhadap pengasuh primernya. Kira-kira seperti itulah yang dimaksud [...]

SUFOR

Misiiiiiii pakeeeeetttt ~~ Yeeeyy.. Una dapat kiriman paket nih moms, kira2 paket apa ya ?? Kali ini Una dapat kiriman susu dari [...]

Pandemic Activity : Membuat Sensory Play Bersama s...

Pandemic Activity : Membuat Sensory Play Bersama si Kecil Holla moms, Kesempatan kali ini aku mau sharing salah satu activity untuk si kecil di [...]

Toilet Training Fiersa

Ibuk Fiersa balik lagi, udah lama banget gak nulis, jadi kangen. Kali ini Ibuk mau sharing tentang Toilet Training Fiersa. Alhamdulillah bulan [...]

𝐒𝐔𝐒𝐔 𝐅𝐎𝐑𝐌𝐔𝐋𝐀 𝐏𝐈𝐋𝐈𝐇𝐀𝐍 . Memastika...

𝐒𝐔𝐒𝐔 𝐅𝐎𝐑𝐌𝐔𝐋𝐀 𝐏𝐈𝐋𝐈𝐇𝐀𝐍 . Memastikan untuk memberikan yang terbaik termasuk memberi nutrisi terbaik sejak dini karena aku sadar #WaktuTakBisaMembal

Pengalaman Pertama Outdoor Activity "Camping" Fiersa

Selalu terbayang, saat punya anak pengen banget ngajakin outdoor activity "camping" dan nunjukin kalau Indonesia ini Indah. Sekalian mengulang [...]

Resep Snack MpASI: Banana Wonton (12m+)

Resep Snack MpASI: Banana Wonton Hello moms.. Kalo ini saya mau sharing snack selingan MpASI yang simple banget, Cocok buat moms yang gak suka [...]

Moms, Kenalan Sama Bonnels Yuk!

Hai Moms, kali ini saya mau review tentang Si Oil kesayangan Moms yaitu Bonnels Essential Oil. Kebetulan saya memiliki 2 (dua) varian dari [...]

Ide Bermain Anak - Bird Puzzle

Awal tahun ini kondisi kita masih sama ya moms. Masih ada di kondisi pandemi. Saya sendiri belum berani untuk berlibur mengajak si kecil padahal [...]

Ide Bermain Anak - Slipper Match 👣

Hai moms. Selamat tahun baru ya moms! Semoga di tahun ini semua keadaan jadi lebih baik ya moms. Semoga pandemi segera berlalu juga. Amin [...]

Anak Mengalami Fase Terrible Two? Berikut Ciri-Cirinya!

Akhir-akhir ini anak saya (usia 22 bulan) lebih sering menolak sesuatu yang saya tawarkan, menangis atau meronta jika kemauan tidak dituruti, [...]

Moon Sand, Pasir Ajaib Yang Aman Bagi Anak

Wah, libur telah tiba ya mom! Kelas virtual selesai. Mau liburan masih ngeri-ngeri sedap. Tapi kalau di rumah bingung mau ngapain. Biar tetap [...]

Stroller Greentom Hasil Redeem Point di Babyologist. Terimakasih Babyo!

Akhirnya... Setelah perjuangan hampir setahun aku ngumpulin poin di @thebabyologist aku bisa tuker sm wishlist aku, Stroller Greentom nya [...]

Ide Bermain Anak - Alphabet Stick

Ide Bermain Anak - Alphabet Stick Semenjak lahiran anak kedua sudah jarang buat mainan untuk Maureen. Dikarenakan waktu istirahat yang kurang [...]

Ide Bermain : Magic Tissue

Tahukah Moms, bahwa si kecil harus diberikan stimulasi baik sensorik, motorik, kemampuan bahasa dan lainnya untuk mendukung tumbuh kembangnya. [...]

Review Buku Detektif Muslim Cilik

Hai moms. Saya mau review buku lagi nih moms. Kali ini buku Detektif Muslim Cilik nya Rayya Creativa. Kakak dastan suka banget sama buku ini ya, [...]

Ide Bermain Anak - Nabung, Yuk!

Uda lama banget saya gak buatin mainan receh untuk kakak dastan. Nah, kali ini saya sempatin buatin ini yg memamg gampang sekali ya buatnya [...]