Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apa Itu Murmur Jantung?

HEALTH TIPS  |  OTHERS  |  25 Sep '18


Darah si Kecil yang mengalir melalui bilik, katup, dan pembuluh utama di jantungnya akan membuat suara seperti "lub-dub", yang menandakan denyut jantungnya normal. Jika mengeluarkan suara tambahan, itu dinamakan murmur jantung.

Murmur jantung bukan berarti anak Anda memiliki jantung yang lemah atau masalah kesehatan lainnya. Hampir semua anak memiliki murmur jantung pada suatu waktu tertentu. Beberapa ahli memperkirakan bahwa murmur jantung dapat sewaktu-waktu terdengar pada 90% anak-anak dengan jantung yang normal di antara usia 4 hingga 7 tahun.

Berdasarkan jenis murmurnya, suara itu mungkin terdengar seperti suara getaran atau gaduh, tiupan, desingan, berdeguk, atau bahkan musikal. Sering kali, suara ini didiagnosis sebagai murmur jantung yang "murni", "fungsional", "normal", atau "tidak berbahaya".

Kadang-kadang suara tersebut dapat disebabkan karena darah yang mengalir lebih cepat atau lebih banyak dari biasanya melalui jantung dan pembuluh darah. Itu bisa terjadi ketika si Kecil demam misalnya, atau jika dia mengalami anemia atau jika tiroidnya terlalu aktif.

Suara ini juga dapat dihasilkan dari sesuatu yang struktural dan tidak mempengaruhi fungsi jantung. Dalam hal ini, suara murmur jantung dapat memudar ketika tubuh anak berkembang dan dinding dadanya menebal. Murmur jantung yang murni tidak memerlukan pengobatan dan biasanya hilang dengan sendirinya, namun ada beberapa orang yang memilikinya seumur hidup mereka.

Bagaimana Dokter Mengevaluasi Murmur Jantung Anak?

Untuk menilai apakah murmur jantung normal atau perlu diperiksa lebih lanjut, dokter akan memeriksa denyut nadi dan tekanan darah anak dan mendengarkan jantungnya secara teliti dengan stetoskop. Sebagai petunjuk, dokter mencoba untuk menentukan tepatnya di jantung bagian mana murmur itu berasal, apakah ketika dalam siklus detak jantung, termasuk ke dalam jenis apa suara murmur itu, seberapa keras suaranya, dan apakah suara berubah ketika posisi anak berubah.

Jika DSA telah mendiagnosis murmurnya normal, Moms bisa yakin bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jika dokter tidak yakin atau khawatir, Moms selanjutnya akan dirujuk ke ahli jantung pediatrik. Ahli jantung mungkin melakukan tes seperti rontgen dada, ekokardiogram (alat yang menggunakan gelombang suara untuk memindai dan membuat gambar jantung), atau elektrokardiogram (alat yang merekam aktivitas listrik jantung).

Sebagai catatan, jika si Kecil adalah bayi baru lahir dan memiliki murmur jantung, dokter akan mencoba untuk menentukan apakah itu sebuah peralihan – yaitu jantungnya berubah sebagai akibat dari perubahan lingkungan dari intrauterin menjadi ekstrauterin. Moms juga bisa dirujuk ke ahli jantung pediatrik, atau dokter mungkin mengikuti perkembangan murmur jantung bayi selama beberapa bulan untuk melihat apakah ia sembuh seiring berjalannya waktu.

Bagaimana Jika Murmur Jantung si Kecil “Tidak Normal”?

Diagnosis murmur jantung "abnormal", "organik", atau "tidak murni" berarti jantung anak mungkin memiliki ketidakteraturan struktural yang memerlukan perhatian medis. Bisa jadi itu adalah kelainan jantung bawaan (PJB) – berarti sesuatu yang tidak berkembang secara normal sebelum kelahiran, seperti katup sempit atau bocor, arteri yang sempit, atau bahkan adanya lubang di jantung.

Jika ditemukan ada masalah, obat yang diberikan dapat mengendalikan irama jantung atau operasi untuk memperbaiki cacat struktural. Banyak cacat struktural yang ringan dan tidak memerlukan pengobatan, karena tidak mempengaruhi fungsi jantung.

Jantung Anak Saya Berdetak Sangat Cepat. Apakah Ini Normal?

Denyut jantung bayi newborn saat istirahat adalah sekitar 130 detak per menit, sementara anak-anak biasanya sekitar 80 hingga 100 dan orang dewasa 70 hingga 90. Detak jantung bayi atau anak dapat meningkat menjadi 160 kali dalam satu menit atau lebih ketika dia menangis atau demam. Jadi, bisa dikatakan normal.

Beberapa obat, termasuk obat asma albuterol dan dekongestan dalam pengobatan alergi dan flu, dapat mempercepat detak jantung. Jika Moms khawatir tentang ini, hubungi DSA. Jika si Kecil tampak tertekan setelah mengonsumsi obat apa pun, hubungi dokter atau segera bawa ke ruang gawat darurat.

Haruskah Saya Khawatir Jika Jantung Bayi Sering Berdebar atau Berdetak Kencang?

Variasi kecil dalam detak jantung dan irama adalah umum dan biasanya tidak berbahaya. Namun jika ingin memastikan, sebaiknya konsultasikan hal itu pada DSA Moms.

Semoga bermanfaat.

By: Fransisca Graciela

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

903 Fransisca Graciela

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Sering Menjatuhkan Sesuatu Tanpa Sengaja? Waspada Gejala Sindrom Carpal Tunnel!

Seseorang dengan sindrom carpal tunnel mungkin mengalami kesulitan mengetik di komputer atau bermain game.

Mengatasi Anak Overweight dan Underweight

Seperti apa ciri anak kelebihan dan kekurangan berat badan? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Sindrom Brugada: Gangguan Serius Terkait Irama Jantung

Sindrom Brugada merupakan gangguan irama jantung yang berpotensi mengancam jiwa.

Cara Mengobati Sifilis pada Wanita

Sifilis bisa menyerang siapa saja baik tua, muda, wanita, pria hingga anak-anak. Berikut penanganannya.

Mengenal 3 Gejala Diabetes yang Hanya Dialami Wanita

Khusus pada wanita, ada setidaknya tiga gejala diabetes yang perlu diketahui. Apa saja gejala tersebut?

Hal Berikut Perlu Diperhatikan Penderita Asma Sebelum Memutuskan Hamil

Apakah Moms memiliki riwayat asma? Jika ingin mencoba memiliki keturunan disarankan konsultasi terlebih dahulu.

Daftar Gejala Kanker Rahim yang Harus Moms Waspadai

Meskipun penyebab pastinya tidak diketahui, ada beberapa faktor yang menyebabkan risiko kanker rahim meningkat.

Cara Paling Efektif Memperlancar Haid yang Tidak Teratur

Untuk mengatasi haid yang tidak teratur, Moms bisa mempraktikkan cara paling efektif untuk memperlancar haid berikut ini.

10 Tips Merawat Diri Setelah Melahirkan

Apakah Moms sudah merawat diri pasca kelahiran si Kecil? Hal tersebut dapat mengurangi beberapa penykit loh!

Moms, Perhatikan Tanda dan Gejala Hipertensi Berikut!

Hampir sepertiga orang di dunia memiliki tekanan darah tinggi. Namun, gejalanya terkadang tidak tampak.

Cara Merawat Anak yang Berpuasa

Saat merawat si Kecil yang sedang berpuasa, Moms harus mengingat hal-hal berikut ini.

Serba-serbi Kanker Serviks: Definisi, Gejala, Diagnosis, Pencegahan & Pengobatan

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal di lapisan serviks tumbuh dengan cara yang tidak terkontrol.

Waspada, Moms! Ini Gejala Sakit Tipes pada Anak

Penyakit tipes merupakan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak.

5 Gaya Hidup Berikut Pengaruhi Kesuburan Pria

Gaya hidup ini termasuk apa yang dimakan dan diminum hingga aktivitas sehari-hari.

Premarital Check Up: Apa Saja Fungsinya dan Mengapa Penting?

Mari kita simak 9 tes penting sebelum nikah dengan alasan mengapa masing-masing pemeriksaan perlu dilakukan.

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Perut Kembung & Mencret pada Anak

Yuk Moms, mari kita kenali penyebab dan gejala perut kembung & mencret yang dialami bayi beserta cara mengatasinya!

Gejala, Penyebab dan Penanganan Defisiensi Kalsium pada Bayi

Tidak hanya orang dewasa yang dapat kekurangan kalsium. Ternyata bayi juga bisa kekurangan kalsium lho Moms!

Interaksi Asam Folat dengan Zat Lain

Jika Moms sedang mengonsumsi obat asam folat, sebaiknya hindari interaksi dengan beberapa zat berikut ini.

Anak Bisa Tertular Sakit Tanpa Kontak Langsung?

Anak bisa tertular penyakit tanpa kontak fisik langsung lho Moms. Lalu bagaimana penularannya?

Cara Ampuh Merawat Gigi si Kecil

Kapan harus mulai menyikat gigi bayi? Perlukah membeli sikat gigi bayi? Pasta gigi jenis apa yang terbaik?